Ilustrasi (www.avsec.org)

JAKARTA, NIASONLINE – Polandia mengincar sejumlah wilayah di Sumatera untuk investasi energi di bidang kelistrikan. Daerah yang biasa digunakan untuk kegiatan selancar (surfing) di Pulau Nias menjadi salah satu yang disasar untuk rencana investasi tersebut.

Hal itu diungkapkan Dubes RI untuk Polandia Darmansyah Djumala di sela-sela pertemuan dengan misi perdagangan Polandia, di Jakarta, Senin (27/2).

Darmansyah mengatakan, seperti dikutip dari voaindonesia.com, Polandia meminati investasi bidang wind turbine (turbin bertenaga angin) di daerah terpencil dan daerah wisata di Sumatera. Menurut dia, selama ini, daerah-daerah tersebut banyak yang menggunakan generator. Namun, hal itu dinilai mahal sementara di kawasan tersebut potensi tenaga anginnya banyak.

“Untuk sementara, daerah yang disasar untuk investasi adalah Pulau Enggano, Pulau Bangka, dan daerah surfing di Pulau Nias dan Mentawai,” ungkap Darmansyah.

Sejauh ini, terdapat tiga kawasan laut yang biasa digunakan untuk kegiatan selancar. Yakni, Pantai Sorake-Lagundri, Kecamatan Fanayama, Kabupaten Nias Selatan; Kepulauan Batu, Kabupaten Nias Selatan dan Pulau Asu di Kabupaten Nias Barat. Pantai Sorake-Lagundri merupakan kawasan yang sangat terkenal dan bahkan telah beberapa kali menjadi tuan rumah lomba surfing internasional.

Darmansyah menambahkan, Indonesia dan Polandia sudah menandatangani tiga nota kesepahaman investasi. Yakni, di bidang wind turbine (tenaga angin), produksi conveyor belt (ban berjalan) serta produksi alat-alat remote sensing. Seluruh kegiatan bisnis ini berbasis di Sumatera.

Delegasi bisnis Polandia sendiri akan berada di Sumatera dan Kalimantan selama 27 Februari-2 Maret 2012 utuk melihat lokasi investasi mereka. (EN)

Facebook Comments