Suasana Perayaan Natal FKNO (Foto: Etis Nehe)

JAKARTA, NIASONLINE – Ribuan warga Nias di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) menghadiri acara syukuran dan perayaan Hari Natal 2011 dan Tahun Baru 2012. Acara yang digelar Forum Komunikasi Niha Keriso Onohiha (FKNO)-Jabodetabek dilaksanakan di auditorium BPPT, Jakarta, Sabtu (21/1/2012).

Acara yang dimulai sekitar pukul 17.00 Wib tersebut berlangsung meriah. Pada bagian pertama, acara berupa kebaktian dan pada bagian kedua diisi dengan acara perayaan. Sejumlah paduan suara dari berbagai perwakilan komunitas masyarakat Nias di Jabodetabek tampil pada acara itu. Di antaranya, Ikatan Keluarga Masyarakat Nias Tangerang (IKMNT), BNKP jemaat Jakarta, Ikatan Warga Katolik Nias (IWKN), Gereja AMIN, ONKP, GNKPI dan FKNO.

Juga tampak hadir Bupati Nias Sökhiatulö Laoli, Menteri Pertahanan RI Purnomo Yusgiantoro dan anggota DPR RI Itet Tridjajati Sumarijanto. Sedangkan renungan Natal dengan tema “Yesus Adalah Jawaban” yang didasarkan pada Matius 11:28 disampaikan oleh Bishop Sarofati Gea, STh, dari sinode Gereja Angowuloa Masehi Indonesia Nias (AMIN).

Pada acara perayaan, seperti biasa, diawali dengan menyanyikan lagu “Tanö Niha”. Sedangkan pada bagian penutup, diisi dengan acara tarian Maena.

Dalam paparannya, Ketua Panitia Natal FKNO Fo’anöita Halawa menjelaskan, sebelumnya pihaknya melakukan beberapa kegiatan sebagai rangkaian dari perayaan Natal tersebut. Di antaranya, bakti sosial “Setetes Darah Bagi Sesama” pada 12 November 2012 di Gedung STT Pelita Bangsa dengan peserta 70 orang. Kemudian, workshop vocal group oleh Bonar GUltom pada hari dan ditempat yang sama dengan peserta sekitar 100 orang. Dan, juga pemberian apresiasi pada anak-anak sekolah berprestasi.

Pada sesi sambutan, Ketua Umum Fa’ahakhödödö Maruhawa menyerahkan apresiasi kepada anak-anak berprestasi tersebut. Pada kesempatan itu, dia juga mengungkapkan kerinduan agar ke depan FKNO memiliki gedung serbaguna, atau setidak-tidaknya sekretariat permanen untuk FKNO.

Turut memberikan sambutan adalah Bupati Nias Sökhiatulö Laoli yang sekaligus mewakili lima kepala daerah di Pulau Nias. Dalam sambutannya, memaparkan berbagai harapan serta perkembangan terbaru di Pulau Nias. Termasuk di antaranya, terkait pengusulan pembentukan Provinsi Kepulauan Nias sesuai aspirasi masyarakat Nias.

Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro juga didaulat memberikan kata sambutan. Purnomo mengungkapkan apresiasinya atas pelaksanaan Natal tersebut. Juga berbagai harapan dimana masyarakat Nias dapat berperan dalam hal terpeliharanya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Dia juga berjanji akan menyampaikan aspirasi masyarakat Nias kepada para sejawatnya di pemerintahan.

Penampilan Koor FKNO (Foto: Tobias Duha)

Acara ini memang menjadi kesempatan penting dan langka untuk bertemu sesama warga Nias. Bahkan bisa dikatakan, acara yang digelar FKNO ini, seperti juga pada tahun lalu, merupakan acara terbesar yang berhasil menghimpun seluruh masyarakat Nias secara keseluruhan. Beberapa peserta sangat mengapresiasi keberhasilan FKNO tersebut.

Temu Kangen

Acara itu terlihat sekali menjadi momen melepas kangen dan bercengkerama lagi setelah setidaknya setahun mungkin tidak bertemu. Bagi beberapa orang, perayaan Natal seperti ini, apalagi dengan kombinasi lagu-lagu rohani dalam bahasa Nias, seperti membawa ke kenangan semasa di kampung di Pulau Nias.

Tak heran bila sejak awal acara hingga berakhir, di sana-sini terlihat ekspresi kesenangan bertemu teman lama atau keluarga. Saling bertegur sapa, bertanya kabar, dan bersenda gurau hingga berfoto dan bertukar nomor kontak. Tidak berhenti sampai di situ, dilanjutkan dengan saling berbincang dan sesekali disertai dengan gelak tawa.

Sayang sekali, mungkin karena terlanjur menikmati kesenangan, cerita dan gelak tawa itu berlanjut hingga acara mulai bahkan ketika khotbah sedang disampaikan. Keadaan itu sangat mengganggu kekhusukan kebaktian. Bahkan beberapa orang mengeluhkan karena tidak bisa mendengar khotbah maupun sambutan dengan jelas karena suara berisik yang terjadi merata, terutama di beberapa baris di bagian belakang.

Panitia sepertinya tidak mengantisipasi hal itu dengan baik. Bahkan beberapa anggota panitia justru terlihat menjadi bagian dari keberisikan tersebut dengan ikut berbincang selama acara berlangsung atau melayani permintaan pengambilan foto-foto di tengah kebaktian.

Keadaan berisik itu bahkan sangat terasa ketika Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro menyampaikan sambutannya. Belum lagi karena pada saat sedang menyampaikan sambutan, panitia juga sibuk menggotong kardus berisi makanan yang akan dibagikan. Bahkan, sempat banyak peserta yang duduk di depan/dekat podium, menoleh ke balkon, karena ada ‘kegaduhan’ kecil.

Entah apakah suasana itu memengaruhinya atau tidak, Menteri Purnomo memang menyampaikan sambutan sangat pendek dan dengan pernyataan-pernyataan yang sangat umum.

Terlepas dari semua kekurangan itu, apresiasi layak diberikan kepada panitia maupun pengurus FKNO atas kesuksesan mempertemukan warga Nias di Jabodetabek. Semoga tahun depan lebih baik lagi. Ya’ahowu. (EN)

Facebook Comments