Penyalaan Sebanyak 2011 Lilin di Bawah Pohon Natal Raksana di Teluk Dalam, Nias Selatan (Foto: Noni Telaumbanua)

JAKARTA, NIASONLINE – Ribuan warga Kabupaten Nias Selatan tumpah ruah di kawasan bundaran di pusat kota Teluk Dalam, ibukota kabupaten. Tidak hanya untuk menyaksikan dan berbelanja di Pasar Natal (Christmas Market) yang digelar Pemkab Nias Selatan di tempat itu, tetapi juga untuk menyaksikan penyalaan 2011 lilin di bawah pohon natal raksasa di bundaran itu.

Penyalaan sebanyak 2011 lilin di bawah pohon Natal setinggi sekitar 9 meter tersebut dilaksanakan pada Sabtu (24/12/2011) malam. Penyalaan lilin tersebut sebagai bentuk simbolik perayaan hari kelahiran Tuhan Yesus Kristus pada tahun ini. Penyalaan serupa juga akan dilaksanakan di bawah pohon Natal yang diperkirakan terbesar di Pulau Nias tersebut, pada malam tahun baru ketika memasuki tahun 2012. Kali ini, jumlah lilinnya juga sebanyak 2012 atau mengikuti jumlah bilangan tahun tersebut.

Penyalaan lilin tersebut dilakukan oleh Bupati Nias Selatan Idealisman Dachi beserta jajaran pemerintahannya disaksikan oleh ribuan warga Nias Selatan yang menghadiri acara itu.

“Kami sangat senang karena bisa menyenangkan hati warga Nias Selatan melalui momen perayaan Natal kali ini,” ujar Bupati Idealisman dalam sambutannya.

Pada kesempatan itu, Bupati Idealisman menjelaskan, acara serupa akan dijadikan sebagai agenda tahunan. Bahkan, dengan acara yang lebih meriah, termasuk mengupayakan mendatangkan sejumlah artis nasional.

Dari pantauan Nias Online, pelaksanaan acara itu berhasil menarik banyak sekali pengungjung. Tidak hanya warga Nias Selatan, tetapi juga dari luar kota Teluk Dalam. Termasuk para pengunjung dengan latarbelakang Muslim. Mereka datang dari tempat-tempat yang jauh, bahkan membawa anak-anak mereka untuk melihat langsung kegiatan itu, termasuk berbelanja.

Pasar Natal yang digelar juga ternyata sangat membantu. Berbagai stok pangan yang disediakan, sangat diburu oleh warga karena harganya yang ‘miring’. Misalnya, beras operasi pasar tahap pertama dengan stok 5,8 ton, dalam hitungan beberapa hari saja sejak acara Pasar Natal dimulai pada 20 Desember 2012, tinggal beberapa karung saja. Minggu ini, berdasarkan informasi dari panitia acara, akan ada penambahan stok beras.

Atraksi Maena Rohani (Foto: Noni Telaumbanua)

Beras yang dijual tersebut, memang disediakan pemda Nias Selatan bekerjasama dengan Bulog. Namun, beras itu dijual lebih murah dari harga yang sebenarnya. Bila biasanya dihargai Rp. 10.000 per kilogram, di Pasar Natal, panitia menjualnya dengan harga Rp 6.7000 per kilogram saja.

Dampak positif acara itu juga dinikmati oleh warga yang berjualan. Misalnya, seperti diungkapkan pemilik Rumah Makan Merlin. Acara Pasar Natal tersebut dinilai menyebabkan kota Teluk Dalam menjadi ramai, meriah, sekaligus menjadikan dagangan mereka laris.

Soft opening pasar Natal dilaksanakan oleh Bupati Idealisman pada 20 Desember 2011.
Sedangkan grand opening dilaksanakan oleh Wakil Bupati Hukuasa Ndruru pada 21 Desember 2011. Ketua Panitia Pasar Natal Nias Selatan 2011 Arisman Zagötö mengatakan, acara itu akan berlangsung hingga 5 Januari 2012. Pada hari terakhir itu, akan diisi dengan perayaan Natal bersama (Natal Oikumene) seluruh gereja se Kabupaten Nias Selatan.

Berbagai acara digelar bersamaan dengan kegiatan Pasar Natal tersebut. Di antaranya, perlombaaan Maena Rohani, Lomba Busana Adat untuk anak-anak dan remaja, lomba foto bersama sinterklas, dan lomba stand jualan.

Informasi dari panitia juga mengungkapkan, pada 23 Desember 2012, Bupati Idealisman telah menyerahka bingkisan Natal kepada 1.500 Hamba Tuhan (para rohaniawan) dari berbagai denominasi gereja di Nias Selatan. (NT/EN)

Facebook Comments