Darman Manaö, Istri dan Anak Pertama Mereka (Foto: Akun Facebook)

JAKARTA, NIASONLINE – Almarhum Darman Manaö beserta istri dan dua anak mereka akhirnya dimakamkan hari ini. Keempatnya dimakamkan di depan rumah orangtua mereka di Kota Teluk Dalam, Kabupaten Nias Selatan.

“Hari ini dimakamkan di depan rumah orangtuanya di Teluk Dalam,” ujar kerabat keluarga Suasana Manao kepada Nias Online, Rabu (21/12/2011).

Dia menjelaskan, sebelumnya ada permintaan agar keempatnya dimakamkan di Desa Bawömataluo, di desa asal orangtuanya. Namun, menurut Suasana, orangtua almarhum Darman minta agar keempat orang tercintanya itu dimakamkan di depan rumahnya saja.

“Ada permintaan itu agar dibawa dan dimakamkan di Bawömataluo. Tapi Bapak minta agar di sini saja. Bapak tidak mau ‘jauh’ dari orang-orang yang dicintainya,” jelas dia.

Dia juga menjelaskan, keluarga memang sangat sulit menerima kenyataan itu pada awalnya. Terutama ketika keempat jenazah tiba di rumah kemarin (Selasa, 20/12/2011). Namun, secara perlahan keluarga sudah bisa mengikhlaskan kepergian anak-anak mereka.

Seperti diberitakan sebelumnya, almarhum Darman sekeluarga merupakan korban tabrakan maut di jalur Pantura di Indramayu, Jawa Barat pada Sabtu dinihari (17/12/2011) sekitar pukul 01.00 Wib.

Kecelakaan terjadi setelah sebuah bus Sinar Jaya yang berjalan dari arah berlawanan menabrak dan melewati pembatas jalan, kemudian menabrak mobil avanza yang ditumpangi oleh para korban dari arah sebaliknya. Tabrakan itu menyebabkan delapan korban meninggal dunia.

Selain almarhum Darman, tujuh korban meninggal lainnya adalah istrinya Sun Fuliaty (27) dan dua anak mereka, yakni Syalom Manjaniar Manaö (6) dan Gulfan Zefanya Manaö (2). Tiga korban lainnya adalah keponakan dari almarhumah Sun Fuliati yang ingin berlibur di Jakarta. Yaitu, Nuriaman Maulana (5), Nurhayati (36) dan Nur Fitriani (14). Sedangkan satu lagi, Fatieli Waruwu (34) teman dan rekan kerja dari almarhum Darman.

Sementara itu, supir bus Sinar Jaya, Sujai, sudah ditetapkan sebagai tersangka. Namun, sampai saat ini, supir itu masih dalam pencarian pihak kepolisian karena melarikan diri setelah kecelakaan itu.

Pada hari Minggu (18/12/2011), jenazah almarhum Darman dan keluarganya diterbangkan ke Medan. Selanjutnya, dengan menggunakan ambulance di bawa ke Sibolga dan diseberangkan ke Nias Selatan menggunakan kapal ferry. Akhirnya jenazah tiba di rumah pada sekitar pukul 09.00 Wib pada Selasa (20/12/2011).

Almarhum Darman, seperti dikutip dari akun Facebooknya, terakhir bekerja di PT Niaga Sapta Samudera (NSS), sebuah perusahaan perkapalan dengan fokus layanan pada kapal tunda dan tongkang, dengan posisi sebagai master (nakhoda). Almarhum Darman menempuh pendidikan dibidang perkapalan di Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Semarang, Jawa Tengah, selama 2004-2008 dengan bidang spesialisasi bidang nautica.
(EN)

Facebook Comments