Tertangkap Main Judi, Wakil Ketua DPRD Nisel Bakal Disanksi Partainya

Yasonna H. Laoly (Foto: Facebook)

JAKARTA, NIASONLINE – Wakil Ketua DPRD Nias Selatan (Nisel), BL, bakal mendapat sanksi berat dari partainya, PDI-Perjuangan. Hal itu menyusul tertangkapnya yang bersangkutan dalam kasus judi oleh Polres Nisel pada Jum’at (9/12/2011).

“Kami sangat menyesalkan tindakan itu dan itu sangat mempermalukan partai. Dan partai akan mengambil tindakan keras,” ujar anggota DPR RI dari Fraksi PDI-Perjuangan dari daerah pemilihan Pulau Nias Yasonna Laoly kepada Nias Online di Jakarta, Sabtu (10/12/2011).

Dia mengaku mendapat banyak sekali informasi terkait penangkapan tersebut usai penangkapan oleh Polres Nisel, kemarin. Dia menjelaskan, tindakan BL tersebut masuk kategori berat karena yang bersangkutan juga belum lama divonis pidana pada kasus yang berbeda, yakni kasus penganiayaan.

“Harusnya mewakili partai sebagai wakil ketua DPRD itu merupakan etalase partai yang harus dijaga,” tegas Ketua Departemen Badan Kehormatan Dewan Pimpinan Pusat PDI-Perjuangan tersebut.

Sebelumnya, Kapolres Nias Selatan AKBP Leonardus Erick Bhismo, SIK, SH, membenarkan adanya penangkapan empat anggota DPRD Nisel saat sedang bermain judi. Bersama keempatnya, turut ditangkap seorang warga yang juga pemilik warung tempat permainan judi dilakukan.

Informasi dari Setwan DPRD Nisel juga mengkonfirmasi adanya penangkapan tersebut. Keempat anggota DPRD itu adalah BL (dari unsur pimpinan DPRD Nisel), PD dan YH dari unsur pimpinan Ketua Badan Anggaran DPRD Nisel (informasi dari Setwan DPRD Nisel menyebutkan keduanya merupakan unsur pimpinan Badan Legislasi). Dan, FSG dari unsur pimpinan Komisi A DPRD Nisel. Keempatnya, secara berturut-turut berasal dari Partai PDI Perjuangan, Partai Kedaulatan, Partai Sarikat Indonesia dan Partai Patriot.

Penangkapan dilakukan di sebuah warung milik warga di kilometer 2, Jl. Saönigeho, Teluk Dalam pada Jum’at (9/12/2011) sekitar pukul 16.00 Wib. Bersama keempat anggota DPRD tersebut, AS, warga pemilik warung yang juga ikut bermain judi, juga ditangkap.

Penangkapan berlangsung tanpa perlawanan. Dari tempat kejadian perkara (TKP), Polres Nisel menyita kartu judi, sejumlah uang tunai, meja dan kursi tempat bermain judi. (en)

Komentari

goeloe says:

sebagai pemimpin rakyat, seharusnya menampung aspirasi masyarakat. bukan malah mengajari perilaku yang tidak seharusnya dilakukan seorang sebagai wakil rakyat. saya harap para pelaku tersebut bisa di hukum sesuai dengah UU yang berlaku.
terimakasih.

Agus Giawa says:

DPRD adalah sebagai wakil rakyat dan penampung aspirasi masyarakat.
Jadi disini bukan wakil rakyat/penampung aspirasi masyarakat malah mengajak masyarakat Nias Selatan untuk melakukan hal yang tidak benar.
Saya sebagai Putra Nias Selatan yang Kuliah diluar Nias sangat Malu mendengarkan berita ini dan sangat kecewa kepada DPRD Nias Selatan yang telah diberi kepercayaan sepenuh_a oleh Masyarakat Nias Selatan untuk menjadi wakil/penampung aspirasi Masyarakat Nias Selatan.
Ini salah satu perbuatan yang memalukan sekali.
Saya harap kepada penegak hukum supaya mereka ini yang tertangkap main judi supaya diproses sesuai dengan aturan yang berlaku di Negara Indonesia yang kita Cintai ini. Trims.
Yaahowu Fefu.
Nias Bangkit..
Nias Sejahtera.

fardin laia says:

sebenarnya Anggota DPRD ini, sebagai perwakilan rakyat daerah, atau perwailan judi, sunguh memalukan..!
kami juga sebagai putra daerah Nisel yang kuliah di luar daerah nias sangat kecewa dan malu atas kejadian ini, massa DPRD kita sebagai bahan pembicaraan mahasiswa dari daerah lain, benar – benar’ kami sangat malu punya DPRD yang seperti ini. dan kalau sudah seperti ini kapan majunya Pulau nias atau Nisel pada khususnya, semoga patologi birokrasi yang seperti ini tidak terulang lagi, atau kedapatan pada diri anggota birokrat kita yang lain.
kami himbau juga kepada para penegak hukum untuk lebih membangun komunikasi antara masyarakat untuk mencari tempat – tempat yang di jadikan sebagai tempat perjudian, karena menurut saya masih banyak tempat – tempat lain yang masih belum ketahuan, jadi yang paling tahu soal ini adalah tentu masyarakat itu sendiri, semoga komunikasi antara para penegak hukum dengan masyarakat kita, dapat terjalin dengan baik.Ya’ahowu fefu……!!!!

Firman Z Hulu says:

Sepertinya masyarakat Nisel salah pilih anggota DPRD lagi nih, Kecolongan,hati hati di pemilihan yad, jangan karna banyak uang, akhirnya terpilih jadi Wakil Rakyat di DPRD, sekarang boro boro memperjuangkan aspirasi masyarakat Nisel, menyelamatkan diri sendiri belum tentu bisa, di gaji dari uang rakyat lagi, harapan kita hanya 4 orang ini saja, yang lain tidak demikian (harapan masyarakat),anggota DPRD yang lain mudah mudahan bisa mengendalikan diri, supaya menjadi contoh yang baik bagi masyarakat nisel khususnya dan Nias pada umumnya.Terimakasih