Budidaya sayur' (Foto: bisnisukm.com)

NIAS SELATAN, NIASONLINE – Pemerintah Nias Selatan (Nisel) sedang menggalakkan usaha agrobisnis di wilayahnya. Targetnya, dalam enam bulan mendatang, Nisel sudah bisa memenuhi kebutuhan sayur mayur secara mandiri dan tidak lagi bergantung pada sayur yang didatangkan dari luar Pulau.

“Kami juga sedang mengembangkan agro industri untuk produksi sayur mayur. Untuk akselerasi program ini, saya bicara dengan SKPD Dinas Pertanian. Bikin kontrak dengan waktu enam bulan. Dalam waktu enam bulan tidak lagi impor sayur dari luar Nisel,” ujar Bupati Nisel Idealisman Dachi beberapa waktu lalu di rumah dinasnya di Teluk Dalam, Nisel.

Bupati Idealisman menjelaskan, saat ini sayur mayur untuk kebutuhan wilayahnya diimpor, di antaranya dari Sibolga dan Kabanjahe. Impor sayur itu, menurut dia, sesuatu yang aneh mengingat wilayah Nisel sendiri adalah tanah yang subur dan dengan iklim yang mendukung untuk menghasilkan sayur mayur.

Dia menjelaskan, program agro bisnis itu sebenarnya sudah berjalan tiga bulan sebelumnya. bahkan sudah dilakukan panen perdana. Adapun lokasi kegiatan agrobisnis itu adalah Kecamatan Lölöwau, Hilimegai dan Lölömatua. Produk yang dihasilkan di antaranya, cabe, pakis, timun, kol dan sayur putih.

“Ke depan ini, kami ingin realisasinya lebih cepat. Di sini pasarnya jelas. Dan kita jamin juga kepada para petani. Berapa pun produksinya pemerintah jamin , tidak satu ikatpun terbuang/busuk. Akan dibeli pemerintah. Bisa jual ke pasar langsung, kalau tidak laku bisa jual ke pemerintah,” kata dia.

Dia mengatakan, untuk tahap awal, fokus program agrobisnis itu difokuskan di tiga kecamatan itu. program itu melibatkan 10 kelompok tani. (EN)

Facebook Comments