Petani Sedang Menderes Karet/Antara

JAKARTA, NIASONLINE – Sejumlah warga di Kabupaten Nias Selatan mengeluhkan penurunan drastis harga karet di wilayah itu. Penurunan harga itu dinilai makin mempersulit keadaan ekonomi mereka, apalagi menjelang akhir tahun dimana harga barang justru melambung.

“Harga karet turun drastis, kami tidak tahu kenapa. Saat ini kisaran harga Rp 7-9 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp 14-15 ribu per kilogram,” ujar Yunus, salah satu warga dari Kecamatan Lölömatua, Nias Selatan kepada Nias Online, kemarin.

Informasi serupa juga diperoleh dari Kecamatan Fanayama di Nias Selatan. Di wilayah itu, berdasarkan informasi dari warga, harga karet turun menjadi sekitar Rp 9 ribu per kilogram dari sebelumnya berkisar Rp 14-15 ribu per kilogram.
Keadaan itu diperburuk dengan cuaca hujan yang terus menerus mengguyur wilayah itu selama sebulan ini.

“Sudah harganya turun, sudah sebulan ini hampir tidak bisa menderes karet sama sekali karena cuaca hujan terus. Di sini hidup jadi lebih sulit,” kata Yunus.

Yunus berharap, pemerintah, khususnya pemerintah daerah melakukan sesuatu untuk mengatasi masalah itu. Sebab, selama ini pihaknya sangat bergantung pada pemasukan dari hasil produksi getah karet. Sementara pada saat yang sama, saat ini sudah memasuki bulan Desember, yang biasanya membutuhkan banyak pengeluaran karena berbagai kegiatan terkait perayaan Hari Natal. (EN)

Facebook Comments