Wakil Bupati Nias Selatan Hukuasa Ndruru (foto: Etis Nehe)

JAKARTA, NIASONLINE – Pemerintah Kabupaten Nias Selatan (Pemkab Nisel) kembali akan mengirimkan 150 putra-putri terbaik daerah itu untuk kuliah di berbagai jurusan di sejumlah universitas di tanah air. Program itu merupakan kelanjutan program yang sudah berjalan tahun ini berupa penguliahan 20 calon dokter di Universitas Methodist, Medan dan 37 lainnya di berbagai jurusan di Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta.

“Tahun depan, 150 orang lagi kami utus untuk kuliah. Itu total dari berbagai jurusan. Termasuk calon dokter sehingga menambah jumlah yang tahun ini baru saja memulai perkuliahan mereka,” ujar Wakil Bupati Nisel Hukuasa Ndruru di sela Pertemuan Pusat dan Daerah Penguatan Kelembagaan Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) di Birawa Assembly Hall, Hotel Bidakara, Jakarta, Selasa (15/11/2011).

Dia menjelaskan, untuk program itu, tahun depan Pemkab Nisel mengalokasikan anggaran sebesar Rp 120 miliar. Dia menjelaskan, selain menggandeng universitas yang sudah bekerja sama dengan Pemkab Nisel, pihaknya juga sedang menjajaki peluang ke universitas lainnya. Di antaranya, Universitas Indonesia (UI).

Sebelumnya, ketika bertemu dengan Tim Dokumentasi dan Advokasi Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) pada 30 Oktober 2011 lalu di ruang kerjanya, Hukuasa mengatakan, pihaknya juga memrogramkan penyekolahan para dokter dan tenaga medis lainnya ke tingkat paska sarjana dan bahkan doktoral.

Semua mahasiswa yang dibiayai tersebut, kata dia, bila sudah selesai, akan kembali mengabdi di Nisel. Mereka juga dijanjikan akan diangkat menjadi pegawai negeri sipil (PNS). Dengan demikian, ke depan, Nisel akan memiliki cukup sumber daya manusia, dengan berbagai keahlian.

Bahkan, beberapa waktu lalu, Bupati Nisel Idealisman Dachi, kepada Nias Online mengatakan, khusus tenaga dokter, setelah lima tahun mendatang, setiap kecamatan akan memiliki 4-5 tenaga dokter tetap. Tidak lagi tergantung pada pengiriman tenaga dokter PTT yang sifatnya tidak permanen dan paling lama berada di sana sekitar 6 bulan saja. (EN)

Facebook Comments