MEDAN – Kabupaten Nias Selatan akan menjadi pusat Gebyar KB Kepulauan yang akan digelar Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sumatera Utara, pada Desember 2011 mendatang. Ini untuk mensukseskan dan mempercepat pelaksanaan Program Keluarga Berencana (KB) di daerah tersebut.

Kepala BKKBN Sumatera Utara, Nofrijal mengatakan, kegiatan tersebut rencananya akan dihadiri Menteri Koordinator Bidang Kesra, Aster Panglima TNI dan Kepala BKKBN Pusat. “Dengan pertimbangan waktu, kemungkinan pada bulan Desember ini kita akan menyelenggarakan Gebyar KB Kepulauan yang dipusatkan di Nias Selatan,” katanya saat membuka pertemuan pemantapan komitmen penggarapan bersama KB wilayah kepulauan, Selasa (8/11/2011).

Pada kesempatan itu dia menyebutkan, pihaknya akan mengalokasikan dana sebesar Rp 700 juta – Rp 1,2 miliar untuk kabupaten/kota. Dukungan dana tersebut, katanya, juga digunakan untuk orientasi tokoh masyarakat, orientasi provider, dan orientasi kader pengelola KB tingkat pedesaan. Selain itu, lanjut Nofrijal, BKKBN juga akan melakukan promosi massive pengunaan IUD (Intra Uterine Device), sebagai alat kontrasepsi yang efektif di seluruh kecamatan, dan dukungan pembiayaan pelayanan KB MKJP (metode kontrasepsi jangka panjang), termasuk menghadirkan tenaga ahli.

Sementara itu, Kabid KS/PK A Sofian Rangkuti, mengatakan, berdasarkan UU No 22 Tahun 1999 tentang Pemerintah Daerah dan PP No 25 Tahun 2000 tentang Daerah Otonomi, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara telah mengeluarkan Perda No 31 Tahun 2001 sebagai dasar kabupaten/kota membentuk dinas terkait kependudukan.

“Tujuan dilaksanakannya penggarapan KB wilayah kepulauan untuk meningkatkan akses, kualitas pembinaan, dukungan, kesertaan, dan penyediaan saran dan prasarana pelayanan melalui peningkatan kompetensi bagi provider pelayanan KB khususnya di daerah wilayah kepulauan,” jelasnya.

Berdasarkan data Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Provinsi Sumatera Utara menunjukkan tingkat pencapaian peserta KB baru di wilayah Kabupaten Nias berkisar 59,4 persen. Dilanjutkan Kabupaten Nias Selatan dengan persentase 52,4 persen, Gunung Sitoli berkisar 31,9 persen, Nias Utara 24 persen dan Nias Barat hanya 12,9 persen.

Sumber: Waspada Online

Facebook Comments