Bahas Rencana Investasi, Bupati Nisel Ke China

Monday, November 7, 2011
By susuwongi

Logo Kabupaten Nias Selatan

JAKARTA, NIASONLINE – Pemerintah Kabupaten Nias Selatan (Nisel) terus mengakselerasi berbagai upaya memajukan wilayahnya. Di antaranya, termasuk menjajaki kemungkinan kerjasama investasi dengan pihak asing.

“Tanggal 4-10 November ke China untuk tujuan itu. Pihak Swasta dan pemerintah China mengundang ke sana untuk keperluan membicarakan rencana investasi di Nisel,” ujar Bupati Nisel Idealisman Dachi kepada Nias Online di rumah dinasnya di Teluk Dalam, Nisel, Selasa (1/11/2011).

Sebelumnya, delegasi investor China, dari The Nanyang Dahua Mining Investement Group, juga telah mendatangi Kota Gunungsitoli, pada 22 Agustus 2011. Perusahaan itu juga menjajaki investasi di bidang batubara.

Dia juga mengungkapkan adanya minat investor di bidang perkebunan kelapa sawit di Nisel. Calon investor sudah ada dan sedang dalam tahap pematangan untuk persiapannya. Dalam waktu dekat, kata dia, tim dari calon investor tersebut akan datang ke Nisel untuk membahas berbagai hal, termasuk pembebasan lahan.

Dia belum bersedia menyebut nama calon investor tersebut, namun memastikan berasal dari salah satu perusahaan nasional di bidang perkebunan kelapa sawit. Adapun wilayah yang akan dijadikan kawasan perkebunan kelapa sawit, yakni di Kecamatan Maniamolo, Kecamatan Fanayama, Kecamatan Amandaya dan Kecamatan Lahusa.

Selain itu, ungkap dia, juga ada keinginan investor asal Australia untuk berinvestasi dalam bentuk perhotelan di Nisel. Pihaknya baru saja bertemu dengan calon investor tersebut. Tim dari Australia akan diturunkan ke Nisel pada bulan depan.

Adapun lokasi yang potensial untuk rencana investasi itu, kata dia, adalah Teluk Dalam dan di kepulauan Pulau-Pulau Batu. (EN)

2 Responses to “Bahas Rencana Investasi, Bupati Nisel Ke China”

  1. 1
    nosabarhati ndruru Says:

    INVESTOR HANYA PIKIR UANG
    Benarkah para investor bodoh?? Bodoh sit tidak. Mereka kan para spesialis yang sangat terdidik. Kalau toh mereka dituduh bodoh, itu harus dimengerti dalam arti, bahwa mereka telah kehilangan wawasan yang menyeluruh.
    Gambaran tentang para investor adalah pahlawan. Sehingga mereka sangat dibanggakan dan dipuji. Orang yang memuji mereka pun mendapat keuntungan dari hal yang para investor lakukan. Sedangkan masyarakat di daerah investasi hidup dalam penderitaan dan kesenjangan kesejahteraan. Karena mereka yang tidak pernah sekolah hanya melihat dari jauh orang-orang yang menikmati hasil kekayaan sumber daya alam mereka sendiri. Sungguh disayangkan jikalau hal ini terjadi. BAGAIMANA PEMDA mengatasi hal ini agar tidak terjadi kesenjangan kesejahteraan.?????? Contohnya dapat kita lihat dalam kasus PT. Freeport di Papua.
    Daerah berpotensi akan kekayaan alam merupakan anugerah Tuhan kepada masyarakat di daerah tersebut. Merekalah yang menikmatinya bukan orang asing atau para investor. Penarikan para investor harus memperhatikan masalah-masalah realita di tengah masyarakat.
    Para investor kurang wawasan akan realitas. Hal inilah yang harus diantisipasi setiap kepala daerah. Karena mereka mereka hanya dididik dibidangnya secara spesialisnya sehingga menjadi seorang profesionalis. Mereka diasyikkan dengan nilai-nilai uang, dan cenderung berpikir jangka pendek dan tidak memikirkan nilai-nilai kemanusiaan. Mereka hanya dididik untuk mengorientasikan pikiran mereka besar-besaran, bagaimana daerah investasi member keuntungan berlipatkaliganda kepada mereka.
    Memang uang adalah esensial untuk para investor. Sayangnya, uang hanya dilihat dan dipahami secara abstrak. Mereka tidak melihat uang dalam kaitannya dengan REALITAS SOCIAL. Yang selalu ada adalah BAGAIMANA DAERAH INVESTASI DAPAT MEMBERIKAN UNTUNG SAMPAI BERMILIAR-MILIAR BAGI MEREKA.
    Tujuan penarikan investor harus dikembalikan pada kebutuhan masyarakat secara menyeluruh yang sesungguhnya. Mereka harus dikenalkan dengan masalah-masalah social di daerah investasi dimana mereka harus mengutamakan kesejahteraan manusia di atas segala jumlah besaran keuntungan bagi mereka.
    Kalau hal ini dilalaikan akan memicu pergolakan dalam masyarakat nias selata, timbulnya berbagai masalah yang seharusnya tidak terjadi.
    Untuk itu saya berharap kepada kepala daerah Nias Selatan beserta jajarannya untuk selalu mempertimbangkan kesejahteraan masyarakat Nias Selatan dalam pengambilan setiap keputusan termasuk penarikan para investor untuk berinvestasi di Nias Selatan. Nias Selatan MILIK MASYARAKAT NIAS SELATAN, KEKAYAAN ALAM ANUGERAH TUHAN BAGI MEREKA, UNTUK ITU, MASYARAKAT NIAS SELATANLAH YANG HARUS MENIKMATINYA BUKAN PIHAK ASING. YAAHOWU

    NOSABARHATI NDRURU
    DESA TUINDRAO
    KEC AMANDRAYA KAB NIAS SELATAN

  2. 2
    Jul H Daeli Says:

    Luar biasa, maju terus!

    Investasi harus dipahami sebagai peluang, bukan ancaman.
    Mengandalkan kekuatan intenal dalam membenahi Nias sepertinya merupakan hal yang amat sulit, akan tetapi dengan adanya investasi, harapan untuk mewujudkan kebangkitan Nias dapat dicapai, tentu saja kepada para pemegang amanat rakyat harus berhati-hati dalam melakukan kontrak kerja sama apalgi bila itu berbentuk kerja sama jangka panjang.

Leave a Reply

Comment spam protected by SpamBam

Kalender Berita

November 2011
M T W T F S S
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930