Gunungsitoli, (Analisa). Indonesia dan Thailand merupakan sahabat baik, apalagi sesama negara Asean. Terlebih beberapa hari lalu telah ada pertemuan perdana menteri Thailand dengan Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) selama enam jam di Indonesia, banyak yang dibahas tentang hubungan kerjasama antara Thailand dan Indonesia termasuk investasi perdagangan.

Demikian disampaikan Duta Besar Thailand di Indonesia Thanatip Upatising saat berkunjung di Pulau Nias. Dubes disambut pemerintah Kabupaten dan Kota se Kepulaun Nias di Pendopo Bupati Nias secara adat. Selasa, (13/9).

“Sangat sulit untuk sampai di Nias, hal ini terbukti sempat tertundanya keberangkatan kami dari Bandara Soekarno-Hatta hendak menuju Pulau Nias, namun hal itu hilang dengan berbagai penyambutan-penyambutan kami sesampai di Pulau Nias. Walaupun saya tidak lahir di Nias namun saya sangat apresiasi pada penyambutan-penyambutan yang dilakukan,” katanya.

Jajaki Perkebunan Karet

Dubes berharap kunjungan mereka di Pulau Nias tersebut dapat bertemu dengan seluruh kepala daerah se Kepulauan Nias, terlebih diskusi tentang Perkebunan Karet di Pulau Nias yang sedang mereka jajaki di Pulau Nias.

Dia merasa kagum kepada Walikota Gunungsitoli Drs Martinus Lase MSP yang begitu banyak bercerita tentang Nias dan Gunungsitoli dan berharap banyak untuk mendukung membangun Nias dan hal yang sama juga Bupati Nias Drs Sokhiatulo Laoli MM saat bertemu dengannya.

Pada kesempatan itu, Dubes Thanatip Upatising juga menjelaskan kehadirannya di Pulau Nias turut didampingi, Minister Counselor Office Of Agricultura Affair Royal Thai Embassy Jakarta, Choomjet Karnjanakesorn, Senior Vice Prisident and General Manager Bangkok Bank Publik, Chalit Tayjasanant dan Direktor PT Sri Trang Lingga Palembang Mr Chaikrit Rattana.

Bupati Nias Drs Sokhiatulö Laoli MM mewakili kepala daerah se kepulaun Nias menyambut baik atas kedatangan duta besar Thailand ke Pulau Nias dan merupakan sebuah kehormatan dan perhatian besar bagi masyarakat Nias.

Ia berharap hubungan kerjasama tersebut semakin meningkat antara Indonesia dan kerajaan Thailand yang sudah baik selama ini.

Kemudian, ia mengatakan Pulau Nias yang terpisah dari daratan sumatera terkesan dan terisolir dari berbagai aktivitas, sehingga akselerasi pembangunan di berbagai aspek kehidupan sangat jauh tertinggal dengan daerah lain. Sementara potensi Sumber Daya Alam yang dimiliki Pulau Nias sangat besar terutama, perkebunan, perikanan dan pariwisata. Sehingga seluruh pemeritahan yang ada di Kepulaun Nias lebih memaju pertumbuhan ekonomi sehingga masyarakat lebih sejahtera.

Bupati Nias menyadari tanpa adanya investasi tidak akan mungkin pertumbuhan ekonomi tidak akan terwujud. Oleh karena kehadiran duta besar Thailad di Pulau Nias merupakan salah satu peluang untuk berinvestasi di Pulau Nias. (kap)

Sumber: Analisa Daily – Senin 19 September 2011.

Facebook Comments