*Niat hati merantau dari Nias untuk mencari kehidupan lebih baik, seorang warga Nias justru menemui ajal di Rohul. Ia tewas hanyut di Sungai Sosa.

Riauterkini – PASIRPANGARAIAN – Personil dari Polsek Tambusai, Kabupaten Rokan Hulu, dibantu puluhan masyarakat Dusun Tobat Desa Tambusai Timur, Senin (12/9/11) sekitar pukul 11.15 WIB, menemukan sosok mayat yang dikabarkan hilang oleh keluarganya.

Ungkap Kepala Polres Rokan Hulu AKBP Yudi Kurniawan SIK,M.Si, kepada Riauterkini, pada Ahad (11/9/11) kemarin sekitar pukul 16.00 Wib, warga asal Nias Sumatera Utara, Taha Harefa (45), menetap di Dusun Tobat, Desa Tambusai Timur, dikabarkan hanyut dan tenggelam di Sungai Sosa, bersama belanjaannya oleh pihak keluarga.

Katanya, sehabis belanja beras dan sejumlah kebutuhan pokok dari pekan Minggu di desa tetangga, yakni DK IV Desa Suka Maju Kecamatan Tambusai. Korban bersama anaknya, Sofi Harepa (13), bermaksud pulang ke rumahnya di Dusun Tobat dengan cara berenang menyeberangi Sungai Sosa yang saat ini sedang surut, dengan lebar sungai sekitar 20 meter dengan kedalaman sekitar 3 meter. Atau pada musim banjir, kedalaman mencapai 20 meter.

“Diduga korban kelelahan saat menyeberang sungai, sehingga ia hanyut dan tenggelam terbawa arus. Kata anaknya korban dua kali menyeberang sungai dengan membawa belanjaannya,” kata Kapolres Yudi, di Pasirpangaraian, Senin.

Dilain tempat, Kapolsek Tambusai AKP Barzawi, dikonfirmasi Riauterkini via telepon selulernya mengatakan, mengetahui Bapaknya hanyut dan tenggelam, anak korban, tak bisa berbuat banyak, hanya menangis di tepi sungai.

“Kita baru terima laporan pukul 19.00 Wib. Kita kerahkan personil dibantu masyarakat setempat, dengan menggunakan alat dan penerangan seadanya untuk mencari korban pada malam tadi,” katanya.

Barzawi menambahkan, pencarian korban dihentikan malam tadi, dan dilanjutkan pada Senin pagi, masih dibantu masyarakat yang memang ahli menyelam. Dan sekitar pukul 11.15 Wib, korban ditemukan seratus meter di hilir Sungai Sosa, menyangkut di sebuah ranting kayu yang melintang.

Saat ditemukan, tubuh korban masih dalam keadaan utuh, tanpa diganggu ikan atau binatang lainnya. Pun, pakaian yang digunakan korban masih melekat ditubuhnya. Usai ditemukan, walau ada penolakan dari keluarga, Polisi membawa korban ke Puskesmas Dalu-dalu Tambusai untuk dilakukan visum.

Dari informasi warga setempat, diketahui korban sudah lama menetap di desa ini. Sekitar 7 tahun mengurus kebun milik majikannya. Memang ada pelayangan disana, namun kebiasaan warga disini, mereka menyeberang sungai dengan cara berenang di sungai dalam tersebut.

Sebagian warga disana memiliki sampan untuk menyeberang dan mencari ikan, namun tidak ditambangkan. Begitu pun letak pelayangan jauh dari lokasi yang biasa digunakan warga untuk menyeberang.

“Kita sudah himbau kepada masyarakat disana. Kalau air naik, jangan lah menyebrang dengan berenang, tapi gunakan lah pelayangan yang sudah ada. Walau jauh, kan aman menyeberang lewat pelayangan,” harap Barzawi.***(zal)

Sumber: Riau Terkini – Senin 12 September.

Facebook Comments