Omo Hada di Bawömataluo (Foto: Etis Nehe/www.niasonline.net)

Bawömataluo, Nias Online – Sebanyak 15 Tim Ahli dari sejumlah universitas Jepang dan Universitas Gadjah Mada (UGM) melakukan survei komprehensif lanjutan terhadap kondisi Omo Sebua di Desa Bawömataluo, Kecamatan Fanayama, Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara.

Tim ahli dari Jepang, terdiri dari Dr. Koji Sato dari museum etnologi Osaka, seorang ahli di bidang antropologi budaya. Dr. Yasufumi Uekita dari Tsukuba University, seorang ahli di bidang heritage/peninggalan bangunan purba. Dr. Kunihiko Ono, dari Cyber University, seorang ahli sejarah arsitektur terutama bangunan dari batu.

Kemudian, Dr. Kazuhiko Nitto dari Tokyo University of Arts, seorang ahli di bidang konservasi dan restorasi bangunan dan Dr. Toshikazu Hanazato dari Mie University, seorang ahli konstruksi bangunan, khususnya bangunan kuno. Tim Jepang didukung oleh Takayuki Sui untuk rekam grafis dan dokumentasi. Juga dua mahasiswi paska sarjana jurusan arsitektur dari Mie University, Ms. Akaki Nakatani dan Ms. Sachiho Hanazato.

Sedangkan tim dari UGM adalah Direktur Graduate Programme dan Architecture and Tourism Plann UGM Ir. T. Yoyok Wahyu Subroto, M. Eng, PhD, seorang ahli antropologi arsitektur, yang juga ketua tim ahli kedua negara tersebut. Juga ada Dr. Eugenius Pradipto, seorang ahli konstruksi dan teknologi kayu. Dr. Diananta Pramitasari seorang ahli di bidang perilaku manusia dalam kaitan dengan arsitektur, Ismudiyanto Ismail, seorang ahli di bidang konservasi dan preservasi sejarah arsitektur. Tim UGM dibantu dua asisten, yakni Arief Isrefidianto dan Tri.

Setiap anggota tim melakukan pemeriksaan sesuai keahliannya pada bagian-bagian Omo Sebua. Ada yang memeriksa kondisi seluruh tiang rumah, ada yang memotret seluruh kondisi kayu pada bagian atas (mbumbu) dan juga ada yang melakukan uji micro tremors di bagian lantai dan juga struktur kayu di bagian atas.

Untuk uji micro tremors, tim membawa peralatan canggih portable berupa komputer khusus dan peralatan pendeteksi getaran. Beberapa melakukan pendokumentasian lain, di luar Omo Sebua. Termasuk melakukan sejumlah wawancara kepada warga desa.

Survei Komprehensif Mendetil

Dalam paper survei tersebut yang dikeluarkan oleh Tim Mie University dijelaskan, survei ini merupakan kelanjutan dari survei komprehensif sebelumnya atas berbagai kerusakan, pengukuran micro tremors dalam bangunan rumah dan juga di permukaan tanah dan pengamatan serta survei material dari kondisi struktur bangunan.

Tim Penguji Micro Tremors dengan perangkatnya (Foto: Etis Nehe/www.niasonline.net)

Pada survei kedua ini, survei dilakukan secara mendetail yang meliputi investigasi geoteknik, pengukuran mendetail micro tremors, analisis struktur, dan survei material.

Investigasi geoteknik bertujuan untuk mengetahui kondisi tanah yang sangat penting untuk simulasi gerak tanah dan analisis stabilitas fondasi pada saat terjadi gempa bumi. Pengukuran micro tremors untuk mengetahui karakter dinamis fondasi bangunan dan tanah. Pada struktur analisis, bertujuan mengetahui respons bangunan terhadap input gerakan gempa bumi yang dianalisis sebagai alat untuk mengklarifikasi akibat-akibat dari kerusakan akibat gempa dan untuk mengetahui kemungkinan kerusakan di dalam struktur (inner structure) . Sedangkan survei material digunakan untuk analisis model berdasarkan atas hasil pengujian material sampel.

“Seluruh aktifitas survei ini, dari survei kerusakan, dipusatkan pada pendokumentasian kerusakan yang pada akhirnya ditujukan pada penciptaan desain restorasi bangunan,” seperti dikutip dari paper tersebut

Metode survei serupa sebelumnya dilakukan pada Candi Prambanan di Yogyakarta dan Parthenon di Yunani.

Sementara itu, Yoyok menjelaskan, sebelumnya mereka berencana ke Toraja, tapi kemudian mereka diarahkan ke Nias Selatan.

“Survei yang dilaksanakan di Omo Sebua itu, semacam medical check-up untuk memastikan kondisi terkini bangunan bersejarah tersebut,” ujar Yoyok kepada Nias Online di Desa Bawömataluo, Kecamatan Fanayama, Kab. Nias Selatan, Jum’at (5/8/2011).

Dia menjelaskan, dari hasil sementara, ditemukan beberapa kerusakan pada bangunan Omo Sebua. Selain kerusakan yang tampak di dalam Omo Sebua, tim juga menemukan ada kerusakan pada struktur kayu pada puncak (mbumbu) bangunan rumah karena dimakan sejenis serangga.

Tim akan melanjutkan survei pada esok hari. Selanjutnya, sesuai rencana, survei akan dilanjutkan di Omo Sebua di desa lain, diperkirakan di Desa Hilinawalö. (EN)

Facebook Comments