Kementerian Keuangan Tidak Ingin Jumlah PNS Ditambah

Wednesday, July 27, 2011
By susuwongi

JAKARTA, NIASONLINE – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) tidak ingin jumlah Pegawai Negeri Sipil (PNS) ditambah. Namun Kemenkeu ingin kesejahteraan PNS ditingkatkan dengan meningkatkan penghasilan.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Bambang Permadi Soemantri Brojonegoro mengatakan saat ini anggaran Kementerian banyak terpakai untuk belanja belanja pegawai. Oleh karenannya wacana penambahan jumlah PNS dinilai harus dikaji ulang.

“Karena konsekuensinya langsung kepada anggaran, kepada belanja pegawai, yang kita tidak inginkan adalah bertambah terus menerus,” ujar Bambang di Jakarta, Rabu (27/7/2011).

Bambang menilai pemerintah harus meningkatkan kualitas PNS dibandingkan dengan kuantitasnya. Salah satu cara meningkatkan kualitasnya, katanya, adalah dengan penambahan kesejahteraan.

“Bukan tambah orangnya, tapi menambah penghasilan dari PNS yang ada,” jelas dia.

Dia menjelaskan saat ini sebagian besar PNS masih di bawah garis strata kesejahteraan yang diharapkan oleh pemerintah. Untuk itu dia menilai hal tersebut perlu dijadikan prioritas untuk ditingkatkan.

“Jadi mungkin jawabannya bukan down-sizing tapi right-sizing,” jelas dia.

Bambang juga mengatakan, saat ini muncul banyak pertanyaan terkait kondisi ideal jumlah PNS di Kementerian Lembaga. Untuk itu dia mengusulkan adanya skema yang mengatur jumlah PNS.

“Memang perlu ada semacam kontrol terhadap jumlah PNS,” tandasnya.(BN10)

Sumber: Bappenasnews.com

One Response to “Kementerian Keuangan Tidak Ingin Jumlah PNS Ditambah”

  1. 1
    Fusö Newali Says:

    Setuju. Kunci pengelolaan dana negara adalah efisiensi belanja rutin termasuk efisiensi PNS. Kalau dalam 2-4 tahun kedepan, Nias belajar akan efisiensi ini dan bukan menumpuk jumlah pegawai dengan membuka Lowongan PNS, saya yakin akan ada kemajuan yang significant disana.

Leave a Reply

Comment spam protected by SpamBam

Kalender Berita

July 2011
M T W T F S S
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031