PAD Minus Terus, Daerah Pemekaran Akan Dilebur Kembali

Thursday, June 23, 2011
By susuwongi

Pramono Anung/Sriwijayapost

JAKARTA, NIASONLINE – Wakil Ketua DPR RI Pramono Anung menegaskan, ke depan tidak tertutup kemungkinan ada sejumlah daerah pemekaran yang akan digabungkan kembali dengan daerah induknya. Salah satu indikatornya, bila pendapatan asli daerah (PAD) daerah itu tetap negatif.

“Kalau PADnya negative terus, tidak tertutup kemungkinan daerah itu demerger kembali dengan daerah induknya,” ujar Pramono usai rapat konsultasi antar pimpinan DPR dengan Presiden di Istana Negara di Jakarta, Kamis (23/6/2011).

Dia mengungkapkan, hasil evaluasi sementara ini, banya daerah hasil pemekaran yang tidak kunjung mandiri memenuhi kebutuhan daerahnya. Akibatnya, terus menerus mengharapkan subsidi pemerintah pusat. PAD minus terus dan kualitas SDMnya tidak menunjang.

Sementara itu, Presiden SBY menilai, perlu ada grand strategy pemekaran wilayah melalui UU Pemda. Harapannya, agar pemekaran pada akhirnya tidak meninggalkan bom waktu.

Presiden SBY juga mengungkapkan ‘kengerian’nya mengingat saat ini jumlah usulan daerah otonomi baru sangat banyak, yakni mencapai 178 daerah otonomi baru. Dia merinci, 33 di antaranya adalah usulan pementukan provinsi baru. Sisanya, usulan kabupatan/kota baru.

“Saya pun merasa ngeri membayangkan kalau Indonesia 33 propinsi lagi,” jelas dia dalam jumpa pers usai rapat konsultasi itu.

Salah satu daerah yang paling banyak dimekarkan selama ini adalah Pulau Nias. Dari semula hanya satu kabupaten, sekarang telah menjelma menjadi empat daerah kabupaten, yakni Kabupaten Nias, Nias Selatan, Nias Utara, Nias Barat dan Kotamadya Gunungsitoli.

Bahkan, kelima daerah itu, juga telah sepakat mengusulkan Pulau Nias menjadi sebuah provinsi, Provinsi Kepulauan Nias. Usul itu pun telah mendapat persetujuan dalam rapat paripurna DPRD Sumatera Utara beberapa waktu lalu untuk diajukan ke pemerintah pusat.

Apakah kelima daerah itu masih tetap layak sebagai sebuah daerah otonomi, akan dibuktikan oleh evaluasi yang akan terus dilakukan beberapa waktu mendatang. (EN)

Leave a Reply

Comment spam protected by SpamBam

Kalender Berita

June 2011
M T W T F S S
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930