JAKARTA, NIASONLINE – Keseriusan Pemerintah Kabupaten Nias Selatan (Nisel) untuk menata ibukota Kabupaten Nisel, Teluk Dalam, sejauh ini, patut diapresiasi. Kebijakan relokasi para pedagang yang selama ini banyak menggunakan bahu dan badan jalan ke pasar Jepang diikuti kebijakan menyediakan angkutan khusus sehingga muda dijangkau.

Seperti diketahui, posisi pasar Jepang yang berada di kawasan dermaga, Pelabuhan Teluk Dalam memang lebih jauh karena berada di pinggir kota. Untuk sampai ke sana, warga yang hendak belanja, mau tidak mau harus mengeluarkan biaya, sekalipun menggunakan kendaraan sendiri.

“Memang banyak juga masyarakat yang mengeluh karena letak pasarnya jauh di sana. Bayangkan, masa mau belanja sayur senilai Rp 2.000, harus keluarkan ongkos Rp 5.000 dengan naik becak atau ojek. Jadi, kami siapkan dua unit ‘busway’ dengan ongkos Rp 2.000, jauh dekat,” ujar Bupati Nisel Idealisman Dachi kepada Nias Online saat dihubungi melalui telpon selulernya, Selasa (21/6/2011).

Dia menjelaskan, dua unit bus ukuran sedang yang saat ini sudah dioperasikan dengan rute keliling kota secara nonstop dengan salah satu rutenya adalah pasar Jepang, di dermaga. Dia menambahkan, Pemda akan menambah armada bus yang sama menjadi empat unit untuk tujuan yang sama. (EN)