Ketua MK Mahfud MD

JAKARTA, NIASONLINE – Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD mempertanyakan kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terkait maraknya kasus hukum yang tidak jelas penyelesaiannya. Akibatnya, negeri ini, kata dia, terancam mengalami kebangkrutan moral.

“Ini terjadi karena penegakan hukum tidak bergerak. Menurut saya kuncinya satu saja, yakni leadership. Selama ini kita sering diberi jawaban yang terlalu normative bahwa Presiden SBY tidak boleh ikut campur dalam penegakan hukum. Tapi menurut saya, harusnya, untuk penegakan hukum, Presiden itu ikut campur. Dalam penegakan hukum itu justru kewajiban presiden. Kecuali dalam proses peradilan, itu tidak boleh,” ujar Mahfud saat ditemui di Wahid Institute, Jakarta, Jumat (17/6/2011).

Menurut dia, akibat penegakan hukum yang tak tuntas, banyak kasus mengambang. Itu sebuah indikator kegagalan negara. Padahal, kata dia, presiden memiliki kekuasaan tertinggi untuk memerintahkan para penegak hukum di bawah otoritasnya, yakni Kejaksaan Agung dan Polri.

Dia mengaku melihat banyak kasus hukum diambangkan. Bila hal itu terus terjadi, dia yakin, perkiraan banyak orang tentang negara gagal akan betul-betul terjadi. Sebab, tidak adanya penegakan hukum berakibat ketidakadilan dan hilangnya kepercayaan masyarakat terhadap hukum. Hal itu menyebabkan sikap apatisme masyarakat.
Dari sikap apatis kemudian akan meningkat ke pembangkangan. Setelah itu ke pemberontakan. Dia menegaskan, pemerintah harus siap jika masyarakat lelah dengan berbagai ketidakadilan yang mereka saksikan dan rasakan. Dan bila itu sudah memuncak, masyarakat akan mencari jalannya sendiri.

Dia menambahkan, bila aspirasi masyarakat itu tersalur di luar prosedur konstitusi dan saluran-saluran demokratis, akan sangat berbahaya bila tidak dari sekarang dijawab oleh pemerintah.

“Pada saat itu. Jika sudah memuncak, sistem yang ada sudah tidak berlaku, dan diabaikan. Nah, mencari jalan sendiri itulah yang harus dihindari. Karena itu, kita harapkan leadership Presiden harus kembali ditegakkan dengan ketegasan dan keteladan,” tandas dia. (EN)

Facebook Comments