Kode Etik Kepariwisataan Dunia Diadopsi 155 Negara

Saturday, June 11, 2011
By susuwongi

Logo UNWTO/IST


JAKARTA, NIASONLINE – Sekretaris Jenderal United Nations World Tourism Organization (UNWTO) Taleb Rifai mengungkapkan, sejak ditetapkan pada 1991, Kode Etik Kepariwisataan Dunia (Global Code of Ethics for Tourism) sudah diadopsi oleh 155 negara. Kode Etik itu bertujuan memberikan pelayanan terbaik kepada wisatawan yang berkunjung ke setiap negaranya.

“155 negara sudah mengadopsinya. Dengan mengadopsi Kode Etik itu, maka negara bersangkutan bertanggungjawab menerapkannya,” ujar Talib usai pembukaan “Seminar On Tourism Ethics For Asia And The Pacific” di Nusa Dua, Bali, Sabtu (10/6/2011).

Seminar itu akan berlangsung hingga Senin (13/6/2011) dengan diikuti sekitar 160 orang dari perwakilan negara Asia dan Pasifik.

Dia menjelaskan, aplikasi dari pengadopsian Kode Etik itu, jelas dia, dilakukan secara berbeda-beda. Ada yang langsung dicantumkan dalam aturan kepariwisataan, namun, juga ada yang menyelipkannya pada turan terkait lainnya.

Indonesia sendiri, seperti diungkapkan Menteri Pariwisata Jero Wacik, telah bergabung di organisasi di bawah PBB itu sejak terbentuk. Sebagai konsekuensinya, juga bertanggungjawab mengimplementasikan Kode Etik itu.

Berdasarkan penelusuran Nias Online, di situs UNWTO, Kode Etik itu sendiri telah diterjemahkan ke berbagai bahasa negara anggota. Kode Etik dalam bahasa Indonesia, dapat dibaca di sini.
Dan dalam bahasa Inggris, dapat dibaca di sini. (EN)

Leave a Reply

Comment spam protected by SpamBam

Kalender Berita

June 2011
M T W T F S S
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930