JAKARTA, Nias Online – Berbagai cara dilakukan oleh para pejabat atau mantan pejabat untuk menutupi tindakan korupsi pada masa kepemimpinan mereka. Di antaranya, dengan mencalonkan diri terus untuk jadi kepala daerah, mencalonkan anggota keluarganya atau orang-orang yang secara khusus diusung untuk itu. Dengan itu, kasus korupsi mereka dapat dibungkam.

Sinyalemen itu terungkap dalam diskusi “Indonesiaku Dibelenggu Koruptor” di Rumah Makan Warung Daun di Jakarta, Sabtu (4/6/2011).

“Jangan heran kalau ada kepala daerah yang ternyata adalah kerabat, bahkan istri dari kepala daerah sebelumnya. Orang-orang itu sengaja diusung untuk menjaga agar kasus korupsi pada periode sebelumnya tidak terungkap,” ujar Pengamat EKonomi Hendri Saparini yang menjadi salah satu pembicara pada diskusi itu.

Dia menjelaskan, suatu kali menjadi panelis fit and proper test calon gubernur di salah satu daerah. Ternyata, salah satu calon wakil gubernur yang mencalonkan diri adalah gubernur yang sebelumnya telah dua kali menjabat. Sedangkan calon gubernurnya ternyata masih keluarga mereka juga.

Modus lain yang digunakan, kata dia, dengan menyelewengkan kas APBD agar bisa mencalonkan diri pada periode berikutnya.

Sementara itu, Kepala Divisi Monitoring Pelayanan Publik ICE Ade Irawan mengungkapkan, berdasarkan kajian lembaganya, sumber korupsi politik di negara ini adalah apa yang mereka sebut sebagai ‘trio macan’ korupsi. Yaitu, politisi, pengusaha dan birokrat. Keterlibatan mereka, mulai dari pusat sampai ke daerah.

Uniknya, bidang yang selama ini dianggap ‘sakral’ dari tindakan melanggar hukum tersebut, yakni pendidikan dan keagamaan, ternyata juga sudah tidak bisa diharapkan. Kebiasaan korupsi itu, juga sudah menggerogoti kedua sektor itu.

Sementara menurut peneliti LIPI Ikrar Nusa Bakti, tiga entitas yang selama ini pengusutan mereka sulit ditembus oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) adalah TNI, Kepolisian dan Pengadilan. Selain itu, menurut dia, pemilihan umum, mulai dari tingkat pusat hingga ke daerah, juga menjadi sumber terjadinya korupsi di negara ini. (EN/*)

Facebook Comments