Pesawat Wings Air dengan latarbelakang warga pelintas landasan pacu Bandara Binaka, Kamis, 13/5/2011. (Foto: Doc. Nias Online)

JAKARTA, Nias Online – Peningkatan kapasitas dan frekuensi penerbangan di Bandara Binaka sejak beberapa tahun terakhir, ternyata tidak diimbangi dengan peningkatan faktor keselamatan penerbangan oleh pengelola bandara. Landasan pacu bandara itu, yang merupakan kawasan restricted area, justru bebas dilewati oleh sejumlah warga di sekitar bandara menggunakan kendaraan bermotor.

Pengamatan Nias Online pekan lalu di bandara itu, sepertinya sudah menjadi pemandangan biasa menyaksikan warga lalu lalang di landasan pacu bandara itu. Hal itu sebenarnya sudah terjadi sejak tahun lalu. Dalam beberapa kali perjalanan melewati bandara itu, sering melihat lalu lalang warga di landasan pacu itu. Ternyata, sampai saat ini, hal itu masih terus terjadi meski hal itu dilarang dalam berbagai aturan terkait keselamatan penerbangan.

Warga dengan hasil ladang melintas di landas pacu Bandara Binaka, Rabu, 18/5/2011. (Foto: Doc. Nias Online)

Seorang penumpang yang ditemui Nias Online di ruang tunggu bandara mengaku heran kenapa pengelola bandara membiarkan berlalu lalangnya warga di dalam kawasan terlarang bandara tersebut. Padahal, dari depan, ketika masuk ke dalam bandara, hanya penumpang bertiket yang bisa masuk. Namun, di area yang harusnya lebih ketat pengawasannya, justru orang bebas berkeliaran.

“Heran juga dengan sikap pengelola bandara ini. Padahal kan itu sangat berbahaya. Saya sudah lama melihat orang-orang lewat di sana. Harusnya itu dilarang,” ujar calon penumpang asal Kabupaten Nias Barat yang tidak mau disebut namanya.

Pengamatan Nias Online, warga yang biasa lalu lalang di landasan pacu bandara tersebut sepertinya warga yang bermukim di sekitar bandara. Mereka juga memiliki ladang di ujung atau di sekitar bandara. Mereka sering melintas di landasan pacu menggunakan sepeda dayung atau pun sepeda motor dengan membawa hasil ladang. Namun, pintu lain dimana orang bisa keluar masuk melintasi landasan pacu juga terdapat di dekat pangkalan mobil pemadan kebakaran.

Warga yang akan melintasi landas pacu Bandara Binaka menunggu di sebelah mobil pemadam kebakaran karena ada pesawat yang akan mendarat, Rabu, 18/5/2011. (Foto. Doc. Nias Online)

Persoalan lainnya di bandara itu adalah, tidak berfungsinya alat pendeteksi barang penumpang. Peralatan canggih tersebut sudah lama tidak berfungsi sehingga hampir tidak pernah ada pemeriksaan barang penumpang sebagaimana mestinya.

Toilet di ruang tunggu bandara maupun di ruang tunggu pengunjung juga dalam kondisi tidak terawat. beberapa kerusakan ditemukan pada pintu dan terutama pada kran air. Kondisi toilet tersebut sangat tidak sesuai dengan kondisi ruang tunggu bandara yang sebenarnya sudah terlihat agak mentereng karena merupakan bangunan baru. Kerusakan juga mulai terlihat pada plafon gedung dimana sudah ada yang mulai bolong. Padahal, gedung baru tersebut belum lama difungsikan. (EN)

Facebook Comments