Binahati Jalani Sidang Perdana di Pengadilan Tipikor Medan

Monday, May 23, 2011
By susuwongi

JAKARTA, Nias Online – Kasus yang membelit bupati Kabupaten Nias Binahati B Baeha memasuki babak baru. Mulai hari ini, Binahati menjalani status sebagai terdakwa dalam kasus dugaan korupsi dana bantuan bencana alam senilai Rp 3,7 miliar yang disidangkan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). Persidangan dipimpin oleh hakim Suhartanto dengan anggota hakim Rodslowny L Tobing dan Hakim Denny Iskandar.

Pada persidangan perdana ini, mengagendakan pembacaan dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Suwarji dan Anang Supriatna. Dalam dakwaannya, JPU mengatakan, Binahati diduga menyalahgunakan dana bantuan tersebut sejak 2006 hingga 2008 sebesar Rp 3,7 miliar dari Rp 9,4 miliar yang dikucurkan pemerintah. Binahati sendiri mengajukan bantuan dana kepada pemerintah melalui Kementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat sebesar Rp 12,2 miliar.

Dalam paparannya, JPU mengatakan, terdapat dana yang tidak dimanfaatkan, yang oleh terdakwa kemudian dibagikan kepada sejumlah pihak. Di antaranya, anggota DPRD Nias sebesar Rp 205 juta, terdakwa Maulana Santosa sebesar Rp 987 juta, mantan wakil Bupati Nias Temazaro Harefa sebesar Rp 200 juta, Sehati Halawa mendapatkan Rp 100 juta, dan sebesar Rp 1,1 miliar untuk membayar kas pada pos belanja kepala daerah.

Terkait perbuatannya itu, Binahati dijerat dengan Pasal 55 ayat 1 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001. Bersama Binahati, KPK juga telah menetapkan mantan Kepala Bagian Umum dan Perlengkapan Sekretariat Pemerintahan Kabupaten Nias Baziduhu Ziliwu sebagai terdakwa.

Sementara itu, penasihat hukum terdakwa Badrani Rasyid tidak mengatakan, pihaknya akan menyampaikan pembelaan pada saat pemeriksaan materi perkara. Pihaknya juga ingin agar persidangan kasus ini dilakukan dengan cepat.

Persidangan berikutnya diagendakan pada Senin (30/5/2011) untuk mendengarkan keterangan saksi. Selain menjadi pengadilan perdana kasusnya, Binahati juga menjadi pejabat pertama yang diadili di Pengadilan Tipikor wilayah Sumatera Utara tersebut. (EN/*)

One Response to “Binahati Jalani Sidang Perdana di Pengadilan Tipikor Medan”

  1. 1
    towi-towi Says:

    hukuman bagi koruptor adalah hukuman mati….sy dukung kalo koruptor itu untuk dihukum mati aja karena tindakan mereka banyak anak bangsa kelaparan,hilang kesempatan pendidikan, pelayanan kesehatan dan lain-lain. trus keluarganya harus dapat pengasingan dari perintah R.I. agar orang takut korupsi….. no irugi inoto nia sa’ae wa harus latikoi moroi badetolo nia gefe famareta…yaahowu..

Leave a Reply

Comment spam protected by SpamBam

Kalender Berita

May 2011
M T W T F S S
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031