Mulai Tahun Ajaran Baru 2011, Gratis Biaya Pendidikan TK-PT di Nias Selatan

Saturday, May 21, 2011
By susuwongi

Bupati Nias Selatan Idealisman Dachi (Foto: Doc. Etis Nehe)

Teluk Dalam, Nias Online – Terhitung mulai tahun ajaran baru 2011, Pemerintah Daerah Kabupaten Nias Selatan (Nisel) memberlakukan kebijakan baru di bidang pendidikan. Pendidikan di semua jenjang, mulai dari Taman Kanak-Kanak (TK) sampai Perguruan Tinggi (PT) digratiskan dan akan dibiayai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Nisel.

“Mulai tahun ajaran baru tahun ini, pendidikan di semua jenjang, gratis. Kebijakan ini telah disetujui oleh Dewan Perwakilan Daerah (DPRD) Nisel melalui Peraturan Daerah (Perda),” ujar Bupati Nisel Idealisman Dachi kepada Nias Online dalam wawancara eksklusif di rumah dinasnya di Teluk Dalam, Nisel, Senin (16/5/2011).

Dia mengakui, kebijakan itu merupakan implementasi dari janjinya dan pasangannya (Wakil Bupati Hukuasa Ndruru, red) pada masa kampanye pemilihan kepala daerah (Pilkada) akhir tahun lalu.

Dia juga sangat bersyukur karena janji yang kemudian diwujudkan dalam bentuk kebijakan tersebut mendapat dukungan semua pemangku kepentingan, terutama DPRD yang bersepakat dengan Pemda dan menyetujui kebijakan itu menjadi Perda pada 6 Mei 2011.

“Keputusan pada sidang paripurna sangat bulat. Itu sudah menjadi keputusan bersama. Saya pikir Perda ini menjadi langkah awal yang baik dimana hubungan antara legislatif dan eksekutif membangun kebersaman memikirkan untuk mengambil keputusan-keputusan yang kita harapkan. Saya juga menilai DPRD sudah menunjukkan sebuah kepedulian terhadap masyarakat,” jelas dia.

Dia menjelaskan, pendidikan gratis yang selama ini diberikan pemerintah melalui dana bantuan operasional sekolah (BOS) hanya untuk jenjang SD-SMP. Dengan Perda pendidikan gratis tersebut, pendidikan tingkat SMA dan PT juga digratiskan.

Dia menjelaskan, pendidikan gratis itu, khususnya untuk PT, tidak hanya berlaku bagi masyarakat Nisel. Namun, juga akan diberikan bagi mahasiswa dari daerah lain yang berkuliah di Nisel. Dia mengakui, kebijakan itu, oleh beberapa orang dianggap sebagai pemborosan. Namun, dia berpendapat sebaliknya. Dengan pendidikan gratis itu, dan banyaknya yang datang menempuh pendidikan di Nisel, akan menjadi sumber pemasukan.

“Itu yang dilakukan oleh Provinsi Jawa Tengah dan Yogya. Makanya mereka maju. Saya bisa berdebat dengan siapa saja bahwa ini bukanlah pemborosan,” tandas dia.

Dia menjabarkan argumentasinya. Misalkan, 10 ribu orang dari luar berkuliah di Nisel. Bila biaya pendidikan per tahun sebesar Rp 2 juta per orang, maka total biaya yang ditanggung Pemda Nisel dengan penggratisan itu sebesar sekitar Rp 20 miliar per tahun.

“Tapi dengan mereka di sini, mereka pasti akan membeli makanan, bayar kost/kontrakan, dan lain-lain di sini. Andaikan saja, biaya hidup sebulan di sini sebesar Rp 1 juta per orang dan dikalikan 10 ribu orang, maka uang yang berputar di Nisel dengan kehadiran mereka mencapai Rp 10 miliar per bulan atau Rp 120 miliar per tahun. Itu akan menimbulkan buying power,” tukas dia.

Idealisman menjelaskan, selain menggratiskan biaya pendidikan, Pemda Nisel juga telah bersepakat dengan DPRD melalui persetujuan atas Perda mengenai penggratisan biaya pelayanan dasar kesehatan bagi masyarakat.

Pada saat kampanye, pasangan Idealisman Dachi-Hukuasa Ndruru menjanjikan tiga hal berani. Yakni, pemberantasan korupsi, pendidikan gratis dan gratis pelayanan dasar kesehatan. (EN)

Catatan Redaksi:
Para pembaca yang terhormat, kami mohon maaf karena ada kesalahan pada penulisan judul berita ini sebelumnya. Sebelumnya tertulis, “Mulai Tahun Ajaran Baru 2011, Gratis Biaya Pendidikan SD-PT di Nias Selatan”. Harusnya, “Mulai Tahun Ajaran Baru 2011, Gratis Biaya Pendidikan TK-PT di Nias Selatan.” Demikian perbaikan dari kami. Terima kasih.

Tags:

25 Responses to “Mulai Tahun Ajaran Baru 2011, Gratis Biaya Pendidikan TK-PT di Nias Selatan”

  1. 1
    hikmat salomo Says:

    Seluruh masyarakat Nisel memberi apresiasi besar atas dicanangkannya program GRATIS. Saya sebagai pendukung pasangan IDEAL, merasa bangga dengan program pro rakyat ini. Janji kita saat kampanye, bukan hanya ‘angin sorga’ tetapi menjadi ‘realita nyata’.
    Perubahan Yes…. Pasangan IDEAL… PEMIMIPN MUDA memimpin Nisel. Saatnya YANG MUDA Melakukan Perubahan

  2. 2
    joel tanjung Says:

    salut buat pemda nisel, semoga semua berjalan lancar, mudah mudahan walikota gunungsitoli juga mampu berbuat sama bahkan lebih baik..

  3. 3
    Sirus Laia Says:

    Kalau saya membaca dengan baik, biaya pendidikan gratis ini (dan juga nanti pelayanan kesehatan gratis) diambil dari APBD. Menurut saya hal ini sama sekali tidak inovatif. Langkah ini baru dikatakan inovatif, bila sumber pendanaan dipikirkan dari sumber lain dan tidak sekedar mengambil dari APBD. Katakanlah misalnya dengan mendorong bisnis baru, yang bisa mencari sumber pendapatan pajak daerah.

    Selain itu logika contoh perputaran uang itu apa nggak cacat? Pemerintah mengeluarkan dari APBD 20 milyar setahun untuk subsidi pendidikan gratis. Di kota Teluk Dalam (baca “kota Teluk Dalam” dan bukan seluruh daerah Nias Selatan! Beruntung dong kota Teluk Dalam) uang berputar 120 milyar setahun. Lho, apakah 120 milyar itu lantas masuk ke kas pemerintah daerah untuk menutupi APBD? Nggak, khan? Jadi sama sekali tak ada efek ekonominya bagi perekonomian daerah Nias Selatan (murni kota Teluk Dalam).

  4. 4
    marni manao Says:

    Saya bukan pro dan kontra dan juga bukan dalam artian tidak konsen pada tujuan namun bagi saya menurut pikaran sehat saya,bahwa pendidikan gartis dan pelayanan gratis boleh boleh saja namun dilihat dari sisi perkapita nisel sepertinya tidak mencukupi atau menutupi biaya yang akan dikeluarkan,sebagaimana kalkulasi Bp Bupati Idealisme bukan hanya diperuntukan bagi nisel saja namun dari daerah lain pun silahkan saja.itu sangat positif namun jika di lihat sumber dana jika hanya meraung apbd nisel sangat minim sekalipun Bp bupati nisel membuat suatu contah jateng dan yogya daerah ini sudah sangat maju sekali baik dari segi ekonomi perorangan maupun perekonomian daerah itu sendiri mereka sudah mempunyai sumber dana yg kokoh sekalipun anggaran dari pemerintah daerahnya tidak mengeluarkan biaya namun pendaptan lain masih ada yg menyokong majunya ekonomi mereka sehingga semua lini bisa maju dan tidak semata-mata mengharpkan PAD,bagi Nisel hanya mengharpkan APBD Nisel APBD nisel saja masih jauh untuk membiayai para pegawai yg ada atau mungkin ada sumber lain di luar APBD nisel kah.saya berharap jangan nisel,harapan saya memberi gratisan jangan sampai salah sasaran artinya mereka yg mempunyai kualitas jangan mereka yg tidak sanggup untuk belajar disalurkan kesana prioritaskan pemberian pendidikan gratis bagi mereka atau keluarga miskin namun pintar mau belajar terima kasih teruskan perjuangan yang baik untuk Nisel

  5. 5
    Restu Sarumaha Says:

    Program Gratis ini, saya secara pribadi sangat mendukung.
    Namun apakah sudah dipikirkan Kualitas tenaga pendidiknya, (Contoh mengenai tenaga Pengajar) sekarang ini Dosen diNisel rata2 tamatan S-1 malahan ada Dosen tamatan perguruan tersebut.Begitu juga Guru SMA dimana ada juga tenaga Guru dari Tamatan SMA. (contoh mengenai tenaga Kesehatan) Ada Dokter ditempatkan di PEMDA yang tidak ada sangkut pautnya dengan Kesehatan padahal Dokter sangat dibutuhkan dibagian Kesehatan untuk melayani Masyarakat. Saran, Alangkah baiknya dibenahi SDM dan kualitas sesuai profesinya. Saya percaya jika telah memiliki Tenaga Pengajar dan Tenaga Kesehatan yang Berkualitas dan Bermutu tanpa Program Gratispun Masyarakat dari Luar Nisel akan Datang ke Nisel Belajar dan Berobat.
    Jangan Sampai salah sasaran Program Gratisnya karena yang dipikirkan hanya Inputnya sedangkan Output tidak dipikirkan.

  6. 6
    Ankara Says:

    Saya antusias dgn program pemda Nisel yang baru ini. Saya ingin menyarankan kpd pemerintah Nisel untuk usaha terobosan meningkatkan taraf perekonomian masyarakatnya. Masyarakat 80% adalah petani dan pekebun karet, petani selalu terhambat distribusi pupuk dan harga karet yg tidak stabil dan sangat rendah dibandingkan dgn daerah lain. Coba seandainya ada investor yg mau mendirikan pabrik karet di Nisel ? Untuk meningkatkan sdm -nya, pemda perlu memberikan beasiswa kpd mahasiswa2 yang berprestasi di perguruan tinggi negeri khususnya mahasiswa Nisel yg bisa masuk di USU, UI, IPB, ITB ITS, UGM,dll dengan ikatan kerja selama 2 thn di pemda setelah tamat. Ya’ahowu.

  7. 7
    nosa ndruru Says:

    Pertama-tama kita perlu mngucapkan byk trimakasih kepada bupati/wakil bupati Nisel serta anggota DPRD Nisel atas jadinya biaya gratis TK-PT menjadi Perda dan juga kepeduliannya terhadap perkembangan pendidikan di Nisel….
    1. sy setuju banget dengan program biaya PT di Nisel digratiskan…
    2. Harapan besar sebagian kami mahasiswa/i yg kuliah diluar pulau Nias hal ini bisa menjadi momen transformasi kepedulian terhadap pendidikan generasi muda Nisel.
    3. Berbicara tentang pendidikan, maka membahas perkembangan peradaban manusia. Perkembangan pendidikan manusia akan berpengaruh terhadap dinamika sosial-budaya masyarakatnya. Sejalan dengan itu, pendidikan akan terus mengalami perkembangan sesuai dengan perkembangan kebudayaan. Banyak pendapat para tokoh pendidikan yang kemudian berdampak terhadap peradaban manusia. Tulisan ini akan mendeskripsikan pendapat tentang arti pentingnya pendidikan bagi manusia, serta sasaran pendidikan secara umum di Indonesia. Dengan memiliki pendidikan, saya yakin betul roda pertumbuhan ekonomi akan terdongkrak naik. misalkan di Nisel. SDA-nya sudah banyak tp SDM-nya kurang. Nah, melalui TK-PT digratiskan hal ini (SDA)akan bisa terga sendiri oleh generasi NIsel dan dinikmati banyak orang terutama masyarakat di Nisel.
    4.SDM adalah faktor penentu dalam peningkatan dan pencapaian masyarakat sejahtera di Nisel…
    5. pendapat ; Sirus Laia Says:
    May 22nd, 2011 at 11:00 pm

    Kalau saya membaca dengan baik, biaya pendidikan gratis ini (dan juga nanti pelayanan kesehatan gratis) diambil dari APBD. Menurut saya hal ini sama sekali tidak inovatif. Langkah ini baru dikatakan inovatif, bila sumber pendanaan dipikirkan dari sumber lain dan tidak sekedar mengambil dari APBD. Katakanlah misalnya dengan mendorong bisnis baru, yang bisa mencari sumber pendapatan pajak daerah.
    —–saya menanggapi pendapat Sdr. Sirus laia.—
    pembukaan atau mendorong di sektor bisnis baru akan membuat ratusan generasi muda Nisel pengangguran,hidup miskin dalam kurung waktu 5 tahun kedepan. alasannya karena, tanpa pemberdayaan SDM (khususnya pendidikan) generasi muda Nisel sulit untuk masuk dalam persaingan dengan yang punya pendidikan (misalkan dalam pencari pekerjaan). sy rasa Sdr. Sulis laia terlalu inovatif sehingga lupa kenyataan yang terjadi di Nisel. Pokok problem yang terjadi di Nisel adalah kesenjangan kesejahteraan taraf hidup. jalan keluar dalam hal ini adalah dengan pendidikan.
    6. mengenai APBN yg dialokasikan sebagian utk penggratisan TK-PT. kalau ada orang bilang tidak tepat kebijakan ini, sy rasa orng seperti itu tidak memiliki kepedulian besar terhadap kemajuan pendidikan Nisel. seorang pemimpin itu harus memiliki jiwa berkorban, kalaupun perlu 1/10 gajinya diserahkan untuk kemajuan pendidikan (misalkan mulai dari gaji bupati/wakil bupati, DPRD, dan PNS). kalau ini dilaksanakn, saya rasa bagus banget…
    7. Maju terus bupatiku Bpk. Idealisman Dachi dan wakil bupati Bpk. Hukuasa Ndruru. Tuhan yesus memberkati. smoga berhasil.
    8. dari seorang anak muda Nias yang msh kuliah di jawa tengah..

  8. 8
    Hikmat Wau Says:

    Ya’ahowu !!!

    Salam Kenal senang bergabung dengan website online, moga ada yang bisa kita shering.

    Salam,
    Hikmat

  9. 9
    Fusö Newali Says:

    Buat Saudara Nosa Ndruru, alokasi dana untuk pendidikan gratis ini tidak memotong gaji bupati dan wakilnya. Juga tidak memotong gaji siapa-siapa. Ini cuma alokasi anggaran biasa yang di ambil dari sisa DAU Nias Selatan.

    Saya sendiri belum tau pasti bagaimana skema program “pendidikan gratis” ini, apakah ini akan meng-cover direct dan indirect cost dari pendidikan itu sendiri, atau bagaimana? ada baiknya redaksi Nias Online mengupas sedikit bagaimana skema program ini sendiri. Apakah pendanaan akan bersumber melulu pada APBD atau nantinya akan di ambil juga dari PAD.

    Satu hal yang pasti pendidikan bukan sekedar datang kesekolah dan mendapatkan ijazah. Kualitaslah yang menjadi tolok ukur dari sebuah sistem pendidikan.

  10. 10
    rita s Says:

    aneh dan lucu..ya,

    Bupati ingin realisasikan janji kampanyenya tapi masih aja ada yang

    sinis dgn segala komentar yang miring…/

    seharusnya kita dukung krn bupati sekarang mau memikirkan rakyatnya :

    * gratis pendidikan dan kesehatan, sekarang semua orang bisa kuliah baik kaya maupun miskin, semua kita sama dimuka pemerintah,
    ini kan sebuah terobosan luar biasa, sekali lagi luar biasa.

    * kota sekarang sudah bersih & bersih, pedagang kaki lima tidak lagi di jalan shg jalan kota sudah tidak sembraut lagi, tidak bau.

    * sekarang sudah ada BUSH WAY dalam kota, yang melayani masyarakat sekitar kota.

    * kalau kita mau sadar bhw Pendidkan bukan BIAYA akan Tetapi INVESTASI yang akan dirasakan hasilnya bukan sekarang akan tetapi nanti kelak.

    * pendidkan gratis hingga KULIAH berlaku bukan hanya orang Tl dalam tp bagi semua masyarakat Nias selatan, jd kita jgn terlalu sempit berpikir, kl kebetulan kampusnya ada di TD ya wajar aja, massa bangun kampus disetiap kecamatan atau desa, gila kali ya…?(menjawab komentar no. 3 SIRUS LAIA)

    *sekali lagi saya katakan kalau kita mau maju : PENDIDIKAN bukan BIAYA tp INVESTASI bagi kita seluruh masyrakat.

    * APBD itu bukan utk disimpan dibank tapi digunakan utk kemakmuran Rakyat Nisel, jadi sudah tepat kebijakan bupati utk menggeliatkan ekonomi lewat pendidikan.

  11. 11
    Fusö Newali Says:

    Rita, Justru karena pendidikan itu INVESTASI JANGKA PANJANG, makanya programnya tidak boleh asal-asalan saja. Pendidikan memang hal yang utama dan masyarakat membutuhkan pendidikan yang tidak memberatkan (murah, gratis whatever you called it). Tetapi pada saat yang sama pendidikan juga harus bermutu untuk menghasilkan SDM yang berkualitas. Masalahnya, MURAH/GRATIS dan KUALITAS tidak selamanya bisa berjalan bersama. Anda kebayang gak, begitu banyak nanti yang punya ijazah tapi tanpa kualitas, apakah itu tidak akan menjadi beban baru bagi pemerintah daerah?

    Itulah kenapa kita perlu TAHU bagaimana skema dari program ini, dan saya masih memiliki keyakinan bahwa program ini bukan sekedar pengalokasikan sisa dana dari DAU dan berharap tahun depan dapat tambahan DAK. Hal-hal seperti:

    – Apa saja yang akan di-cover oleh program ini? (direct cost seperti operational sekolah atau indirect cost seperti: seragam, buku dll)
    – Alokasi dana akan di ambil dari mana? (APDB atau PAD atau kombinasi keduanya)
    – Apabila alokasi dana ternyata tidak mencukupi lalu bagaimana strategi mengatasinya?

    Dan menurut saya ini bukan program yang luar biasa, sudah seharusnya memang pemerintah daerah membantu penyelenggaraan pendidikan.

  12. 12
    Linus Fatili Laia Says:

    Nah…. kalau semua pemimpin daerah tertinggal seperti pak Bupati Nias Selatan, maka boleh dijamin bahwa kemajuan daerah itu sudah didepan mata, karena dengan pendidikan gratis, maka masyarakat miskin bisa memperoleh pendidikan yang layak dan kalau sudah berpendidikan maka secara otomatis lulusan-lusan tersebut bisa menciptakan lapangan kerja atau paling tidak bisa mendapatkan pekerjaan yang layak untuk menunjang perekonomian keluarga, Selamat Pak Ideal semoga perjuangan anda mendapat dukungan masyarakat dan Tuhan memberkati.

    ( Linus Fatili Laia dari Kec. Lolomatua yang sekarang tinggal di Bali)

  13. 13
    rita s Says:

    komentar #11

    bagi kami rakyat tidak peduli uang dari mana, mau dari DAU atau DAK atau DATUK sekalipun, yang penting rakyat sejahtera…

    kalau uang dari DAU emangnya kenapa?

    atau kalau dari DAK, kenapa juga?

    yang penting pemerintah daerah Nisel sekarang sudah mulai menunjukan kepeduliannya kpd rakyatnya.

    kalau pendidikan, kesehatan sudah gratis, berarti rakyat sudah mulai sejahtera, krn itulah biaya yang selalu menjadi beban bagi setiap keluarga, artinya bahwa beban rakyat sdh di ambil alih oleh pemerintah ( BUPATI), hebat kan ???

    apalagi kota teluk dalam sudah bersih, pedagang kaki5 sudah di relokasi pd tempat yang pas, hebatkan ?
    dari pada dulu sampah dimana2, bau busuk, kota bau ikan…

    apalagi ada BUS WAY yang sudah beroperasi di kota teluk dalam dengan harga terjangkau jauh dekat Rp. 2000, non stop, ini kan sebuah terobosan…

    jadi mari kita memberi semangat dan penghargaan buat kinerja beliau yang cepat tanggap utk kepentingan rakyat…

  14. 14
    Fusö Newali Says:

    Dukungan kepada pembangunan Nias Selatan bukan cuma diwujudkan lewat pujian dan penghargaan, kritik dan kontrol yang membangun juga perlu. Perlunya kontrol dan kritik agar nantinya semua kebijakan publik dari pemerintah, tidak sekedar program yang secara prosedural berhasil tapi secara substansial tidak.

    Dari komentar anda sebenarnya sudah cukup menunjukkan bahwa anda pun tidak mengerti sama sekali tentang program “pendidikan gratis” itu sendiri. Ironisnya hal yang tidak anda mengerti justru anda puja-puji setinggi langit. Mungkin karena kebijakan itu populer kali yah.

    Anyway i rest my case with you Rita, Ya’ahowu.

  15. 15
    Pidar Says:

    kita harus memberi dukungan penuh pada kebijakan beliau, untuk memprioritaskan pendidikan dan semoga dengan kebijakan tersebut bisa mamajukan pendidikan anak2 nias yang kulitatif dan kompeten. lalu pertanyaanya skarang:
    bagaimana jika program ini hanya akan berlaku pada masa kepemimpinan beliau? dan pemimpin berikutnya, tidak lagi memberlakukan program ini. apa solusi yang diberikan pada siswa yang sedang menempuh pendidikan program gratis?

  16. 16
    Nias Cyber Network Says:

    ya kita harus dukung kebijakan yang sangat mulia ini,,,,,,,
    tapi di samping itu jangan sampai kebijakan ini hanya sekedar janji belaka,,,, karna masyarakat nias selatan sudah bosan dengan janji2 “busuk” para politisi di nias selatan……
    kita lihat saja perkembangann dari kepemimpinan bapak Idealisman Dachi & Hukuasa Ndruru “apa bisa jadi terwujut di kehidupan nyata”???????????

    Nias Cyber Networ.TM

  17. 17
    mawar Says:

    Sukses utk Program2 kebijakan oleh pemimpin Nisel yg Baru.

  18. 18
    beo Says:

    1. Sy baca tulisan teman2 terdahulu semuanya seperti nada memuji, oke2 sj asal tdk menjilat, yg penting buat sy hasilnya, pepatah Nias mengatakan: Hulõ muhede mburu kõkõ, ba mbõrõta muhõngõ-hõngõ, ba gafuria taya manõ.
    2. Yg perlu Kwalitas bung . . . ! gratis – bangkai – for what?
    3. Baru2 salawa . . . hm . . . biasa

  19. 19
    John Says:

    Saya sangat berterimakasih atas kebijakan yang diambil oleh Bapak Bupati Nisel untuk mengratiskan Uang sekolah mulai dari TK – PT yang di dukung oleh para utusan rakyat (DPR), namun sayang bila niat baik Bapak Bupati di kotori oleh orang – orang yang tidak bertanggung jawab, ini haeus diwaspadai oleh Bupati dalam mengambil kebijakan karena orang – orang ini akan merusak citra Bapak. saya ingatkan sekali lagi untuk tidak terjerumus oleh hasutan orang – orang dekat Bapak.

  20. 20
    budi harefa Says:

    selamat buat bapak bupati-wakil bupati yang baru,semoga bapak dapat di berkati tuhan yesus dan dalam pengabdian sekarang ini diberikan kekuatan dan pikiran2 yang mulia.sekedar mengingatkan bapak berdua hal yg utama bapak ber2 harus sehati sehingga tercipta kerjasama.bila itu ada tugas akan lebih indah dikerjakan walau berat sekalipun.baru akan ada hal yg paling dekat dgn bapak yaitu pro dan kontra atas apa yang bapak lakukan dalam mengemban tugas sebagai kepala daerah.selagi bapak berjalan pada jalan yg benar dan mulia aku yakin bapak akan didukung masyarakat.aku juga berharap masyarakat dapat lebih bijaksana dalam merespon kebijakan2 itu.sesuatu yang baru terjadi pasti kita berkata wah….hebat….rasa kekaguman dan ucapan syukur jelas ada.dibalik itu ada juga orang yang berkata apa iya….apakah nanti hasilnya baik atau dari mana semua biaya itu diambil.hal ini juga tidak salah untuk dikatakan karna semua berhubungan.nah inti dari kalimat saya ini bahwa kita mesti berterimakasih kepada bapak bupati atas kebijakan2 yg membangun serta ide-ide baru yg akan di gagas kembali karna sudah berani mengambil sebuah keputusan yg bagi orang lain sulit.nah peran kita atau tugas kita sebagai masyarakat yg pintar adalah peduli dan memonitoring kebijakan tersebut agar selamat sampai selesai.mari kita dukung dan kita berikan jalan keluar buat beliau bila ada masalah yg dihadapi bila perlu kita gunakan situs ini sebagai wadah untuk tukar pikiran dgn bupati.maksud saya agar kita jangan menggunakan otak kita untuk memikirakan hal2 yang buruk akan terjadi tapi berpikir optimis akan ada jalan keluarnya.itu gunanya kita belajar agar bisa menjadi solusi bagi yg kekurangan bukan menjadi pembuat agar ada solusi.kuharap juga bapak bupati dan jajarannya dapat terbuka dan terjun kelapangan untuk lebih dekat masyarakat dan jgn malu untuk bertanya.gunukan para tetua dan kepala suku serta mahasiswa dan umum jadi bagian dari diri karna meraka adalah kekuatanmu…menurut saya wkwkwkkkwk….saohagolo…..ya’ahowu seksea nisel…

  21. 21
    Joker Waruwu Says:

    Saya adalah warga dari pulau Nias selatan dan saya adalah seorang mahasiswa yang kuliah di luar kota Nias, jadi saya sangat bangga bahawa Bupati Nias Selatan,
    Misalkan, 10 ribu orang dari luar berkuliah di Nisel. Bila biaya pendidikan per tahun sebesar Rp 2 juta per orang, maka total biaya yang ditanggung Pemda Nisel dengan penggratisan itu sebesar sekitar Rp 20 miliar per tahun.
    dan juga
    Pada saat kampanye, pasangan Idealisman Dachi-Hukuasa Ndruru menjanjikan tiga hal berani. Yakni, pemberantasan korupsi, pendidikan gratis dan gratis pelayanan dasar kesehatan.

    dan bagaimana kami Mahasiswa/i yang ada di luar kota khususnya masyarat dari pulau Nias Selatan, alangkah senangnya kami kalau juga bisa ada bantuan dari Bapak Bupati Nias Selatan untuk memerikan bantuan untuk uang kuliah kami sebagai Mahasiswa dan generasi penerus Nias yang berada di luar kota, mohon untuk pertimbangan dan sosialisi di kemudian hari…..sebagai Mahasiswa Joker Waruwu

  22. 22
    kilianus ndruru Says:

    Kita bangga dengan kebijakan Bapak Bupati Nias Selatan…….akan tetapi Ide yang tidak tepat saat ini,saya mau bertanya Berapakah pendapatan APBD nias selatan setiap tahun….lalu mengapa itu yang menjadi prioritas. Saya sangat heran dan sampai berapa lama pendidikan gratis ini bertahan? saya tidak habis pikir kita kok terpengaruh dengan yang di lakukan Jogja.Kita sangat berbeda dengan jogja APBD mereka sangat Besar.Bukannya Nias Selatan selalu tergantung pada, DAU dan DAK dari pusat.Dan apakah suatu jaminan Bahwa, dengan adanya pendidikan gratis Nisel banyak Anak Luar daerah yang mau menuntut ilmu Nisel…….saya rasa tidak semudah itu.alasan
    1.Tenaga pengajar Di Nias Selatan sangat Minim
    2.Biaya hidup sangat besar
    Bapak Bupati yang kami Hormati Mohon di revisi kembali UU tersebut jangan hanya mencari muka pada masyarakat.sehingga mengalihkan anggaran lain ke pendidikan dan insfraktur terbengkalalai,saya menduga ini ada yang itdak beres, mungkin ini modus baru utk bisa melakukan korupsi….

    menurut saya sebaiknya sektor Pariwisata yang di kembangkan Sehingga wisatawan asing maupun lokal bisa bertahan di Nisel…..Kita lakukan Promosi Besar besaran.pendidikan gratis bukan solusi utk menambah APBD Bahkan ini ke depan Bakal kacau balau………….

    Jika Bapak Bupati Nisel meyakini Bahwa Ini solusi Terbaik Tolong Bapak Jabarkan Tahun depan Seberapa Besar menambah APBD Nisel. Atas kebijakan Pendidikan gratis.

    kepada saudara Joker Waruwu Jangan hanya pandang pada sisi positifnya tapi cabo saudara lihat dari Sisi Negatifnya. Saohagolo…..YA”AHOWU.

  23. 23
    Suarman Waruwu Says:

    Ya’ahowu..!!

    Kebijakan Bpk Bupati Nisel sgt bagus, bahkan di pulau nias baru bupati nias selatan yg membuat UU gratis biaya pendidikan.
    semoga semua ini gk dilakukan dgn ikhlas dan tidak ada efek sampingnya nanti.
    Btw saya mau nanya di Nias selatan ada perguruan tinggi apa aja ?
    buat referensi, saogolo.

  24. 24
    Khoirun Nisak Says:

    Permisi Pak, saya mau tanya, pendaftaran di Universitas Nias tahun ajaran ini di buka tanggal berapa ya? dan ada tidak jurusan kedokterannya? terima kasih.. 🙂

  25. 25
    Amonius Gary Says:

    BUPATI NIAS SELATAN ADALAH ORANG NOMOR SATU DI INDONESIA DALAM BIDANG MISI KESEJAHRA MASYARAKAT. SEMOGA BELIAU TETAP TEGAR DAN SEHAT UNTUK MEMIMPIN NIAS SELATAN DAN KAMI BERHARAP SEMOGA MASYARAKAT SADAR AKAN PEMIMPIN YANG PANTAS DI DUKUNG KARENA MEMIKIRKAN RAKYAT-NYA TANPA PILIH BULU… SALAM DARI KAMI SEMOGA BAPAK BUPATI NISEL TERUS BERJUANG UNTUK MASYRAKAT NISEL DAN INDONESIA SECARA UMUM…

Leave a Reply

Comment spam protected by SpamBam

Kalender Berita

May 2011
M T W T F S S
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031