Mulai Tahun Ajaran Baru 2011, Gratis Biaya Pendidikan TK-PT di Nias Selatan

Saturday, May 21, 2011
By susuwongi

Bupati Nias Selatan Idealisman Dachi (Foto: Doc. Etis Nehe)

Teluk Dalam, Nias Online – Terhitung mulai tahun ajaran baru 2011, Pemerintah Daerah Kabupaten Nias Selatan (Nisel) memberlakukan kebijakan baru di bidang pendidikan. Pendidikan di semua jenjang, mulai dari Taman Kanak-Kanak (TK) sampai Perguruan Tinggi (PT) digratiskan dan akan dibiayai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Nisel.

“Mulai tahun ajaran baru tahun ini, pendidikan di semua jenjang, gratis. Kebijakan ini telah disetujui oleh Dewan Perwakilan Daerah (DPRD) Nisel melalui Peraturan Daerah (Perda),” ujar Bupati Nisel Idealisman Dachi kepada Nias Online dalam wawancara eksklusif di rumah dinasnya di Teluk Dalam, Nisel, Senin (16/5/2011).

Dia mengakui, kebijakan itu merupakan implementasi dari janjinya dan pasangannya (Wakil Bupati Hukuasa Ndruru, red) pada masa kampanye pemilihan kepala daerah (Pilkada) akhir tahun lalu.

Dia juga sangat bersyukur karena janji yang kemudian diwujudkan dalam bentuk kebijakan tersebut mendapat dukungan semua pemangku kepentingan, terutama DPRD yang bersepakat dengan Pemda dan menyetujui kebijakan itu menjadi Perda pada 6 Mei 2011.

“Keputusan pada sidang paripurna sangat bulat. Itu sudah menjadi keputusan bersama. Saya pikir Perda ini menjadi langkah awal yang baik dimana hubungan antara legislatif dan eksekutif membangun kebersaman memikirkan untuk mengambil keputusan-keputusan yang kita harapkan. Saya juga menilai DPRD sudah menunjukkan sebuah kepedulian terhadap masyarakat,” jelas dia.

Dia menjelaskan, pendidikan gratis yang selama ini diberikan pemerintah melalui dana bantuan operasional sekolah (BOS) hanya untuk jenjang SD-SMP. Dengan Perda pendidikan gratis tersebut, pendidikan tingkat SMA dan PT juga digratiskan.

Dia menjelaskan, pendidikan gratis itu, khususnya untuk PT, tidak hanya berlaku bagi masyarakat Nisel. Namun, juga akan diberikan bagi mahasiswa dari daerah lain yang berkuliah di Nisel. Dia mengakui, kebijakan itu, oleh beberapa orang dianggap sebagai pemborosan. Namun, dia berpendapat sebaliknya. Dengan pendidikan gratis itu, dan banyaknya yang datang menempuh pendidikan di Nisel, akan menjadi sumber pemasukan.

“Itu yang dilakukan oleh Provinsi Jawa Tengah dan Yogya. Makanya mereka maju. Saya bisa berdebat dengan siapa saja bahwa ini bukanlah pemborosan,” tandas dia.

Dia menjabarkan argumentasinya. Misalkan, 10 ribu orang dari luar berkuliah di Nisel. Bila biaya pendidikan per tahun sebesar Rp 2 juta per orang, maka total biaya yang ditanggung Pemda Nisel dengan penggratisan itu sebesar sekitar Rp 20 miliar per tahun.

“Tapi dengan mereka di sini, mereka pasti akan membeli makanan, bayar kost/kontrakan, dan lain-lain di sini. Andaikan saja, biaya hidup sebulan di sini sebesar Rp 1 juta per orang dan dikalikan 10 ribu orang, maka uang yang berputar di Nisel dengan kehadiran mereka mencapai Rp 10 miliar per bulan atau Rp 120 miliar per tahun. Itu akan menimbulkan buying power,” tukas dia.

Idealisman menjelaskan, selain menggratiskan biaya pendidikan, Pemda Nisel juga telah bersepakat dengan DPRD melalui persetujuan atas Perda mengenai penggratisan biaya pelayanan dasar kesehatan bagi masyarakat.

Pada saat kampanye, pasangan Idealisman Dachi-Hukuasa Ndruru menjanjikan tiga hal berani. Yakni, pemberantasan korupsi, pendidikan gratis dan gratis pelayanan dasar kesehatan. (EN)

Catatan Redaksi:
Para pembaca yang terhormat, kami mohon maaf karena ada kesalahan pada penulisan judul berita ini sebelumnya. Sebelumnya tertulis, “Mulai Tahun Ajaran Baru 2011, Gratis Biaya Pendidikan SD-PT di Nias Selatan”. Harusnya, “Mulai Tahun Ajaran Baru 2011, Gratis Biaya Pendidikan TK-PT di Nias Selatan.” Demikian perbaikan dari kami. Terima kasih.

Tags:

25 Responses to “Mulai Tahun Ajaran Baru 2011, Gratis Biaya Pendidikan TK-PT di Nias Selatan”

Pages: [1] 2 3 » Show All

  1. 1
    hikmat salomo Says:

    Seluruh masyarakat Nisel memberi apresiasi besar atas dicanangkannya program GRATIS. Saya sebagai pendukung pasangan IDEAL, merasa bangga dengan program pro rakyat ini. Janji kita saat kampanye, bukan hanya ‘angin sorga’ tetapi menjadi ‘realita nyata’.
    Perubahan Yes…. Pasangan IDEAL… PEMIMIPN MUDA memimpin Nisel. Saatnya YANG MUDA Melakukan Perubahan

  2. 2
    joel tanjung Says:

    salut buat pemda nisel, semoga semua berjalan lancar, mudah mudahan walikota gunungsitoli juga mampu berbuat sama bahkan lebih baik..

  3. 3
    Sirus Laia Says:

    Kalau saya membaca dengan baik, biaya pendidikan gratis ini (dan juga nanti pelayanan kesehatan gratis) diambil dari APBD. Menurut saya hal ini sama sekali tidak inovatif. Langkah ini baru dikatakan inovatif, bila sumber pendanaan dipikirkan dari sumber lain dan tidak sekedar mengambil dari APBD. Katakanlah misalnya dengan mendorong bisnis baru, yang bisa mencari sumber pendapatan pajak daerah.

    Selain itu logika contoh perputaran uang itu apa nggak cacat? Pemerintah mengeluarkan dari APBD 20 milyar setahun untuk subsidi pendidikan gratis. Di kota Teluk Dalam (baca “kota Teluk Dalam” dan bukan seluruh daerah Nias Selatan! Beruntung dong kota Teluk Dalam) uang berputar 120 milyar setahun. Lho, apakah 120 milyar itu lantas masuk ke kas pemerintah daerah untuk menutupi APBD? Nggak, khan? Jadi sama sekali tak ada efek ekonominya bagi perekonomian daerah Nias Selatan (murni kota Teluk Dalam).

  4. 4
    marni manao Says:

    Saya bukan pro dan kontra dan juga bukan dalam artian tidak konsen pada tujuan namun bagi saya menurut pikaran sehat saya,bahwa pendidikan gartis dan pelayanan gratis boleh boleh saja namun dilihat dari sisi perkapita nisel sepertinya tidak mencukupi atau menutupi biaya yang akan dikeluarkan,sebagaimana kalkulasi Bp Bupati Idealisme bukan hanya diperuntukan bagi nisel saja namun dari daerah lain pun silahkan saja.itu sangat positif namun jika di lihat sumber dana jika hanya meraung apbd nisel sangat minim sekalipun Bp bupati nisel membuat suatu contah jateng dan yogya daerah ini sudah sangat maju sekali baik dari segi ekonomi perorangan maupun perekonomian daerah itu sendiri mereka sudah mempunyai sumber dana yg kokoh sekalipun anggaran dari pemerintah daerahnya tidak mengeluarkan biaya namun pendaptan lain masih ada yg menyokong majunya ekonomi mereka sehingga semua lini bisa maju dan tidak semata-mata mengharpkan PAD,bagi Nisel hanya mengharpkan APBD Nisel APBD nisel saja masih jauh untuk membiayai para pegawai yg ada atau mungkin ada sumber lain di luar APBD nisel kah.saya berharap jangan nisel,harapan saya memberi gratisan jangan sampai salah sasaran artinya mereka yg mempunyai kualitas jangan mereka yg tidak sanggup untuk belajar disalurkan kesana prioritaskan pemberian pendidikan gratis bagi mereka atau keluarga miskin namun pintar mau belajar terima kasih teruskan perjuangan yang baik untuk Nisel

  5. 5
    Restu Sarumaha Says:

    Program Gratis ini, saya secara pribadi sangat mendukung.
    Namun apakah sudah dipikirkan Kualitas tenaga pendidiknya, (Contoh mengenai tenaga Pengajar) sekarang ini Dosen diNisel rata2 tamatan S-1 malahan ada Dosen tamatan perguruan tersebut.Begitu juga Guru SMA dimana ada juga tenaga Guru dari Tamatan SMA. (contoh mengenai tenaga Kesehatan) Ada Dokter ditempatkan di PEMDA yang tidak ada sangkut pautnya dengan Kesehatan padahal Dokter sangat dibutuhkan dibagian Kesehatan untuk melayani Masyarakat. Saran, Alangkah baiknya dibenahi SDM dan kualitas sesuai profesinya. Saya percaya jika telah memiliki Tenaga Pengajar dan Tenaga Kesehatan yang Berkualitas dan Bermutu tanpa Program Gratispun Masyarakat dari Luar Nisel akan Datang ke Nisel Belajar dan Berobat.
    Jangan Sampai salah sasaran Program Gratisnya karena yang dipikirkan hanya Inputnya sedangkan Output tidak dipikirkan.

  6. 6
    Ankara Says:

    Saya antusias dgn program pemda Nisel yang baru ini. Saya ingin menyarankan kpd pemerintah Nisel untuk usaha terobosan meningkatkan taraf perekonomian masyarakatnya. Masyarakat 80% adalah petani dan pekebun karet, petani selalu terhambat distribusi pupuk dan harga karet yg tidak stabil dan sangat rendah dibandingkan dgn daerah lain. Coba seandainya ada investor yg mau mendirikan pabrik karet di Nisel ? Untuk meningkatkan sdm -nya, pemda perlu memberikan beasiswa kpd mahasiswa2 yang berprestasi di perguruan tinggi negeri khususnya mahasiswa Nisel yg bisa masuk di USU, UI, IPB, ITB ITS, UGM,dll dengan ikatan kerja selama 2 thn di pemda setelah tamat. Ya’ahowu.

  7. 7
    nosa ndruru Says:

    Pertama-tama kita perlu mngucapkan byk trimakasih kepada bupati/wakil bupati Nisel serta anggota DPRD Nisel atas jadinya biaya gratis TK-PT menjadi Perda dan juga kepeduliannya terhadap perkembangan pendidikan di Nisel….
    1. sy setuju banget dengan program biaya PT di Nisel digratiskan…
    2. Harapan besar sebagian kami mahasiswa/i yg kuliah diluar pulau Nias hal ini bisa menjadi momen transformasi kepedulian terhadap pendidikan generasi muda Nisel.
    3. Berbicara tentang pendidikan, maka membahas perkembangan peradaban manusia. Perkembangan pendidikan manusia akan berpengaruh terhadap dinamika sosial-budaya masyarakatnya. Sejalan dengan itu, pendidikan akan terus mengalami perkembangan sesuai dengan perkembangan kebudayaan. Banyak pendapat para tokoh pendidikan yang kemudian berdampak terhadap peradaban manusia. Tulisan ini akan mendeskripsikan pendapat tentang arti pentingnya pendidikan bagi manusia, serta sasaran pendidikan secara umum di Indonesia. Dengan memiliki pendidikan, saya yakin betul roda pertumbuhan ekonomi akan terdongkrak naik. misalkan di Nisel. SDA-nya sudah banyak tp SDM-nya kurang. Nah, melalui TK-PT digratiskan hal ini (SDA)akan bisa terga sendiri oleh generasi NIsel dan dinikmati banyak orang terutama masyarakat di Nisel.
    4.SDM adalah faktor penentu dalam peningkatan dan pencapaian masyarakat sejahtera di Nisel…
    5. pendapat ; Sirus Laia Says:
    May 22nd, 2011 at 11:00 pm

    Kalau saya membaca dengan baik, biaya pendidikan gratis ini (dan juga nanti pelayanan kesehatan gratis) diambil dari APBD. Menurut saya hal ini sama sekali tidak inovatif. Langkah ini baru dikatakan inovatif, bila sumber pendanaan dipikirkan dari sumber lain dan tidak sekedar mengambil dari APBD. Katakanlah misalnya dengan mendorong bisnis baru, yang bisa mencari sumber pendapatan pajak daerah.
    —–saya menanggapi pendapat Sdr. Sirus laia.—
    pembukaan atau mendorong di sektor bisnis baru akan membuat ratusan generasi muda Nisel pengangguran,hidup miskin dalam kurung waktu 5 tahun kedepan. alasannya karena, tanpa pemberdayaan SDM (khususnya pendidikan) generasi muda Nisel sulit untuk masuk dalam persaingan dengan yang punya pendidikan (misalkan dalam pencari pekerjaan). sy rasa Sdr. Sulis laia terlalu inovatif sehingga lupa kenyataan yang terjadi di Nisel. Pokok problem yang terjadi di Nisel adalah kesenjangan kesejahteraan taraf hidup. jalan keluar dalam hal ini adalah dengan pendidikan.
    6. mengenai APBN yg dialokasikan sebagian utk penggratisan TK-PT. kalau ada orang bilang tidak tepat kebijakan ini, sy rasa orng seperti itu tidak memiliki kepedulian besar terhadap kemajuan pendidikan Nisel. seorang pemimpin itu harus memiliki jiwa berkorban, kalaupun perlu 1/10 gajinya diserahkan untuk kemajuan pendidikan (misalkan mulai dari gaji bupati/wakil bupati, DPRD, dan PNS). kalau ini dilaksanakn, saya rasa bagus banget…
    7. Maju terus bupatiku Bpk. Idealisman Dachi dan wakil bupati Bpk. Hukuasa Ndruru. Tuhan yesus memberkati. smoga berhasil.
    8. dari seorang anak muda Nias yang msh kuliah di jawa tengah..

  8. 8
    Hikmat Wau Says:

    Ya’ahowu !!!

    Salam Kenal senang bergabung dengan website online, moga ada yang bisa kita shering.

    Salam,
    Hikmat

  9. 9
    Fusö Newali Says:

    Buat Saudara Nosa Ndruru, alokasi dana untuk pendidikan gratis ini tidak memotong gaji bupati dan wakilnya. Juga tidak memotong gaji siapa-siapa. Ini cuma alokasi anggaran biasa yang di ambil dari sisa DAU Nias Selatan.

    Saya sendiri belum tau pasti bagaimana skema program “pendidikan gratis” ini, apakah ini akan meng-cover direct dan indirect cost dari pendidikan itu sendiri, atau bagaimana? ada baiknya redaksi Nias Online mengupas sedikit bagaimana skema program ini sendiri. Apakah pendanaan akan bersumber melulu pada APBD atau nantinya akan di ambil juga dari PAD.

    Satu hal yang pasti pendidikan bukan sekedar datang kesekolah dan mendapatkan ijazah. Kualitaslah yang menjadi tolok ukur dari sebuah sistem pendidikan.

  10. 10
    rita s Says:

    aneh dan lucu..ya,

    Bupati ingin realisasikan janji kampanyenya tapi masih aja ada yang

    sinis dgn segala komentar yang miring…/

    seharusnya kita dukung krn bupati sekarang mau memikirkan rakyatnya :

    * gratis pendidikan dan kesehatan, sekarang semua orang bisa kuliah baik kaya maupun miskin, semua kita sama dimuka pemerintah,
    ini kan sebuah terobosan luar biasa, sekali lagi luar biasa.

    * kota sekarang sudah bersih & bersih, pedagang kaki lima tidak lagi di jalan shg jalan kota sudah tidak sembraut lagi, tidak bau.

    * sekarang sudah ada BUSH WAY dalam kota, yang melayani masyarakat sekitar kota.

    * kalau kita mau sadar bhw Pendidkan bukan BIAYA akan Tetapi INVESTASI yang akan dirasakan hasilnya bukan sekarang akan tetapi nanti kelak.

    * pendidkan gratis hingga KULIAH berlaku bukan hanya orang Tl dalam tp bagi semua masyarakat Nias selatan, jd kita jgn terlalu sempit berpikir, kl kebetulan kampusnya ada di TD ya wajar aja, massa bangun kampus disetiap kecamatan atau desa, gila kali ya…?(menjawab komentar no. 3 SIRUS LAIA)

    *sekali lagi saya katakan kalau kita mau maju : PENDIDIKAN bukan BIAYA tp INVESTASI bagi kita seluruh masyrakat.

    * APBD itu bukan utk disimpan dibank tapi digunakan utk kemakmuran Rakyat Nisel, jadi sudah tepat kebijakan bupati utk menggeliatkan ekonomi lewat pendidikan.

Pages: [1] 2 3 » Show All

Leave a Reply

Comment spam protected by SpamBam

Kalender Berita

May 2011
M T W T F S S
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031