Bupati Nias Selatan Idealisman Dachi (Foto: Doc. Etis Nehe)

Teluk Dalam, Nias Online – Terhitung mulai tahun ajaran baru 2011, Pemerintah Daerah Kabupaten Nias Selatan (Nisel) memberlakukan kebijakan baru di bidang pendidikan. Pendidikan di semua jenjang, mulai dari Taman Kanak-Kanak (TK) sampai Perguruan Tinggi (PT) digratiskan dan akan dibiayai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Nisel.

“Mulai tahun ajaran baru tahun ini, pendidikan di semua jenjang, gratis. Kebijakan ini telah disetujui oleh Dewan Perwakilan Daerah (DPRD) Nisel melalui Peraturan Daerah (Perda),” ujar Bupati Nisel Idealisman Dachi kepada Nias Online dalam wawancara eksklusif di rumah dinasnya di Teluk Dalam, Nisel, Senin (16/5/2011).

Dia mengakui, kebijakan itu merupakan implementasi dari janjinya dan pasangannya (Wakil Bupati Hukuasa Ndruru, red) pada masa kampanye pemilihan kepala daerah (Pilkada) akhir tahun lalu.

Dia juga sangat bersyukur karena janji yang kemudian diwujudkan dalam bentuk kebijakan tersebut mendapat dukungan semua pemangku kepentingan, terutama DPRD yang bersepakat dengan Pemda dan menyetujui kebijakan itu menjadi Perda pada 6 Mei 2011.

“Keputusan pada sidang paripurna sangat bulat. Itu sudah menjadi keputusan bersama. Saya pikir Perda ini menjadi langkah awal yang baik dimana hubungan antara legislatif dan eksekutif membangun kebersaman memikirkan untuk mengambil keputusan-keputusan yang kita harapkan. Saya juga menilai DPRD sudah menunjukkan sebuah kepedulian terhadap masyarakat,” jelas dia.

Dia menjelaskan, pendidikan gratis yang selama ini diberikan pemerintah melalui dana bantuan operasional sekolah (BOS) hanya untuk jenjang SD-SMP. Dengan Perda pendidikan gratis tersebut, pendidikan tingkat SMA dan PT juga digratiskan.

Dia menjelaskan, pendidikan gratis itu, khususnya untuk PT, tidak hanya berlaku bagi masyarakat Nisel. Namun, juga akan diberikan bagi mahasiswa dari daerah lain yang berkuliah di Nisel. Dia mengakui, kebijakan itu, oleh beberapa orang dianggap sebagai pemborosan. Namun, dia berpendapat sebaliknya. Dengan pendidikan gratis itu, dan banyaknya yang datang menempuh pendidikan di Nisel, akan menjadi sumber pemasukan.

“Itu yang dilakukan oleh Provinsi Jawa Tengah dan Yogya. Makanya mereka maju. Saya bisa berdebat dengan siapa saja bahwa ini bukanlah pemborosan,” tandas dia.

Dia menjabarkan argumentasinya. Misalkan, 10 ribu orang dari luar berkuliah di Nisel. Bila biaya pendidikan per tahun sebesar Rp 2 juta per orang, maka total biaya yang ditanggung Pemda Nisel dengan penggratisan itu sebesar sekitar Rp 20 miliar per tahun.

“Tapi dengan mereka di sini, mereka pasti akan membeli makanan, bayar kost/kontrakan, dan lain-lain di sini. Andaikan saja, biaya hidup sebulan di sini sebesar Rp 1 juta per orang dan dikalikan 10 ribu orang, maka uang yang berputar di Nisel dengan kehadiran mereka mencapai Rp 10 miliar per bulan atau Rp 120 miliar per tahun. Itu akan menimbulkan buying power,” tukas dia.

Idealisman menjelaskan, selain menggratiskan biaya pendidikan, Pemda Nisel juga telah bersepakat dengan DPRD melalui persetujuan atas Perda mengenai penggratisan biaya pelayanan dasar kesehatan bagi masyarakat.

Pada saat kampanye, pasangan Idealisman Dachi-Hukuasa Ndruru menjanjikan tiga hal berani. Yakni, pemberantasan korupsi, pendidikan gratis dan gratis pelayanan dasar kesehatan. (EN)

Catatan Redaksi:
Para pembaca yang terhormat, kami mohon maaf karena ada kesalahan pada penulisan judul berita ini sebelumnya. Sebelumnya tertulis, “Mulai Tahun Ajaran Baru 2011, Gratis Biaya Pendidikan SD-PT di Nias Selatan”. Harusnya, “Mulai Tahun Ajaran Baru 2011, Gratis Biaya Pendidikan TK-PT di Nias Selatan.” Demikian perbaikan dari kami. Terima kasih.

Facebook Comments