Bupati Nias Selatan Idealisman Dachi (Foto. Doc. Etis Nehe)

Teluk Dalam, Nias Online – Pemerintah Daerah Nias Selatan (Pemda Nisel) menjanjikan perbaikan infrastruktur pendukung, khususnya akses jalan ke pusat-pusat pariwisata di Nisel. Tujuannya, agar para wisatawan yang berkunjung ke daerah-daerah wisata tersebut bisa merasakan kenyamanan.

“Ada yang bisa kita lakukan untuk mengatasi masalah seperti itu. Nanti kita akan membangun akses-akses dulu ke sana, bukan hanya ke Bawömataluo, tapi ke desa-desa lain seperti lagundri, sorake supaya yang berkunjung ke sana merasa nyaman,” ujar Bupati Idealisman Dachi dalam wawancara eksklusif dengan Nias Online di rumah dinasnya di Teluk Dalam, Nisel, Senin (16/5/2011).

Seperti diketahui, meski pagelaran Bawömataluo 2011 berhasil menyedot perhatian pengunjung yang mencapai sekitar 28 ribu orang, namun acara yang digelar pada 13-15 Mei 2011 tersebut tidak didukung infrastruktur jalan yang memadai. Jalan sepanjang hampir 3 kilometer dari simpang di Desa Bawöfanayama (Ndraso) menuju Desa Bawömataluo mengalam kerusakan merata berupa lobang dan hamburan batu-batu yang mengelupas dari badan jalan. Tidak hanya mengganggu kenyamanan berkendara, jalanan rusak itu juga bahkan sempat menyebabkan korban pada hari kedua acara itu.

Adopsi Konsep

Bupati Idealisman juga mengakui, konsep pagelaran yang digagas dan dilakukan dengan dukungan swadaya masyarakat tersebut sangat bagus dan sangat positif. Sebab, dengan acara itu, masyarakat Desa Bawömataluo mampu menunjukkan dan memeragakan potensi-potensi budayanya.

“Harapan saya juga, masyarakat pelaku pariwisata ini dapat menunjukkan budaya yang jauh lebih baik, terutama dalam menerima tamu. Lebih ramah sehingga para pelancong yang datang ke desa atau ke pantai merasa nyaman dan bisa cerita kepada dunia luar,” kata dia.

Dia mengatakan akan meminta laporan lengkap soal pagelaran itu melalui Dinas Pariwisata Nisel. Sebab, pemerintah tidak akan lepas tangan untuk memfasiltasi kegiatan serupa itu supaya potensi pariwisata tersebut dapat ditunjukkan kepada dunia luar.

Dia juga tidak menuntup kemungkinan, konsep pagelaran Bawömataluo tersebut diadopsi oleh Pemda Nisel. Bahkan pemerintah bisa melakukan langkah yang lebih besar lagi supaya potensi budaya tersebut bisa dieksplorasi supaya orang luar bisa tahu bahwa ada sesuatu yang indah di Nisel.

“Oh itu bisa. Artinya, Pemda tidak alergi terhadap hal-hal yang bisa menunjukkan sesuatu yang baik,” tandas dia. (EN)

Facebook Comments