Bawômataluo, Nias Online – Efek ikutan pelaksanaan Pagelaran Budaya “Bawömataluo 2011” bagi perekonomian masyarakat Desa Bawömataluo, ternyata cukup besar. Khususnya bagi para pengrajin maupun penjual makanan.

Jumlah pengunjung yang terus berdatangan selama tiga hari (13-15/5/2011) benar-benar menjadi sumber pemasukan. Memang pada hari pertama tidak terlalu ‘menggembirakan’ karena pengunjung tidak terlalu banyak. Namun, sebaliknya pada hari kedua dan terutama hari ketiga yang menjadi puncak acara dimana pengunjung mencapai sekitar 28 ribu orang.

“Kemungkinan, jumlah uang yang berputar melalui acara ini bisa mencapai setengah miliar bahkan bisa lebih,” ujar Kepala Desa Bawömataluo yang juga penanggungjawab pagelaran Ariston Manaö kepada Nias Online, Selasa (17/5/2011)

Dia menjelaskan, bila mengacu pada jumlah pengunjung pada hari terakhir saja yang mencapai 28 ribu orang, bila 20 ribu saja membelanjakan minimal Rp 10 ribu untuk makan dan minum, total uang yang dibelanjakan mencapai Rp 200 juta.
Ditambah dengan transaksi pembelian barang kerajinan atau produk industri lainnya, biaya transportasi, dan sebagainya, bisa menembus angka Rp 500 juta.

Dia mengungkapkan, beberapa stand pameran berhasil membukukan transaksi di atas Rp 10 juta. Bahkan, galeri Gaule Ana’a miliknya berhasil meraih transaksi sekitar Rp 18 juta selama tiga hari acara itu.

Dari pantauan Nias Online pada hari ketiga acara “Bawömataluo 2011” terjadi sejumlah transaksi pembelian hasil kerajinan yang nilainya jutaan rupiah. Penjual makanan, meski tidak merata, juga mengalami peningkatan penjualan secara signifikan.

Bahkan, stand kendaraan bermotor Yamaha, juga mendapat pembeli. Seorang penjaga stand produk Jepang itu mengungkapkan, pada hari kedua saja terjual satu unit motor. Uniknya, pembelinya berasal dari luar desa Bawömataluo.

Pada acara itu sendiri, panitia menyediakan sekitar 50 stand utk pameran atau pun berjualan produk industri, makanan dan hasil kerajinan. Selain itu, juga banyak yang membuka tempat jualan di depan rumah sendiri ataupun di warung-warung yang sudah lama ada.

Bila kegiatan ini dilakukan secara rutin, namun dengan penataan dan penyediaan berbagai alternatif jualan produk masyarakat, kegiatan ini akan menjadi salah satu penggerak ekonomi yang sangat penting di desa Bawömataluo. Tidak hanya pada hari pelaksanaan acara itu sendiri, tapi juga pada hari-hari lainnya sebagai efek domino acara itu.

Acara “Bawömataluo 2011” menjadi ajang kebudayaan satu-satunya yang berhasil membawa puluhan ribu orang berkunjung. Sebuah situasi yang tidak pernah lagi dinikmati, setidaknya selama sepuluh tahun terakhir. (EN)

Facebook Comments