Prof. Jerome A Feldman, Ph. D (Foto: www.hpu.edu)

JAKARTA, Nias Online – Guru Besar Art History dari Hawaii Pacific University, Jerome A Feldman, Ph. D, mengingatkan masyarakat Nias (Ono Niha) bahwa masa depan kebudayaan mereka ada di tangan mereka sendiri. Karena itu, gagasan dan inisiatif yang bermuara pada promosi kebudayaan Nias – sebagaimana juga menjadi inti dari atraksi pagelaran budaya “Bawömataluo 2011” – merupakan langkah pertama kebangkitan budaya bagi masyarakat Nias.

“Masa depan kebudayaan Nias Selatan dan kebudayaan Nias secara keseluruhan, sesungguhnya berada di tangan para Ono Niha. Hanya orang Nias sendiri yang dapat memahami kekayaan mereka dan berusaha menjaga kebudayaan mereka itu tetap hidup. Pagelaran budaya itu akan menolong untuk mempromosikan kebanggaan akan kebudayaan Nias dan itu merupakan langkah pertama kepada kebangkitan budaya bagi masyarakat Nias. Saya pikir itu (acara “Bawömataluo 2011”) sebuah ide luarbiasa,” ujar Feldman dalam salah satu tanggapannya dari serangkaian pertanyaan dalam wawancara dengan redaksi Nias Online, beberapa waktu lalu.

Feldman sendiri tidak asing dengan Nias dan kebudayaannya. Khususnya Desa Bawömataluo di Nias Selatan. Feldman dan istrinya pernah tinggal di sana selama beberapa bulan untuk melakukan riset, terkait sejarah Omo Sebua di desa itu.

Tidak heran bila dalam beberapa kesempatan, termasuk waktu gempa bumi mendera Pulau Nias pada Maret 2005, Feldman langsung menanyakan kondisi Omo Sebua maupun rumah-rumah lainnya di Desa Bawömataluo. Dalam komunikasi dengan salah satu redaksi Nias Online saat itu, Feldman menyatakan kelegaannya ketika mendengar keadaan Omo Sebua tidak mengalami kerusakan apalagi kehancuran akibat gempa itu.

Feldman mengatakan, selain berbagai gagasan dan inisiatif eksebisi yang menjadi ajang promosi budaya, semua situs budaya di Pulau Nias, harus dipelihara dan terus dirawat. Namun, tetap dengan sedapat mungkin mempertahankan keotentikannya. “Ini membutuhkan dukungan pemerintah dan termasuk pendanaan dari luar, dari organisasi seperti Unesco,” kata dia.

Untuk diketahui, pada hari Jum’at-Minggu (13-15 Mei 2011), masyarakat Desa Bawömataluo akan menggelar Atraksi Pagelaran Budaya Bawömataluo 2011. Berbagai atraksi budaya khas desa itu, termasuk yang selama ini sudah mulai terlupakan, akan diangkat melalui berbagai atraksi. Acara ini sendiri juga mengakomodir atraksi budaya dari beberapa desa sekitar. Acara yang digelar dengan dukungan swadaya masyarakat desa tersebut, diharapkan bisa membangkitkan kembali kejayaan pariwisata desa yang kini menjadi salah satu kandidat warisan dunia (world heritage) tersebut. (EN)

Catatan Redaksi:
Para pembaca yang terhormat, beberapa bagian dari wawancara dengan Prof. Jerome A Feldman dalam kaitan dengan acara Atraksi Pagelaran Budaya Bawomataluo 2011, kami tampilkan dalam bentuk berita di situs ini. Sedangkan wawancara lengkap dan lebih mendalam, akan kami tayangkan dalam waktu dekat.

Facebook Comments