Perkenalkan, Batik Nias!

Thursday, May 5, 2011
By susuwongi

Batik Pria Lengan Pendek (Foto: Doc. Chris Lase)

JAKARTA, Nias Online – Kini, Nias punya batiknya sendiri. Adalah Chris Lase yang merealisasikan ide itu. Sejumlah keunikan budaya Pulau Nias, diolah dan diaplikasikannya menjadi motif kain batik. Kini, produk batik Nias tersebut sudah mulai diproduksi dan dipasarkan.

Kepada Nias Online, Chris mengakui, ide membuat batik khas Nias tersebut bermula dari kegelisahan karena tidak menemukan souvenir khas Nias ketika berkunjung di anjungan Sumatera Utara di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) saat liburan Lebaran tahun lalu.

“Saya tidak menemukan souvenir khas Nias di sana sedangkan daerah-daerah lain memilikinya. Padahal TMII itu salah satu sarana mempromosikan budaya dan pariwisata Nias. Bermula dari kunjungan itu, saya berpikir untuk merancang batik dengan motif berbagai kekayaan budaya di Pulau Nias,” ujar Chris di Jakarta, Kamis (5/5/2011).

Batik Pria Lengan Panjang (Foto: Doc. Chris Lase)

Chris menjelaskan, proses produksi batik itu pun, sejak tahap desain di usaha tekstil dimulai 18 Maret 2011. Dari enam motif batik yang sudah dipersiapkan, sudah dua motif yang telah diproduksi. Yaitu, motif Batik Rai Ni’owöli-wöli (Mahkota permaisuri raja) yang didesain khusus wanita dan Batik Rai Faluaya (Batik Mahkota Perang) yang didesain khusus untuk pria. Motif-motif lainnya akan menyusul diproduksi. Bahkan, sejumlah motif lainnya sedang dipersiapkan juga untuk diaplikasi dalam

Chris mengatakan, selain untuk menyediakan alternatif cinderamata yang bercirikan budaya Pulau Nias, dengan hasil karya batik Nias tersebut, nilai-nilai budaya Nias bisa dilestarikan, dipromosikan dan ditanamkan kepada masyarakat luas. Khususnya, generasi muda Ono Niha sehingga memperkuat jatidiri/identitas dan kebanggaan diri sebagai Ono Niha.

Chris menjelaskan, dari dua motif yang sudah diproduksi, saat ini dijual dengan harga Rp 100 ribu per potong untuk baju batik lengan pendek. Sedangkan baju batik lengan panjang dihargai Rp 120 ribu per potong. Harga itu berlaku sama untuk pakaian pria maupun wanita.

Untuk rok batik wanita, saat ini masih dalam tahap desain. Namun, kata Chris, bisa juga dengan membeli kain batik yang dijual meteran sehingga bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Kain batik meteran tersebut dijual sebesar Rp 40 ribu per meter. Semua harga tersebut, di luar ongkos kirim.

Batik Wanita Lengan Panjang (Foto: Doc. Chris Lase)

“Untuk sementara ini, harganya seperti itu karena penjahitannya di usaha jahit rumah tangga, bukan dikonveksi seperti biasa untuk produksi massal. Tujuannya, untuk menjaga kualitas jahitan,” jelas Chris.

Bagi yang tertarik memilikinya, ataupun sekedar ingin mencari informasi, bisa menghubungi Chris Lase di 081288021620, 082112941620. Info lainnya bisa juga diperoleh melalui email: batik_nias@yahoo.com; di facebook di Batik Nias atau di www.batiknias.blogspot.com. (EN)

Komentari

Kalender Berita

May 2011
M T W T F S S
« Apr   Jun »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031