Pak Dalisökhi Gea: “Ahono Dödögu Iada’a, Saöhagölö Khömi Fefu”

Thursday, April 21, 2011
By susuwongi

Pak Dalisökhi Gea setelah dioperasi, diapit oleh Suster Klara, Firdaus Duha dan salah satu dokter berfoto sebelum meninggalkan RS Atmajaya, Pluit. (Doc. Suster Klara)

JAKARTA, Nias Online – Setelah menjalani operasi dan perawatan selama beberapa hari ini, Pak Dalisökhi Gea, penderita gondok seberat 5 kg kembali ke Nias. Kepala Balai Pengobatan Santa Margaretha, Laverna, Gunungsitoli Suster Klara Duha yang memfasilitasi dan membawanya ke Jakarta, menjemputnya untuk kembali ke Pulau Nias dan menjalani perawatan lanjutan.

Saat Nias Online menghubunginya, Suster Klara, Pak Dalisökhi Gea dan Firdaus Duha, perawat pendampingnya dari lembaga yang dipimpin Suster Klara selama dirawat di RS Atmajaya, sudah berada di Bandara Soekarno-Hatta. Mereka akan terbang ke Medan dengan pesawat Lion Air pada pukul 11.00 WIB dan selanjutnya akan meneruskan penerbangan ke Gunugsitoli.

Nias Online sempat berbicara dengan Pak Dalisökhi. Meski masih belum pulih sepenuhnya dari operasi, namun beliau tidak bisa menutupi rasa senangnya. “So wa’aoha iada’a. Ahono dödögu iada’a. U’andrö saohagölö khömi fefu (sekarang lebih enteng. Saya lebih tenang sekarang. Saya sampaikan terimakasih kepada kalian semua/yang mendukung pengobatannya saya),” ujar dia mengungkapkan perasaannya.

Dia juga mengungkapkan, setelah pulih total dalam perawatan di Balai Pengobatan di Gunungsitoli, dia akan bekerja lagi. Tapi, dia juga sadar, dengan keadaan saat ini dan usia, dia sudah tidak bisa bekerja berat lagi. “Omasido mohalöwö zui. Ba tebai halöwö sebua sa’ae, (Saya ingin bekerja kembali. Tapi, tidak bisa lagi melakukan pekerjaan berat),” tukas dia.

Suster Klara menambahkan, saat ini kondisi Pak Dalisökhi lebih fit dan siap untuk melakukan perjalanan ke Nias. Perawatan lanjutan sampai pulih total akan dilakukan di Laverna. Sebelumnya, Suster Klara mengatakan, Pak Dalisokhi bisa tinggal di Balai Pengobatan tersebut setidaknya sampai enam bulan ke depan, atau sampai benar-benar pulih.

Sementara Firdaus Duha menjelaskan, luka bekas operasi sudah mulai kering. Dari 30 jahitan, sebagian sudah dibuka. Sisanya, akan dilakukan dalam beberapa hari mendatang di Gunungsitoli.

Sepenggal Kisah Perjalanan

Pak Dalisökhi Gea dan gondoknya sebelum dioperasi

Sudah berpuluh tahun Pak Dalisökhi menderita gondok itu. Tapi awal jalan keluar baginya terjadi pada 26 Februari 2011. Pada hari itu juga Nias Online mendapatkan kabar Pak Dalisökhi dan berusaha mengumpulkan informasi lebih lengkap. Nias Online membutuhkan waktu beberapa hari untuk mengkonfirmasi semua informasi soal Pak Dalisökhi.

Nias Online mendapatkan informasi lebih lengkap dari Yanti Zebua, kenalan Pak Dalisökhi di Gunungsitoli dan Kontributor TvOne di Pulau Nias, One Man Halawa yang saat itu meliput perjalanan langsung perjalanan Pak Dalisökhi di Gunungsitoli. Yanti menuturkan, saat itu, dalam usia yang sudah 61 tahun, Pak Dalisökhi, dengan ‘menggendong’ gondoknya yang menggelayut sampai setinggi pinggang, ditemani salah satu kerabatnya, berjalan dari rumah ke rumah di Gunungsitoli untuk meminta bantuan. Pak Dalisökhi sempat singgah di rumah Yanti. Saat itu, Pak Dalisökhi meminta tolong agar dicarikan bantuan untuk pengoperasian gondoknya.

Karena keterbatasannya juga, Yanti kemudian menghubungi One Man Halawa. Setelah mendapat informasi lengkap dari keduanya, Nias Online memutuskan memublikasikan keadaan Pak Dalisökhi pada 1 Maret 2011. Nias Online juga kemudian mengusulkan agar Yanti dan One Man membicarakan kesulitan Pak Dalisökhi itu dengan Suster Klara. Setidaknya, Suster Klara bisa memfasilitasi dukungan bantuan untuk penanganan Pak Dalisökhi.

Setelah mendapat persetujuan Suster Klara, Pak Dalisökhi dijemput menggunakan ambulans dari desanya di Fadoro Hilimböwö, Kecamatan Lahewa, Nias Utara. Setelah beberapa hari menjalani perawatan dasar di Balai Pengobatan, Suster Klara membawa Pak Dalisökhi ke RS Atmajaya pada 6 April 2011. Setelah mendapatkan transfusi daerah karena HBnya rendah, gondoknya dioperasi oleh lima dokter spesialis RS Atmajaya, yang dipimpin oleh dr. Daniel.

Banyak pihak terlibat mendukung penanganan Pak Dalisökhi ini, baik doa atau pun dana. Langsung atau tidak langsung. Nama-nama itu tidak dapat ditulis semuanya, satu per satu di sini. Berkat doa dan kerjasama itu, kini Pak Dalisökhi akan kembali ke Nias dengan ‘hidup baru’ tanpa ‘beban’. Tentu saja, Suster Klara dan Tim, layak mendapatkan salut dan apresiasi atas kesediaannya ‘mengambilalih’ semua proses ini dalam segala keterbatasannya.

Dukungan Dana

Suster Klara menambahkan, di RS Atmajaya, masih ada dua pasien yang juga difasilitasi pengoperasian mereka. Keduanya adalah Yarni Halawa dan Manila Waruwu. Keduanya menderita masalah kantung kemih. Keduanya akan menjalani operasi selama tiga kali dengan biaya per orang mencapai ratusan juta.

Dalam beberapa kesempatan, Suster Klara mengatakan, semua biaya pengobatan ini sebenarnya belum ada. Berharap pada keyakinan bahwa Tuhan akan tolong, memberikan jalan keluar. Suster Klara juga berharap pada bantuan berbagai pihak yang tergerak hatinya dengan tulus untuk membantu.

Selain itu, di Balai Pengobatan yang dipimpinnya, terdapat beberapa orang yang masih dalam perawatan.

Mungkin di antara Anda, ada yang tergerak untuk membantu. Bantuan Anda bisa disalurkan di dua rekening Suster Klara. Yaitu, Bank Danamon Gunungsitoli no. 00094848207 atas nama Klara OSF Izanulu Duha atau Yulita S, Sr atau melalui Bank BCA KCU Medan no. 0222015969 atas nama Sr Klara OSF Izanulu Duha. Suster Klara juga bisa dihubungi di 081361459779. (EN)

4 Responses to “Pak Dalisökhi Gea: “Ahono Dödögu Iada’a, Saöhagölö Khömi Fefu””

  1. 1
    fois laia Says:

    Terima kasih kepada suster Clara yang tlh melayani dn mjd mediator bagi pak Dalisokhi Gea, kiranya Tuhan memberkati suster Clara dlm pelayanan dn jg keluarga smua.
    terima kasih juga kepada para dokter yng tlh menunjukkan kinerganya, cinta dan tekadnya utk melayani seingga pak Gea bs sembuh.kiranya keluarga para dokter diberkati oleh Tuhan. Jesus Bless

  2. 2
    Hati Bening Says:

    Pak Dalisokhi dan Suster Klara menjadi bintang Nias Online thn 2011. Setelah mereka, barulah menyusul para bupati /walikota terpilih. Proficiat!

  3. 3
    Kristian Gea Says:

    Luar biasa suster clara…ini contoh yang patut kita tiru oleh semua warga Nias…yang patut kita tanyakan bersama adalah dimana peran Pemerintah daerah disini, apakah hanya fokus pada korupsi dengan meraup uang masyarakat miskin sehingga hal-hal seperti ini sampai terlupakan, hal ini sangat menyedihkan. sekali lagi Thanks buat Suster clara yang berhati mulia,anda layak jadi pengganti Ibu theresa versi Nias.. GBU

  4. 4
    Fidelis Dakhi Says:

    Terima Kasih Banyak kepada Suster Clara Duha yang selama ini sudah banyak menolong Masyarakat Nias, Semoga Tuhan tetap mendampingin langkah-langkah Suster Clara Duha dalam melayani Umatnya.

Leave a Reply

Comment spam protected by SpamBam

Kalender Berita

April 2011
M T W T F S S
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930