Sekilas Kegiatan Pagelaran Budaya “Bawömataluo 2011”

Tuesday, April 19, 2011
By susuwongi

"Telau Lasara" yang ada di sisi kiri dan kanan tangga menuju Desa Bawömataluo (Foto: Doc. Etis Nehe)

JAKARTA, Nias Online – Salah satu Ketua Panitia bidang pagelaran budaya Bawomataluo 2011 Hikayat Manaö mengatakan, acara yang berlangsung tiga hari itu akan menggunakan ikon Telau Lasara. Patung Telau Lasara sendiri, dapat disaksikan mengapit ‘gerbang’ tangga menuju desa Bawömataluo. Menurut Hikayat, penggunaan ikon Telau Lasara tersebut untuk memperkenalkan budaya lainnya yang selama ini jarang terekspos. Selama ini Hombo Batu (Lompat Batu) sudah menasional sehingga ikon budaya lainnya sering terlupakan.

Telau Lasara itu, merupakan kepala sejenis binatang khayalan/imajinasi yang mengekspresikan keperkasaan,” jelas dia kepada Nias Online di Jakarta, Selasa (19/4/2011).

Acara selama tiga hari itu juga telah dipersiapkan dengan baik. Pada hari pertama, Jum’at (13/4) sore akan diisi dengan acara pembukaan. Pembukaan direncanakan, bila tidak oleh Gubernur Sumatera Utara, akan dilakukan oleh Bupati Nias Selatan. Selanjutnya, acara puncaknya pada Sabtu-Minggu (14-15/5/2011).

Hikayat menjelaskan, beberapa atraksi budaya yang digelar pada acara itu adalah atraksi yang selama ini sudah jarang ditampilkan atau disaksikan. Di antaranya, acara fadöli hia yang akan dilakukan pada malam hari. Menurut dia, acara itu selama ini dipersepsikan sebagai acara penyambutan tamu, padahal juga sebagai tarian ucapan syukur. Tarian fadöli hia itu dengan sedikit polesan, akan ditampilkan kembali. “Dulu waktu saya kecil, acara itu biasa dilakukan. Nanti, dari empat penjuru desa, warga berarak dengan membawa lampu. Kemudian bertemu semua di depan Omo Sebua,” kata dia.

Acara lainnya, selain tari perang, hombo batu juga akan disemarakkan dengan penampilan sanggar-sanggar musik dan dance. Musik Feta Batu temuan Hikayat sendiri, juga akan mendapat sesi sendiri.

Juga akan ada atraksi tari perang yang tidak seperti selama ini biasa disaksikan. Bila selama ini peserta tari perang langsung berkumpul di halaman tengah desa di depan Rumah Adat (Omo Sebua), kini semua akan standby di rumah-rumah. Setelah ada pemukulan kentungan raksasa sebagai panggilan, semua akan turun dan keluar dari rumah menuju halaman tengah desa dan memulai atraksi tari perang.

Tangga Menuju Desa Bawömataluo. Setelah Kelompok Anak Tangga Pertama, Tangga Berikutnya Diapit oleh Dua Telau Lasara. (Foto: Doc. Etis Nehe)

Acara itu juga dilengkapi dengan puluhan stand pameran. Bahkan, hingga saat ini, sudah 40 stand yang sudah dipesan. Di antaranya, oleh pihak perbankan yang beroperasi di Teluk Dalam, Nias Selatan. Stand untuk pameran akan diposisikan di ndrölö (lorong) Halamba’a (atau sejajar dengan depan Omo Hada). Stand masakan tradisional mengambil tempat di ndrölö Raya atau lorong sebelah kiri Omo Hada. Kemudian, disetiap ujung lorong, akan diramaikan dengan panggung hiburan malam berupa panggung musik. Sedangkan fokus acara, semuanya di halaman depan Omo Sebua dan sedikit ke ndrölö Löu yang juga merupakan pintu masuk desa.

Panitia juga telah menyiapkan akomodasi berupa penginapan warga yang layak bagi tamu. Meski begitu, jangan membayangkan pengingapan dengan pelayanan penuh. Hanya sekedar tempat untuk menginap. Penginapan ini memang tidak gratis, pengguna diharapkan membayar sekedarnya untuk penyiapan tikar dan toilet.

Informasi lebih lanjut mengenai detil acara ini, akan kami tayangkan pada situs ini. Atau, bila membutuhkan informasil langsung, bisa menghubungi Bapak Hikayat Manaö di 081397993958. (EN)

Leave a Reply

Comment spam protected by SpamBam

Kalender Berita

April 2011
M T W T F S S
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930