BAPPENASNEWS – Ada hal menarik dari statistik kecelakaan lalu lintas jalan di wilayah kerja Kepolisian Daerah Metro Jaya (Polda Metro Jaya). Sepanjang Januari-Februari 2011, tercatat sekitar 68,71% dari 946 pelaku kecelakaan adalah karyawan swasta. Dan dari total 1.536 korban kecelakaan, sekitar 81,45% adalah karyawan swasta.

“Merujuk pada data itu, saya rasa masuk akal sebuah penelitian yang menyatakan bahwa 60% korban kecelakaan lalu lintas jalan terkena imbas finansial. Paling tidak, korban kecelakaan lalu lintas jalan harus mengeluarkan biaya untuk berobat atau memperbaiki kendaraan. Lebih jauh lagi, jika korban kecelakaan adalah tiang ekonomi keluarga, boleh jadi keuangan keluarga bakal terganggu. Saya yakin, mayoritas korban kecelakaan lalu lintas jalan bakal merasakan hal itu,” ujar aktivis Road Safety Association (RSA) Edo Rusyanto seperti dikutip dari blognya www.edorusyanto.wordpress.com, yang diposkan hari ini, Senin (18/4/2011).

Dia menambahkan, selain akan mengganggu ekonomi keluarga, tentu juga akan mengganggu produktifitas perusahaan tempat mereka bekerja.

Dia menjabarkan, dari total korban meninggal dunia pada dua bulan pertama 2011, sekitar 81,93% adalah para karyawan swasta. Sedangkan yang luka berat mencapai sekitar 84,05% dan luka ringan sekitar 80,31%. Kesemuanya dibandingkan dengan total korban masing-masing jenis luka.

Selain karyawan swasta, pengemudi dan pelajar juga menjadi korban paling banyak kecelakaan lalu lintas jalan. Masih di wilayah Polda Metro Jaya, sepanjang Januari-Februari 2011 persentasi korban kecelakaan dari kalangan pengemudi sebesar 13,64%, pelajar 12,68%, mahasiswa 3,49%, PNS 1,16%, dan TNI/Polri 0,32%.

Edo menjelaskan, sekitar 90,33 % penyebab kecelakaan lalu lintas jalan adalah masalah perilaku berkendara di jalan raya. Lalu, apakah itu berarti TNI/Polri paling disiplin di jalan sehingga jumlah korbannya lebih kecil? Edo mengatakan hal itu bisa saja terjadi karena profesi tersebut dididik untuk disiplin. Sehingga budaya budaya disiplin menjadi kunci keselamatan utama mereka saat berkendara di jalan. Tapi bisa saja juga banyaknya korban berlatar belakang karyawan swasta disebabkan populasi karyawan swasta memang lebih besar dibandingkan TNI/Polri.

“Tapi terlepas dari itu semua, yang terpenting adalah kecelakaan lalu lintas di jalan adalah perilaku pengendara. Karena itu, rasanya tak berlebihan jika kita mulai disiplin dari diri sendiri. Disiplin atas aturan yang ada. Tentu saja, demi kenyamanan dan keselamatan semua pengguna jalan,” tandas dia. (BN25)

Sumber: Bappenasnews.com

Catatan Redaksi:

Dalam berbagai kesempatan, kami mendapatkan informasi mengenai tingginya angka kecelakaan lalu lintas di Pulau Nias. Beberapa pihak mengatakan, kecelakaan lalu lintas jalan semakin tinggi seiring dengan membaiknya infrastruktur jalan raya dengan dibangunnya jalan raya yang rata-rata hotmix di Pulau Nias pada masa rehabilitasi dan rekonstruksi oleh BRR.

Perputaran uang yang sangat besar saat program BRR berdampak pada perekonomian masyarakat selain tingginya harga beberapa komoditas pertanian akhir-akhir ini. Banyak masyarakat dengan mudah membeli kendaraan bermotor, khususnya sepeda motor. Namun, keadaan itu tidak dibarengi dengan pemahaman dan perilaku disiplin berkendara yang baik.

Bagi pihak-pihak yang ingin berbagi atau mendapatkan pemahaman mengenai keselamatan berkendara, sebuah situs yang digawangi sejumlah aktivis yang menamakan diri Road Safety Association (RSA) yang fokus pada keselamatan berkendara, dapat membantu Anda. Semua informasi dan pemikiran mereka dituangkan di situs ini: www.rsa.co.id. (EN)

Facebook Comments