MEDAN, WASPADA ONLINE – Sebanyak 140 polisi dipecat karena berbagai kesalahan dan 90 personel lainnya mengalami gangguan mental atau stres dan sedang menjalani rawat inap dalam kurun waktu tiga bulan. Demikian dikatakan Kepala Bidang Hukum Polda Sumatera Utara, Kombes John Hendri.

Jhon tidak menampik adanya polisi “nakal” yang bertindak sewenang-wenang terhadap masyarakat. Terkait hal ini, masyarakat umum bisa berkomunikasi dengan Bidang Hukum (Bidkum) Poldasu jika mempunyai permasalahan hukum dengan polisi.

Jhon mengatakan pagi ini, tidak setuju dengan istilah trauma Aceh atau Nias Selatan sehingga polisi yang ditempatkan di dua daerah itu, merasa penempatan itu tidak adil. “Orang seperti itu tidak mensyukuri nikmat Tuhan. Akhirnya, timbul beban pikiran hingga mengakibatkan stres,” ujar Jhon yang mengaku pernah bertugas di Aceh.

Dia mengingatkan para bahwa penyampaian aspirasi melalui unjukrasa, dibenarkan dalam undang-undang, tapi harus mendapat izin dari kepolisian. Jumlah massa yang disampaikan kepada polisi harus sesuai dengan jumlah di lapangan dan aksi unjukrasa harus tertib dan kondusif.

Sumber: Waspada

Facebook Comments