JAKARTA, Nias Online – Bapak Lala’aro Gulö, warga Desa Botona’ai Te’olo, Kabupaten Nias Utara (dekat Mandrehe, Nias Barat namun pasca pemekaran masuk wilayah Nias Utara), saat ini sangat menderita karena pipi sebelah kirinya berlubang sekitar 7 cm hingga giginya kelihatan dari luar.

Menurut keluarga dekatnya, Turunan B Gulö, penyakit itu bermula dari rasa gatal pada tahi lalat pada pipi kirinya yang telah ada sejak lahir. Pada usia 47 tahun, rasa gatal mulai terasa. Kemudian, tahi lalat itu memerah, membengkak dan semakin melebar. Kondisi Pak Lala’aro yang lahir di Desa Hilinduria (1951) dan berprofesi sebagai petani itu makin kritis sejak 5 tahun lalu. Tahi lalat yang membengkak dan melebar itu meneteskan nanah bercampur darah.

“Saat ini, telah membentuk lubang sekitar 7 cm sehingga gigi-gigi Pak Lala’aro terlihat jelas dari luar,” ujar Turunan kepada Nias Online, Kamis (17/3/2011).

Dia menjelaskan, berbagai upaya pengobatan di Puskesmas terdekat dan juga pengobatran tradisional telah dilakukan. Namun tidak mendapatkan hasil. Upaya untuk berobat ke luar Pulau Nias untuk mendapatkan penanganan yang lebih baik, juga tidak dapat dilakukan karena ketidakmampuan keluarga membiayainya. Sementara tidak ada perhatian dari pemerintah setempat.

“Akibatnya, beliau susah makan, minum dan berbicara. Beliau masih mencoba bertahan hidup, entah sampai kapan. Kami dari keluarga juga sangat terbatas dan membutuhkan bantuan dari berbagai pihak,” ujar Turunan.

Karena itu, melalui publikasi ini, pihaknya mengharapkan uluran tangan dari saudara-saudara masyarakat Nias atau siapapun yang tergerak untuk membantu. Informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Turunan B Gulö di 08126044445  dan Tomosa Gulö di 081388034467. (EN)

Facebook Comments