Oknum Polisi Pungli Pindah ke Nias

Monday, March 14, 2011
By susuwongi

MEDAN – Kepala Kepolisian Resot Medan, Kombes Tagam Sinaga, dengan tegas bakal melakukan pemutasian anggotanya yang terlibat melakukan pemungutan liar (pungli) terhadap para supir dan mandor di lapangan.

“Jika terbukti ada oknum polisi melakukan pungli terhadap para supir angkot dan para mandor akan dicopot kemudian dimutasikan tugas ke Pulau Nias” sebut Tagam, malam ini (11/3/2011).

Pada kesempatan itu juga, Kapolresta Medan menghimbau kepada para supir dan mandor jangan terpancing dengan isu-isu negatif yang bertujuan untuk menciptakan situasi yang sudah kondusif di Kota Medan menjadi tidak kondusif.

“Apabila para supir dan mandor mendapat informasi tentang adanya pemukulan supir angkutan trayek Binjai dan Deli Serdang dipukuli di Medan. Atau sebaliknya supir angkutan trayek Medan dipukuli di Binjai dan Deli Serdang, segera laporkan ke Kapolresta Medan, karena informasi tersebut tidak benar,” harapnya.

Selain bakal memberikan sangsi tegas dengan pemutasian dan pemecatan terhadap oknum polisi yang terbukti melakukan pungli. Kapolresta Medan, Kombes. Tagam Sinaga menegaskan, akan melakukan tindakan penilangan dan menahan mobil angkutan yang melanggar izin trayek.

Menurut Tagam Sinaga, berlakunya keputusan tersebut, setelah dilakukan sosialisasi selama 2 minggu kepada para pengusaha angkutan.

”Pihaknya terlebih dahulu akan menyurati para pengusaha angkutan. Jika tidak juga ada kesepakatan antara mereka selama dua minggu, maka tindakan itu akan dilaksanakan,” tegasnya.

Sumber: Waspada

11 Responses to “Oknum Polisi Pungli Pindah ke Nias”

  1. 1
    Marselino Fau Says:

    Kepada Yth,

    Kepala Kepolisian Resot Medan
    Bapak Kombes Tagam Sinaga

    Menurut saya melakukan mutasi ke Pulau Nias bukan kebijakan yang tepat dan baik karena selain tidak mendidik untuk oknum yang besangkutan juga SANGAT merugikan citra Pulau NIAS.

    Pulau Nias dicitrakan sebagai pulau PEMBUANGAN bagi oknum-oknum yang nakal.

    Dan kalau ditugas dipulau Nias bisa-bisa yang bersangkutan semakin tidak terkontrol.

    Semoga menjadi perhatian…

    Horas
    Marsel

  2. 2
    setia Says:

    Membaca berita diatas sangat mengejutkan sekaligus mengecewakan, karena apa yang direncanakan dan dilakukan oleh Kepala Kepolisian Resot Medan, Kombes Tagam Sinaga, untuk mencopot dan memutasikan anggota Polri yang melakukan tindakan kriminal ke Pulau Nias, menujukkan bahwa Kombes Tagam Sinaga telah mengumumkan secara resmi kepada publik bahwa Pulau Nias adalah “tempat buangan” pengganti hukuman bagi anggota Polri yang melakukan kejahatan kriminal. Dengan kata lain Pulau Nias adalah “Penjara” bagi anggota Polri, sebagaimana halnya Pulau Nusa Kambangan tempat buangan dan penjara bagi Nara Pidana di indonesia.
    Pertanyaanya sekarang ialah : “Apakah ini merupakan hanya merupakan kebijaka Kepala Kepolisian Resot Medan, Kombes Tagam Sinaga semata, atau keputusan Institusi Kepolisian Republik Indonesia yang dipimpin oleh Jenderal Polisi Timur Pandopo ?
    Saya sebagai putra Indonesia yang berasal dari Pulau Nias dengan sangat meminta hal ini dijelaskan oleh institusi Polri.

    Ya’ahowu

    Kolonel Chb (Purn) Ir. Adieli Hulu, MM

    Jakarta

  3. 3
    M.J. daeli Says:

    Kepada Yth. KAPOLRI,

    Luangkan waktu Bapak menyimak potongan bagian dari artikel ini yang tertulis :

    “Jika terbukti ada oknum polisi melakukan pungli terhadap para supir angkot dan para mandor akan dicopot kemudian dimutasikan tugas ke Pulau Nias” sebut Tagam, malam ini (11/3/2011)”.

    Saya percaya : Bapak, saya, dan warga suku Nias lainnya memiliki perasan yang sama terhadap negara bangsa ini. Saya percaya institusi Kepolisian tidak pernah mengajarkan apalagi mendidik anggotanya seperti saudara Tagam ini dengan tidak sopan/tidak mengargai Pulau Nias. Pulau Nias bukan tempat pembuangan polisi yang memeras para sopir dan para mandor.

    Dengan hati terbuka, saya dan Ono Niha (masyarakat Nias) lainnya mengharap Kapolri menegur Saudara Tagam secara resmi dan dipublikasikan melalui media. Hal ini penting agar masyarakat yang sopan tidak menyamaratakan anggota Kepolisian lainnya dengan Saudara tagam.

    Terima kasih.-

    Mathias J. Daeli

  4. 4
    banuada Says:

    Ternyata, setelah ditelusuri, pernyataan serupa diungkapkan oleh Kapolda Sumut Oegroseno pada 10 Maret 2011 atau sehari sebelum pernyataan kapolresta medan. Ironisnya, pernyataan yang bernada menghina itu, diungkapkan Oegroseno yang kini menyandang bintang tiga itu jelang hari terakhirnya di SUmut. Dan, beberapa polisi yang bermasalah itu memang sudah dilantik dan ditempatkan di Polres Nias.

    Informasinya ada di sini: http://www.hariansumutpos.com/2011/03/1383/kapolda-saya-pindahkan-ke-nias-biar-tahu-rasa-dia.htm#comment-552

    Banuada

  5. 5
    andrew Says:

    saya setuju dengan Saudara Banuada..
    Beliau (Tagam) sebelumnya hanya menyatakan semua keputusan ada di tangan Kapolda. Setelah Kapolda Komjen Pol Oegroseno menyatakan bahwa oknum tsb dimutasi ke Nias, maka Tagam mengulangi pernyataan yang dinyatakan komandannya tsb.

  6. 6
    Yustinus Wau Says:

    Andaikata saja yang berbicara itu “kopral” alias”helper”; saya tidak akan komentar, “mari kita maklumi”
    Namun sebagai seorang Kom Bes, maka hanya seperti itu cara mendidik bawahan ? dibuang ke Nias ? lalu apa bedanya dengan Kopral tsb ?
    Kami sangat sangat-sangat tersinggung karena pulau Nias bukan tempat bawahan anda yang anda tidak bisa lagi didik.

    Kepada saudara-saudara ku di Nias, tolong di perhatikan serius yang mutasi dari medan ke Nias. kalau perlu jangan diterima ; biar menjadi pengawal si Kom bes itu.
    Salam
    Yustinus

  7. 7
    M. J. Daeli Says:

    1. Kalau Jenderal Polisi Bintang Tiga yang mensposori hal itu sungguh sangat absurd. Pulau Nias tidak pernah berpikir primodial dalam NKRI, tetapi juga tidak mau dijadikan tempat pembuangan polisi pemeras. Apalagi kalau dijadikan sarana untuk menakut-nakuti polisi yang jahat, sebab kalau demikian Pulau Nias tak ubahnya hantu bagi institusi Kepolisian.

    2. Kok DPRD Kabupaten : Nias, Nias Selatan, Nias Barat, Nias Utara, dan Kota Madya Gunung Sitoli diam ? Juga Bupati dan Para PJS Bupati kok diam ! Apa masih sibuk dengan perhitungan untung rugi setelah PILKADA ya !

    3. Tolak, kalau Nias dijadkan tempat pembuangan polisi tukang peras sopir dan para mandor !!!!!!!!!!!!!!!

    Mathias J. Daeli

  8. 8
    adrianus Says:

    Yth. KOMBES TAGAM SINAGA
    SEBAGAI KAPOLRESTA KOTA MEDAN

    UNTUK BAHAN RENUNGAN SAUDARA :
    1. APAKAH PULAU NIAS BAGI KOMBES TAGAM SINAGA SEBAGAI PULAU TIDAK BERGUNA BUAT SAUDARA,SEHINGGA MENGUMUMKAN SECARA RESMI BILA ANGGOTA POLISI YANG BERSALAH, TIDAK DISIPLIN ATAU MELAKUKAN PUNGUTAN LIAR AKAN DIPINDAHKAN KE NIAS…..? PULAU NIAS JANGAN SAMAKAN PULAU NUSA KAMBANGAN

    2. APAKAH PERNYATAAN KOMBES TAGAM SINAGA JUGA TERMASUK KEPUTUSAN INSTITUSI KEPOLISIAN REPUBLIK INDONESIA ATAU KEBIJAKAN KOMBES TAGAM SINAGA SEMATA……?

    3. SAYA PUTRA INDONESIA YANG BERASAL DARI NIAS,MOHON INSTITUSI MENJELASKAN PERRNYATAAN KOMBES TAGAM SINAGA TERSEBUT.

    TERIMA KASIH

    YA’AHOWU

    ADRIANUS ZEBUA

  9. 9
    roy waruwu Says:

    kepada sdr kombes tagam sinaga dan seluruh masyarakat indonesia,saya sebagai putra Nias sangat sakit hati atas komentar anda yang menyakitkan seluruh masyarakat Nias.
    maka saya sampaikan:
    * P Nias adalah bukan ‘pulau buangan’ bagi para aparat yang punya ‘mental bobrok’
    * P Nias bukan seperti apa yang anda bayangkan selama ini,
    * P Nias sama juga dgn daerah lain di Indonesia yang kita cintai ini…

    Thank’s

  10. 10
    Nias Satu » Warga Nias Protes Kapolresta Medan Citrakan Nias Sebagai Tempat Buangan Says:

    […] Sebelumnya, pada 2011, Kapolresta Medan saat itu, Kombes Tagam Sinaga juga pernah membuat pernyataan serupa. Yakni mengancam memindahkan personilnya yang suka melakukan pungli kepada para sopir dan mandor ke Pulau N…  […]

  11. 11
    Nias Satu » Warga Nias Protes Kapolresta Medan Citrakan Nias Sebagai Tempat Pembuangan Aparat Bermasalah Says:

    […] Sebelumnya, pada 2011, Kapolresta Medan saat itu, Kombes Tagam Sinaga juga pernah membuat pernyataan serupa. Yakni mengancam memindahkan personilnya yang suka melakukan pungli kepada para sopir dan mandor ke Pulau N…  […]

Leave a Reply

Comment spam protected by SpamBam

Kalender Berita

March 2011
M T W T F S S
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031