MEDAN – Kepala Kepolisian Resot Medan, Kombes Tagam Sinaga, dengan tegas bakal melakukan pemutasian anggotanya yang terlibat melakukan pemungutan liar (pungli) terhadap para supir dan mandor di lapangan.

“Jika terbukti ada oknum polisi melakukan pungli terhadap para supir angkot dan para mandor akan dicopot kemudian dimutasikan tugas ke Pulau Nias” sebut Tagam, malam ini (11/3/2011).

Pada kesempatan itu juga, Kapolresta Medan menghimbau kepada para supir dan mandor jangan terpancing dengan isu-isu negatif yang bertujuan untuk menciptakan situasi yang sudah kondusif di Kota Medan menjadi tidak kondusif.

“Apabila para supir dan mandor mendapat informasi tentang adanya pemukulan supir angkutan trayek Binjai dan Deli Serdang dipukuli di Medan. Atau sebaliknya supir angkutan trayek Medan dipukuli di Binjai dan Deli Serdang, segera laporkan ke Kapolresta Medan, karena informasi tersebut tidak benar,” harapnya.

Selain bakal memberikan sangsi tegas dengan pemutasian dan pemecatan terhadap oknum polisi yang terbukti melakukan pungli. Kapolresta Medan, Kombes. Tagam Sinaga menegaskan, akan melakukan tindakan penilangan dan menahan mobil angkutan yang melanggar izin trayek.

Menurut Tagam Sinaga, berlakunya keputusan tersebut, setelah dilakukan sosialisasi selama 2 minggu kepada para pengusaha angkutan.

”Pihaknya terlebih dahulu akan menyurati para pengusaha angkutan. Jika tidak juga ada kesepakatan antara mereka selama dua minggu, maka tindakan itu akan dilaksanakan,” tegasnya.

Sumber: Waspada

Facebook Comments