JAKARTA – Mahkamah Konstitusi (MK) menolak semua gugatan atas hasil pilkada kabupaten Nias Barat dan Nias Utara. Secara umum, MK menilai dalil para pemohon pada gugatan tersebut tidak terbukti, tidak beralasan dan berdasar hukum sehingga ditolak seluruhnya.

“Dalam eksepsi, menolak eksepsi termohon. Dalam pokok perkara, menolak permohonan pemohon (pasangan Faduhusi Daely-Sinar Abdi Gulö) untuk seluruhnya,” ujar Mahfud saat membacakan amar putusan yang didampingi oleh tujuh hakim konstitusi di Gedung MK, Jakarta, Kamis, (10/3/2011).

MK menilai, seperti dibacakan oleh Hakim Konstitusi Ahmad Fadlil Sumadi, dalil pemohon terkait DPT ganda dan diduga memilih pasangan terkait di kecamatan Sirombu tidak terbukti. Dikutip dari situs www.mahkamahkonstitusi.com, MK menilai pemohon tidak bisa membuktikan bahwa nama ganda di DPT ganda tersebut memilih ganda atau lebih dari satu kali. Juga tidak dapat dibuktikan bahwa mereka memilih pasangan tertentu. Karena itu, dalik tersebut dinilai tidak terbukti dan tidak beralasan hukum.

Demikian juga dalil pemohon soal adanya pemilih yang mencoblos lebih dari satu kali di Kecamatan Sirombu dan Kecamatan Ulu Moro’ö tidak didukung oleh bukti-bukti yang meyakinkan. Lagi pula, lanjut Mahfud, di persidangan terungkap bahwa tidak ada saksi dari semua pasangan yang mengajukan keberatan mengenai pemilih yang memilih lebih dari satu kali tersebut. Semua saksi bahkan menandatangani formulir C-1 sehingga dalil itu tidak terbukti dan tidak beralasan hukum.

Sedangkan dalil terkait terjadinya politik uang, MK menilai dalil itu terbukti. Meski begitu, pelanggaran itu hanya terjadi di tempat tertentu saja dan tidak masuk kriteria pelanggaran bersifat terstruktur, sistematis dan massif yang memengaruhi peringkat perolehan suara pasangan calon. Karena itu, dalil itu pun dianggap tidak beralasan hukum.

Dengan putusan itu, maka MK secara tidak langsung mengukuhkan kemenangan pasangan Adrianus A. Gulö-Hermit Hia sebagai pasangan bupati-wakil bupati terpilih Nias Barat untuk selanjutnya dilantik.

Pilkada Nias Utara

Kesimpulan yang serupa juga diberikan oleh MK terhadap gugatan atas hasil Pilkada Nias Utara. Dalam putusannya, Mahfud MD mengatakan, semua dalil pemohon ditolak karena seluruh eksepsi pihak termohon (KPUD Nias Barat) dan diterima dan dinilai beralasan hukum.

Terkait dalil para pemohon, yakni pasangan Darius Baeha-Desman Telaumbanua (no. urut 3) dan Edison Hulu-Marselinus Ingati Nazana (no. urut 2) terkait lewatnya tenggat waktu, MK menilai pokok permohonannya tidak dapat dipertimbangkan lagi karena eksepsi atas permohonan tersebut terbukti beralasan dan berdasar hukum. Para pemohon seharusnya mengajukan gugatannya pada 10 Februari 2011. Namun, ternyata baru diajukan pada Jum’at, 11 Februari 2011.

Para pemohon juga memohonkan agar MK membatalkan pasangan Edward Zega-Fangatö Lase sebagai pasangan bupati dan wakil bupati terpilih. Selanjutnya, memohon MK memerintahkan KPU menetapkan pasangan Darius Baeha-Desman Telaumbanua sebagai pasangan terpilih periode 2011-2016.

Pasangan Edison Hulu- Marselinus Ingati Nazara, selain memohonkan pembatalan pasangan terpilih juga memohonkan pembatalan demi hukum Keputusan KPU Kab. Nias Utara Nomor 02/Kpts/KPU-K.NU/2011 tentang Hasil Rekapitulasi Penghitungan suara Pemilukada Kab. Nias Utara Tahun 2011 dan memerintahkan KPU menyelenggarakan pemungutan suara ulang Pemilukada yang diikuti oleh seluruh pasangan calon kecuali pasangan Edward Zega-Fangatö Lase.

Namun, pada kesimpulannya, seperti dibacakan Ketua MK Mahfud MD selaku ketua sidang pleno, memutuskan mengabulkan eksepsi termohon dan pihak terkait dan dalam pokok permohonan menyatakan permohonan para pemohon tidak dapat diterima.

Dengan demikian, MK mengukuhkan kemenangan pasangan Edward Zega-Fangatö Lase sebagai pasangan bupati-wakil bupati terpilih kabupaten Nias Barat. (Mahkamah Konstitusi/EN)