JAKARTA, Nias Online – Anda mungkin pernah mendengar dan menggunakan alat-alat berikut: walkman, radio transistor, tape recorder, dan perekam video kaset pertama di duniam, Betamax. Semuanya adalah produk dari perusahaan kelas dunia asal Jepang, Sony.

Pribadi fenomenal dibalik terciptanya alat-alat tersebut adalah Nobutoshi Kihara. Kreasi-kreasi luarbiasanya, telah menolong perusahaan Sony dari dampak perang menjadi sebuah raksasa perusahaan elektronik.

Pada 13 Februari 2011, seperti dikutip dari The New York Times, diberitakan telah meninggal dunia pada usia 84 tahun. informasi meninggalnya Kihara diumumkan oleh Direktur Sony Corporation Howard Stringer dalam sebuah memorandum internal perusahaan itu. Juru bicara Sony, Sandra Genelius mengungkapkan, Kihara meninggal di Tokyo.

“Teknologi audio dan video Sony tetap eksis sampai saat ini karena fondasi-fondasi teknis yang telah diletakkan oleh Tuan Kihara,” tulis Stringer.

Sepanjang karirnya, Kihara telah membuat Sony mendapatkan lebih dari 700 paten dan juga telah menempatkan Sony di tempat pertama perusahaan yang sukes dalam memroduksi berbagai produk elektronik. Selain walkman, radio transistor, tape recorder, perekam video kaset petama di dunia, Betamax, produk lain yang diciptakannya adalah televisi, film video delapan millimeter, kamera digital yang sekarang dikenal dengan Mavica dan sebuah katalog variasi produk yang lebih kecil dan lebih ringan.

Produk walkman adalah yang paling fenomenal sehingga dia digelari sebagai “Mr. Walkman.” Meski sebenarnya ada insinyur lain yang lebih dahulu memperkenalkan produk personal stereo system itu, namun, inovasi Kihara telah menjadi tulang punggung pada terciptanya Walkman.

Asal mula ide penciptaan Walkman adalah adanya permintaan dari Akio Morita, salah satu dari dua orang pendiri Sony agar
Kihara menemukan sebuah cara agar dia tetap bisa mendengarkan opera meski dalam penerbangan bisnis jarak jauh.

Hubungan Kihara dengan Masaru Ibuka, pendiri Sony lainnya, juga digambarkan sebagai penuh keajaiban. Sebuah proyek
biasanya dimulai dengan percakapan. Kadang-kadang bertele-tele bahkan berupa percakapan telepatik sebagai salah satu cara yang dipakai oleh Ibuka agar tidak menyinggung Kihara bila memberikan perintah langsung. Acapkali, pada hari berikutnya, dengan berseri-seri, Kihara akan menunjukkan prototype dari konsep yang semula mereka diskusikan kepada Ibuka. “Saya senang membuat dia bahagia,” ujar Kihara seperti ditulis oleh John Nathan dalam bukunya “Sony: The Private
Life” (1999). Sementara di salah satu bukunya, Ibuka menyebut Kihara sebagai “a godlike person.”

Nobutoshi Kihara lahir di Tokyo pada 14 Oktober 1926. Keluarganya memiliki latar belakang teknik, dan sebagai anak laki-laki ia menikmati kebiasaan mengotak-atik motor dari model lokomotif kereta miliknya. Sementara untuk membiayai kuliahnya, Kihara mengumpulkan radio-radio yang sudah dibuang dan memperbaikinya.

Pada 1947, pada saat dia sedang mempersiapkan kelulusannya dari Waseda University, Tokyo dia menanggapi iklan lowongan kerja pada papan pengumuman di Tokyo Telecommunications Engineering Company, yang kemudian berganti nama menjadi Sony.

Suatu kali, Kihara pernah berkata, setiap kali dia memejamkan mata, maka dia akan membayangkan sebuah produk baru. Kemudian, pada paparannya di Center for the History of Electrical Engineering pada 1994, Kihara memberikan pernyataan yang sangat penting yang bisa menggambarkan prinsip-prinsip yang melatari kemampuan inovatifnya.

“Setiap orang bisa menemukan hal-hal tentang akal sehat. Tapi peran saya bukan untuk mengajarkan tentang akal sehat. Yang ingin saya katakan adalah, selalu bagaimana menerobos apa yang disebut akal sehat dan pengetahuan umum dan menjadikan mungkin hal-hal yang mustahil.” (EN/*)

Facebook Comments