Medan, Kompas – Hingga pertengahan Februari 2011, dua kasus kematian akibat rabies terjadi di Pulau Nias, Sumatera Utara. Korban dari Kota Gunungsitoli dan Nias Utara. Dua pasien rabies dari Nias Utara masih dirawat di RSUD Gunungsitoli. Satu pasien, Gulö (35), adalah pedagang makanan anjing yang tangannya digigit anjing tahun lalu.

”Satu korban lagi dalam perjalanan dari Nias Utara,” kata Kepala RSUD Gunungsitoli Adieli Zega, Selasa (22/2).

Sejak Kota Gunungsitoli ditetapkan kejadian luar biasa rabies tahun lalu, RSUD Gunungsitoli memvaksin seribu orang. Sebanyak 27 orang dilaporkan meninggal selama tahun 2010. Sebelum tahun 2010, Pulau Nias dinyatakan bebas kasus rabies.

Sebanyak 20 kasus kematian di Kota Gunungsitoli, satu kematian di Nias Barat, lima kematian di Nias Utara, dan satu kematian di Nias Selatan. Sementara kasus gigitan di Pulau Nias hingga awal Februari 2011 terdata 1.154 kasus.

”Beberapa korban meninggal akibat rabies adalah warga yang menganggap enteng gigitan anjing karena gigitannya kecil,” kata Kepala Seksi Bimbingan dan Pengendalian Pemberantasan Penyakit Dinas Kesehatan Sumut Sukarni.

”Kami membuat edaran ke daerah agar mewaspadai rabies dan membuat rabies center. Dengan demikian, ada alokasi APBD untuk penanganan rabies. Selain itu, koordinasi lintas sektor sudah dilakukan,” katanya. (WSI)

Sumber: Kompas

Facebook Comments