Jika suatu saat di masa depan seekor burung kecil hinggap di jendela Anda, itu mungkin burung kakatua, karena ia lebih lebih kecil dari burung yang telah diabadikan dalam sebuah lagu itu. Ia mungkin juga bukan seekor burung kolibri sungguhan. Ia barangkali adalah ‘seekor’ burung mata-mata yang ingin mengintai apa saja dalam bangunan yang anda tempati.

Burung buatan itu adalah hasil riset selama 5 lima tahun. Burung robotik ini berfungsi sebagai pesawat supermini mata-mata yang dapat digunakan untuk pengintaian dalam medan perang dan daerah-daerah perkotaan. Burung robotik yang disebut Nano Hummingbird (Burung Kolibri Nano) digerakkan oleh batere. Ia diperlengkapi dengan sebuah kamera, bisa terbang hingga kecepatan 18 km/jam, bisa mengambang di udara, terbang ke arah depan atau belakang dan ke arah kiri dan kanan. Demikian diumumkan secara bersama oleh Pentagon dan AeroVironment, Inc. sebuah perusahaan berpangkalan di Kalifornia yang bergerak di bidang pembuatan pesawat tanpa awak.

Para pakar industri meramalkan teknologi baru ini kelak bisa menghasilkan burung buatan yang bisa terbang melalui jendela terbuka, hinggap di kabel-kabel listrik dan menangkap suara serta gambar-gambar tanpa terdeteksi.

“Miniaturisasi ini sangat menarik,” kata pakar teknologi pertahanan Peter W. Singer, pengarang buku teknologi perang robotik Wired for War. “Anda bisa menggunakannya di mana saja, menempatkannya di mana saja, dan sasaran tidak akan pernah menyadari mereka sedang diintai,” katanya melanjutnya.

Kolibiri mata-mata ini memiliki rentang sayap 16 cm dan berat 19 gram atau lebih ringan dari sebuat batere ukuran AA, tetapi sedikit lebih besar dari seekor burung kolibri. Kolibiri mata-mata ini diperlengkapi dengan motor penggerak, sistem komunikasi dan sebuah kamera video.

Riset AeroVironment untuk menghasilkan kolibiri nano ini didanai oleh Pentagon sebesar 4 juta dollar Amerika (~ Rp. 35.5 miliar). (LAT/* – Foto: Aerovironment)

Facebook Comments