MEDAN–MICOM: Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sumatra Utara menargetkan kabupaten dan kota di Pulau Nias akan bebas dari penyakit rabies atau anjing gila pada 2014.

“Sebenarnya, sekarang sudah kondusif tetapi pada 2014 berstatus bebas rabies,” kata Kabid Kesehatan Hewan Dinas Peternakan (Disnak Keswan) dan Kesehatan Hewan Sumut drh Mulkan Harahap ketika dihubungi di Medan, Minggu (6/2). Ini disampaikannya terkait pernyataan pemerintah bahwa Pulau Nias ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) rabies (anjing gila).

Status KLB rabies di Pulau Nias itu mulai diberlakukan pada 10 Februari 2010 sejak Kepala Dinas Kesehatan Pemkab Nias Utara Christian Zai digigit anjing dan meninggal dunia pada awal Maret 2010. Sejak mengetahui keberadaan penyakit itu, Disnak Keswan Sumut melakukan sejumlah kebijakan untuk mengatasi penyakit hewan tersebut.

Kebijakan pertama dengan cara menurunkan tim dari berbagai instansi seperti Disnak Keswan dan Dinas Kesehatan Sumut untuk menangani anjing yang terindikasi mengidap penyakit rabies. Tim tersebut bekerja sama dengan petugas kesehatan di Pulau Nias untuk mendata anjing yang mungkin mengidap penyakit itu, termasuk memberikan layanan kesehatan terhadap warga.

Pihaknya juga mengirimkan vaksin antirabies sebanyak 10 ribu dosis untuk disuntikkan terhadap 10 ribu anjing di Pulau Nias. Hingga Desember 2010, Disnak Keswan Sumut telah mengirimkan 44.500 dosis dan melatih tenaga vaksinator untuk menyuntikkan obat antirabies tersebut.

“Ada 75 vaksinator yang telah dilatih dan memiliki cukup keahlian,” katanya. Pihaknya juga telah membuat kebijakan eliminasi atau pemusnahan terhadap 28.243 anjing yang dicurigai mengidap rabies. (Ant/OL-5) – Sumber: www.mediaindonesia.com – 6 Februari 2011.

Facebook Comments