Natal Perdana Fornisel Dihadiri Ribuan Warga Nisel

Monday, February 7, 2011
By Redaksi

JAKARTA, Nias Online — Perayaan Natal 25 Desember 2010 dan Tahun Baru 2011 oleh warga Nias Selatan di wilayah Jabodetabek berlangsung meriah. Di luar dugaan, warga yang hadir pada acara yang diselenggarakan pada hari Minggu, 6 Pebruari 2011, pkl 16.00 WIB itu diperkirakan lebih dari seribu orang. Bahkan, aula lantai 3 kampus Universitas Kristen Indonesia (UKI) tidak mampu menampung sehingga meluber ke luar ruangan.

Perayaan itu sendiri dihadiri oleh sejumlah tokoh masyarakat Nisel. Di antaranya, AKBP Asli Manaö, Letkol Yustitus Zagötö, Ketua Himpunan Masyarakat Gomo Bazatogo Hia, Vice President Standard Chartered Bank Ya’atulö Laia, Wakil Kepala PTUN Jawa Barat Disiplin Manaö, Waspada Wau, Folo Nehe. Sementara, bupati terpilih Nias Selatan, Idealisman Dachi yang semula dijadwalkan hadir, tidak tampak di ruangan acara.

Ketua Umum Forum Nias Selatan (Fornisel) Yulius Edison Duha mengatakan, perayaan bersama masyarakat Nisel tersebut merupakan yang pertama sejak terbentuknya Kabupaten Nias Selatan. Selama ini, kata dia, perayaan Natal dilakukan secara sporadis dalam kelompok-kelompok, misalnya kelompok kecamatan, marga, dan ikatan keluarga.

Anggota Panitia Natal Fornisel Anötöna Zagötö mengaku kaget dengan membludaknya warga Nisel yang menghadiri acara itu. Menurut dia, fenomena itu menunjukkan besarnya potensi warga Nisel yang bila dikelola dengan baik akan berdampak maksimal.

Dalam beberapa kata sambutan, suksesi kepemimpinan di Nisel jadi salah satu fokus perhatian. Menurut mereka, dengan kepemimpinan baru, terlepas dari plus minusnya harus didukung. Tujuannya satu, mendorong Nisel maju meninggalkan barisan daerah otonomi dengan kondisi terburuk di Indonesia.

Sementara itu, dalam khotbahnya, Pdt Seniman Laowö, STh, M. Div., mengatakan, mengacu pada tema “Bersukacitalah Menyambut Terang yang Sesungguhnya ” yang dikutip dari Injil Yohanes 1:9, secara historis, warga Nias sudah mendengar dan menerima ‘Yesus Krsitus sebagai terang hidup yang sesungguhnya” itu sejak tahun 1800-an.

Namun, kenyataannya, saat ini banyak yang tidak memahami maknanya, apalagi menyatakannya dalam hidup sehari-hari.
Percaya kepada Yesus Kristus sebagai terang hidup, tidak hanya menjadikan orang yang percaya diterangi atau diselamatkan hidupnya. Tapi, selanjutnya, dalam kehidupan sehari-hari menjadi pembawa terang hidup.

Terang hidup, sebagaimana esensinya, masuk dalam kehidupan dan menembus batas-batas sosial, ekonomi, etnisitas, warna kulit, kepentingan dan sebagainya. Karena itu, harusnya kehidupan sehari-hari orang percaya atau orang Nias menunjukkan perbedaan. “Harusnya orang lain bisa bersukacita karena kehadiran kita. Orang Nias, ketika bertemu dengan orang lain, kesan yang tampil adalah pembawa damai, peacemaker, bukan troublemaker,” jelas dia.

Menjadi terang berarti berkarya. Tidaklah benar bila seseorang sangat tekun dalam hal-hal spiritual tapi tidak mau bekerja atau malas. Dia menjelaskan, waktu hidup manusia sangat singkat. Hanya disimbolkan tanda sambung “-” di antara tanggal lahir dan tanggal kematian, seperti lazim kita saksikan di batu nisan di pekuburan. Karena itu, adalah bijak bila menggunakan waktu sisa hidup ini untu menunjukkan karya nyata yang berkualitas sebagai perwujudan sikap hidup ‘membawa/menjadi terang hidup.’

Menjadi atau membawa terang juga menuntut kesetiaan kepada Kristus. Dia mengingatkan akan banyaknya fenomena pemuda-pemudi Nias yang bekerja atau menempuh pendidikan di perantauan, meninggalkan imannya karena berbagai tawaran. Misalnya, tawaran pekerjaan, jabatan bahkan pasangan hidup. (EN) – Penambahan foto-foto tgl 8 Februari 2011. Foto-foto oleh Etis Nehe.

5 Responses to “Natal Perdana Fornisel Dihadiri Ribuan Warga Nisel”

  1. 1
    Marselino Fau Says:

    Somasi ita mano fefu…..
    Ufaigi-faigimi moroi furi meowi….
    Ba ta tohugo meno khoda….

    Ya’ahowu

  2. 2
    Ryusman halawa Says:

    Awal yang baik semoga fornisel menjadi milik warganya semua

  3. 3
    Anotona Nazara, SE Says:

    Selamat dan Sukses atas perayaan Natal Nisel se Jabotabek, kiranya tahun yang akan datang bisa lebih meriah lagi.

  4. 4
    marni manao Says:

    Natal Bersama Fornisel itu cukup membanggakan,yang sedikit bikin bosan terlalu banyak kata sambutan sementara ini adalah acara natal,sebaiknya jika ada acara seperti ini cukup 3orang saja kata sambutan dan untuk pengkhotbah harus ditentukan waktunya jangan terlalu lama,lama tapi tidak mengena inti dari khotbah.jika singkat padat dan memuaskan para pendengar itu yg dicari bukan seperti natal yg telah lewat,aturan banyak yang menunggu akhirnya pada pulang duluan ini akibat nya padahal masih ada moment yang harus nya dinanti-nantikan warga nisel yaitu Maena ,semua sudah berlalu dan teruskan ,perbaiki segala kekurangan

  5. 5
    Teru Wau Says:

    Bner dan sy stuju apa kata sdri Marni manao…krn ujung2 nya d situ.
    Ok, kesuksesan mnjadi bagian kita smua. Amin…!!

Leave a Reply

Comment spam protected by SpamBam

Kalender Berita

February 2011
M T W T F S S
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28