JAKARTA, Nias Online – Kebakaran pada kapal ferry KMP Laut Teduh II yang melayari rute Merak-Bakauheni merenggut 12 korban jiwa dari total 434 penumpang. Sejumlah korban tewas karena tenggelam setelah berupaya menyelamatkan diri dari kebakaran kapal dengan terjun ke laut. Data sementara itu disampaikan oleh Kapolda Banten Brigjen (Pol) Agus Kusnadi.

Data sebenarnya total penumpang kapal itu masih belum diketahui. Saat melakukakn peninjauan di pelabuhan Merak, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Soeroyo Alimuso mengatakan, data yang pihaknya miliki menunjukkan jumlah penumpang kapal itu sebanyak 438 orang dimana 11 di antaranya meninggal dunia.
“Tim Penyelamat masih melakukan penyisiran untuk mencari bila ada korban lain yang mungkin tidak tercatat,” kata dia di Kantor PT ASDP Merak, Banten, Jum’at (28/1/2011).

Dia menjelaskan, terkait penyebab kebakaran tersebut, Tim Komite Nasional Keselamatan Transortasi (KNKT) akan segera melakukan penyelidikan. Saat ini, nakhoda kapal bernama Mukhsin Haji Sindei masih diperiksa di Polres Serang, Banten.
Kapal milik PT Bangun Putera Remaja tersebut diketahui berangkat dari Dermaga I Merak pada pukul 03:19 WIB. Pada pukul 03:59 nakhoda melaporkan kepada pengawas perjalanan kapal di Merak bahwa ada api di dek kendaraan (car deck). Mendengar informasi itu, pihak pengawas menginformasikan dan meminta kapal-kapal terdekat untuk memberikan pertolongan darurat.

Soeroyo menjelaskan, sesuatu aturan, semua kendaraan di dalam kapal dalam keadaan mati mesin. Selain itu, semua penumpang juga harus turun dan hanya berada di dek penumpang. Dia menambahkan, berdasarkan informasi dari salah seorang penumpang bernama Hartono, diketahui saat kejadian, ada beberapa orang berada di dalam salah satu bus dari total 93 unit kendaraan di kapal itu.

Untuk kepentingan keselamatan pelayaran di rute tersebut, bangkai kapal tersebut telah ditarik dan dikandaskan di kawasan Anyer, sekitar 5 mil dari pelabuhan Merak .

Hampir satu jam sebelumnya, juga terjadi kecelakaan di darat. Yakni, tabrakan antara kereta api Mutiara Selatan jurusan Bandung-Surabaya dan Kereta Api Kutojaya jurusan Bandung-Kediri di Stasiun Langgen, Banjar, Ciamis, di Banjar, Jawa Barat. Tabrakan itu merenggut lima korban tewas dan puluhan korban luka. Tabrakan terjadi pada pukul 02.30 dinihari dimana KA Mutiara Selatan menabrak KA Kutojaya yang sedang berhenti di jalur tiga di stasiun itu. (EN)

Facebook Comments