JAKARTA, Nias Online – Salah satu permasalahan krusial pada pilkada Nias Selatan (Nisel) adalah banyaknya surat suara yang dinyatakan tidak sah oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Nisel karena dicoblos secara simetris atau menembus lipatan kertas suara. Namun sebaliknya, anggota KPU Pusat Saut Hamonangan Sirait menyatakan bahwa coblos simetris itu sah berdasarkan peraturan KPU.

“Coblos simetris itu sah, menurut peraturan KPU,” ujar Saut menjawab pertanyaan kuasa hukum pasangan Temafol pada sidang gugatan di Mahkamah Konstitusi (MK) di Jakarta, Selasa (25/1/2011).

Saut yang pada saat Pilkada tersebut meninjau langsung di Nisel, dihadirkan bersama-sama dengan, di antaranya, Ketua Panwaslu Nisel Ismael Dachi, anggota KPUD Sumut Turunan Gulö dan Kapolres Nisel Leonardus Erick sebagai saksi oleh pihak termohon (KPUD Nisel).

Meski begitu, anggota KPU yang juga bertugas sebagai supervisor untuk wilayah Sumatera tersebut, adapun yang menjadi dasar yang pihaknya pegang untuk bersikap adalah keberatan-keberatan dari saksi yang dituangkan dalam berita acara (BA) dan dilaksanakan di tempat pemungutan suara (TPS). “Di luar itu, tidak kita anggap,” kata dia.

Sementara itu, pasangan urut 1 Temafol mendalilkan banyaknya suara mereka yang dinyatakan tidak sah karena pencoblosan simetris tersebut. Pada hari ini, puluhan orang saksi yang diajukan semua membenarkan banyaknya suara pasangan tersebut yang dinyatakan tidak sah karena pencoblosan simetris. Jumlahnya bervariasi di setiap TPS. Mulai dari jumlah kecil sampai puluhan lembar.

Ketika ditanya mengenai total jumlah suara pasangannya yang dinyatakan tidak sah akibat pencoblosan simetris tersebut, calon wakil bupati pasangan urut 1 Foluaha Bidaya mengatakan, mencapai lebih dari 5 ribu suara. Itu berarti, bila ditambahkan pada suara yang diperoleh sesuai penetapan oleh KPUD Nisel, maka jumlah suara pasangan itu telah melampaui suara yang diraih oleh pasangan Idealisman yang telah ditetapkan oleh KPUD Nisel sebagai pasangan terpilih.

Seperti diketahui, hasil pleno rekap KPUD Nisel, pasangan Ideal memeroleh lebih 27 ribu. Sedangkan pasangan Temafol meraih hampir 24 ribu suara. Pasangan Jiwa dan Ideal juga memiliki beberapa suara yang dinyatakan tidak sah karena dicoblos simetris. Namun, jumlah terbanyak pencoblosan simetris itu dimiliki oleh pasangan Temafol.

Beberapa pihak yang hadir pada persidangan tersebut menilai, bila saja MK mengabulkan gugatan pasangan Temafol, dengan menyatakan semua suara yang dicoblos simetris milik pasangan itu diperhitungkan pada total suara yang telah disahkan KPUD Nisel, maka dipastikan dengan sendirinya pasangan Ideal tereliminasi sebagai pemenang terpilih. Namun, semua itu masih sangat tergantung pertimbangan hakim MK yang akan diputuskan paling lambat dua minggu mendatang.

Dihubungi terpisah, calon bupati terpilih Idealisman mengaku optimis pihaknya akan dinyatakan sebagai pemenang oleh MK. Sebab, menurut dia, yang dipersoalkan para penggugat itu tidak terkait langsung dengan kemenangan mereka dan lebih pada kinerja KPUD Nisel. (EN)

Facebook Comments