Gugatan Pilkada Nisel di MK – Hakim MK: Empat Syarat Pencalonan Mantan Napi Harus Kumulatif

Wednesday, January 26, 2011
By susuwongi

JAKARTA, Nias Online – Entah kebetulan atau tidak, salah satu Hakim Konstitusi Mahkamah Konstitusi yang mengadili gugatan hasil pilkada Nias Selatan (Nisel) mengindikasikan kecocokan pemahaman dengan argumentasi hukum pasangan Hadirat Manaö soal pencalonan mantan narapidana (napi) menjadi kepala daerah.

Hal itu tampak dari dua kali hakim Konstitusi Muhammad Alim memberi penjelasan pada persidangan, terutama terkait status mantan narapidana yang disandang Hadirat yang menjadi dasar pendiskualifikasiannya dari kepesertaan pilkada Nisel 2010 oleh KPUD Nisel.

Sebelumnya, pada persidangan pada sesi pukul 14.00-18.00 Wib, Muhammad Alim sekali menginterupsi tanya jawab pemeriksaan para saksi, khususnya pada topik persyaratan mencalonkan diri pada jabatan kepala daerah bagi mantan narapidana.

Interupsi serupa dilakukan lagi oleh Hakim Muhammad Alim pada sesi persidangan pukul 20.30 wib pada sesi tanya jawab pemeriksaan saksi dari termohon (KPUD Nisel). Pada kedua interupsi tersebut, Muhammad Alim secara terus terang meluruskan pandangan yang dinilainya tidak komprehensif dari para pihak, khususnya termohon.

Muhammad Alim menjelaskan, harus diingat betul, pada keputusan MK tentang seseorang yang pernah dipidana dan mau maju pada pencalonan, ada empat syarat yang bersifat kumulatif dan tidak boleh hanya diacu salah satunya, yang harus dipenuhi. Pertama, yang bersangkutan sudah lima tahun selesai menjalani pidananya. Kedua, secara terus terang mengakui kepada publik bahwa dia mantan narapidana.

Ketiga, kejahatan itu bukan berulang-ulang, kambuhan atau residivis. Dan keempat, yang bersangkutan mencalonkan diri pada jabatan yang dipilih seperti menjadi anggota DPR/D atau kepala daerah. Dia membandingkan, hal itu tidak berlaku pada jabatan hakim dimana sekali tersangkut pidana, maka karirnya langsung ‘mati.’

“Jadi, itu empat syarat itu harus kumulatif. Jangan hanya soal berulang-ulangnya. Kalau dia penjahat, tapi dipilih rakyat, monggo. Kumpul itu empat, baru bisa maju. Tidak bisa satu-satu,” tegas dia.

Penjelasan hakim MK itu memang mengejutkan. Sebab, sangat mirip dengan argumentasi yang pernah dipaparkan oleh Saksi Ahli yang diajukan pasangan Hadirat, yakni Prof. Dr. Maidin Gultom pada persidangan pada Kamis (20/1/2011).

Sementara itu, menjawab pertanyaan kuasa hukum Hadirat, anggota KPUD Sumut Turunan Gulö mengatakan, setidaknya ada tiga kasus pidana yang pernah membelit Hadirat. Yakni, pertama, terkait penggunaan ijazah dari lembaga pendidikan yang tidak memenuhi syarat pemerintah. Kedua, pidana dengan tuduhan makar karena memberi maklumat agar masyarakat tidak memilih pada Pilkada pada 2005. “Ketiga, masih ada satu lagi, tapi saya tidak ingat kasusnya. Tapi, beliau diadili di PN Gunungsitoli dan PN Medan. Kami punya dokumennya,” jelas Turunan.

Sebaliknya, Kapolres Nisel AKBP Leonard Erick mengatakan, dari catatan yang mereka miliki, tidak mengetahui bahwa Hadirat pernah melakukan perbuatan pidana yang berulang-ulang. “Kalau record berulang-ulang, setahu saya tidak ada,” kata dia.

Apakah ini indikasi bahwa MK akan mengakui legal standing kepesertaan pasangan Hadirat pada Pilkada Nisel yang berkonsekuensi diadakannya pilkada ulang? Kita tunggu putusan MK, paling lama dua minggu ke depan. (EN)

14 Responses to “Gugatan Pilkada Nisel di MK – Hakim MK: Empat Syarat Pencalonan Mantan Napi Harus Kumulatif”

Pages: « 1 [2] Show All

  1. 11
    Evander Holyfield Says:

    Sedikit ralat.
    Pada kalimat ketiga dari terakhir, ada kalimat “Tidak mudah…”. Harusnya, “Tidak SULIT…”

    Tks.

  2. 12
    Hati Bening Says:

    Duh… hanya buang2 waktu saja. MK, jangan hanya melihat sisi teori hukum saja, tp lihat juga segi etisnya, waduh.. jika Hadirat bisa ikut pilkada, apa kata dunia? Seandainya pun ikut, paling 0,0000 porsen yg milih. Sudahlah… hanya buang2 waktu saja, apa lg klu hanya gara2 Hadirat M. pilkada Nisel diulang. Hufffff…..

  3. 13
    Tôdò Sohahau Says:

    Hati Bening,

    Tentu saja MK, seperti biasa, tidak hanya terpaku pada kaidah2 hukum formal/prosedural.
    Saya lihat, sebagaimana jg disitir pd berita di atas, hakim MK itu sdg memberikan pelurusan.
    Itu tidak serta merta dapat diartikan, pasti akan bersikap seperti itu pada keputusan akhir,
    walau secara logis, bila itu menunjukkan bagian dari sikap akhir
    hakim itu secara individual, itu juga pas dan wajar.

    Tapi, jangan lupa, hukum itu tidak membabibuta atau menggunakan kacamata kuda.
    Ada sisi proporsionalitasnya. Makanya, dlm aturan yang sebagaimana selalu diacu hakim Alim itu,
    MK mmg pernah menyatakan bahwa mantan narapidana punya hak asasi politik yg tdk boleh dilanggar.
    Tentu saja, untuk tidak terkesan gampangan, ada empat syarat kumulatif itu, seperti berulang2 diperjelas petinju Evander Holyfield kepada Mike Tyson di atas..

    Jadi, kalau pun seandainya pilkada diulang karena gugatan Hadirat dimenangkan,
    maka itu bukan karena faktor Hadirat, tp faktor KPUD sbg penyelenggara pilkada yang bersikap ceroboh.
    Dalam hal ini, betapa pun terasa pahit, harus fair menerima kenyataan itu.

    Kemudian, soal kemungkinan keterpilihan Hadirat kalau pilkada ulang. Anda sangat optimis bahwa mgkn
    dia hanya akan dipilih 0,0000 persen. Saya gak tahu logika jenis apa yg Anda pakai melakukan prediksi itu.
    Saya gak tahu apk Anda org Nisel, atau setidaknya org dr Teluk Dalam.
    Anda sepertinya tidak paham medannya. Tanpa bermaksud memuji, saya yakin,
    bila saya dan Anda bertanding dg Hadirat dlm pemilihan, akan lebih banyak yg memilih Hadirat dibanding kita.

    Saya pikir, apapun nanti hasilnya, kita harus legowo.

    Tks

  4. 14
    hikmat salomo Says:

    Ya apapun ceritanya, kita serahkan sj di tangan MK yg merupakan lembaga negara berkompeten dlm menanganii masalah ini. Segala keputusan nantinya tetapkan berdasarkan peraturan dan perundang-undangan yg berlaku. Kita tunggu saja besok ya… Kita jgn terlalu byk berinterprestasi karena selain akibatnya salah dan jg bs menimbulkan masalah baru lg. Okey deal…..

Pages: « 1 [2] Show All

Leave a Reply

Comment spam protected by SpamBam

Kalender Berita

January 2011
M T W T F S S
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31