Gugatan Pilkada Nisel di MK – Fahuwusa Laia Disebut Berikan Uang Ke Anggota KPU Pusat

Wednesday, January 26, 2011
By susuwongi

JAKARTA, Nias Online – Persidangan gugatan hasil pilkada Nias Selatan (Nisel) di Mahkamah Konstitusi diwarnai dengan pengakuan mengejutkan. Salah satunya, seperti diungkapkan oleh anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat Saut Hamonangan Sirait bahwa dirinya ditemui oleh Fahuwusa Laia (Bupati Nisel, red) dan memberikan uang dalam satu kantong sebesar Rp 99.900.000. Saut mengaku, pemberian uang itu terkait dengan penganuliran pasangan itu sebagai peserta Pilkada Nisel 2010.

“Saya sendiri mengalami. Fahuwusa Laia memberikan uang kepada saya sebesar Rp 99.900.000 terkait masalah pencoretan namanya sebagai peserta Pilkada,” ujar Saut saat diperiksa sebagai saksi pada persidangan gugatan atas Pilkada Nisel di MK, Jakarta, Selasa (25/1/2011).

Saut mengaku, penyerahan uang itu dilakukan di ruang kerjanya di Kantor KPU di Jakarta. Pada persidangan itu, Saut hadir bersama saksi lainnya, di antaranya, Ketua Panwaslu Nisel Ismael Dachi, anggota KPUD Sumut Turunan Gulö, Kapolres Nisel AKBP Leonardo Eric, SIK MM, yang semuanya diajukan pihak termohon (KPUD Nisel).

Dihubungi usai sidang mengenai tujuan pemberian uang itu, Saut mengatakan, intinya, bagaimana agar pasangan Fahuwusa dimasukkan kembali sebagai peserta Pilkada Nisel 2010. Dia mengaku tidak meladeni permintaan tersebut dan memilih menyerahkan uang tersebut ke KPK.

Fahuwusa Membantah

Pada sesi lanjutan persidangan pada pukul 20.30 wib, Fahuwusa Laia, melalui kuasa hukumnya membantah pernyataan Saut tersebut. Kemudian, Fahuwusa yang duduk bersebelahan dengan kuasa hukumnya diberi kesempatan memberikan jawaban. “Tidak pernah sama sekali (memberikan uang, red). Kalau pernah, kenapa tidak pada saat itu dipersoalkan, dan kenapa sekarnag baru di siding MK ini sekarang dibicarakan,” kata Fahuwusa.

Fahuwusa hendak memberikan penjelasan tambahan untuk meluruskan pernyataan Saut tersebut. Namun ditolak oleh Hakim Akil Mochtar dengan alasan persidangan itu bukan persidangan pidana. Dia menegaskan kepada kedua belah pihak, bila ingin meluruskan pernyataan itu, agar dilakukan di peradilan pidana. “Saudara saksi merasa menerima. Dan Saudara mengatakan tidak pernah memberikan. Ini sudah disampaikan kepada KPK. Jadi itu, persoalan lain. Nanti luruskan di peradilan pidana saja,” kata dia.

Namun, sekitar 30 menit kemudian, saat menjawab pertanyaan kuasa hukum pasangan Jiwa, Arteria Dahlan, Saut kembali mengungkapkan perihal pemberian uang tersebut. Dia menyatakan, saat menyerahkan uang itu, Fahuwusa bersama dengan istrinya dan seorang bernama Yurisman Laia.

“Dia menjelaskan, masukan soal pilkada Nisel pertama sekali sampai kepadanya justru bukan dari KPU Provinsi atau pun Kabupaten. Masukan pertama kepada saya di KPU RI justru bukan dari KPU provinsi, kabupaten/kota, tapi dari para pemohon. Berdasarkan data dari pemohon itu saya sampaikan, ini memang salah, ini salah dan ini salah. Itu awalnya. Yang pertama mendatangi saya terkait pilkada di Nias Selatan adalah bapak Fahuwusa Laia beserta istrinya dan Erisman Laia yang membawa uang dalam satu tas sebesar Rp 99.900.000,” terang Saut.

Dia menambahkan, dia juga memiliki rekaman percakapan saat pertemuan yang diikuti dengan penyerahan uang tersebut. Uang dan rekaman percakapan tersebut, kata dia, telah diserahkan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). KPK juga telah menghitung uang tersebut dan jumlah totalnya hanya Rp 99.900.000. “Rekaman itu juga ada di KPK dan KPK nanti yang akan membuktikannya,” tukas dia. (EN)

14 Responses to “Gugatan Pilkada Nisel di MK – Fahuwusa Laia Disebut Berikan Uang Ke Anggota KPU Pusat”

Pages: « 1 [2] Show All

  1. 11
    andri Says:

    maafkanlah dia krn dia tdk tau apa yg diperbuatnya

  2. 12
    BoyOlifu Says:

    Horas Pak Saut,,trim’s atas keberanian Bapak mengungkap kebenaran di depan publik dgn apa yg Bapak alami, Doa rakyat nisel menyertai Bapak n kluarga. Berkaca pd kinerja Pemda nisel selama 5th kepemimpinan FL tak ubahnya orde baru(ama, ina, ono, sibaya, talifusö dll) semua Bupati. Inilah yg dirasakan rakyat Nisel, Semua pembangunan yg ada di nisel itu karena jasa NGO, PNPM pasca Gempa Nias n Nisel n rakyat Nisel harus besukur atas bantuan trsbt n bukan kepada Fahuwusa Laia. Pertanyaannya, dikemanakan APBD Nisel selama 5th???

  3. 13
    z.parlan Says:

    Kepada saudara yang menyampaikan opini nomor 11 ( boy olifu ) terserah apakah nama anda sebanrnya atau tidak, kalau anda menyampaikan komentar janglah membawa-bawa orang lain dalam hal ini lingkaran yang bersangkutan dan anda sebarang memberikan komentar, belum tentu pernyataan yang disampaikan salah satu anggota KPU Pusat tersebut benar, emangnya anda ada pada saat itu dan anda menyaksikan…? jadi, pernyataan dari SAUT itu masih prematur bung. sekali lagi saya sampaikan kepada anda jangan menghina orang sembarangan, bagaimana kalau pada diri anda atau sama orang TUA anda diperlakukan demikian. kita ini orang NIAS perlu menghormati orang lebih tua dari kita, dan saya tidak tau apakah dikeluarga anda diajarkan demikian. mudah-mudahan anda bisa ketemu dengan saya dan saya siap ketemu dengan anda. ya’ahowu.

  4. 14
    no name Says:

    thx, pak saut, bpk memang benar2 menjunjung keadilan dan kebenaran. tuhan jesus memberkati.

Pages: « 1 [2] Show All

Leave a Reply

Comment spam protected by SpamBam

Kalender Berita

January 2011
M T W T F S S
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31