Sebuah bom berkekuatan setara dengan 5 kg TNT meledak di bandara Domodedovo, Moskow, Rusia hari Senin sore pukul 4.40 waktu setempat. Para pejabat kesehatan dan darurat Rusia mengatakan 35 meninggal dunia dan 76 orang masih dirawat di rumah sakit, banyak di antaranya dalam keadaan fisik yang parah. Demikian diberitakan oleh kantor berita Rusia RIA Novosti.

Senin petang – setelah kejadian itu, pihak kepolisian Moskow dan kota-kota lain di Rusia meningkatkan penjagaan keamanan.

Laporan-laporan awal mengatakan bahwa alat ledak diledakkan oleh seorang pembom bunuh diri ketika para penumpang tiba di terminal kedatangan di bandara internasional Domodedovo pada jam 4.40 waktu setempat.

Pesawat-pesawat dari London, Brussel, Yunani, Ukraina dan Mesir telah mendarat 30 menit sebelum ledakan itu terjadi.

Bom yang meledak itu dibungkus bersama dengan benda-benda logam untuk memaksimumkan efek ledakan.

Presiden Rusia Dmitry Medvedev dalam pertemuan dengan para pejabat tinggi yang disiarkan lewat televise mengatakan bahwa, “Dari informasi awal yang kami miliki, ini adalah serangan teroris.” Ia juga mengatakan bahwa penyelidikan akan dilakukan untuk mengetahui bagaimana serangan itu bisa berlangsung.

“Setelah kejadian-kejadian serupa di masa lalu, kami membuat undang-undang yang relevan, dan kami harus mengecek sejauh mana undang-undang itu telah diterapkan,” katanya.

Menurut RIA Novosti pemboman ini adalah serangan kedua di Moskow dalam kurun waktu kurang dari 12 bulan. Pada bulan Maret 2010 dua orang perempuan pembom bunuh diri yang berasal dari Republik Dagestan di Kaukasus Utara meledakkan diri mereka di sistem metro ibukota, menewaskan 39 orang. Pemimpin Chechen, Doku Umarov, mengklaim serangan itu dilakukan oleh kelompoknya. Ia juga memperingatkan “perang” akan datang di jalan-jalan Moskow.

Sementara itu Presiden AS Barack Obama diberitakan mengutuk serangan bunuh diri ini dan menyampaikan ungkapan rasa belasungkawa kepada para korban.

“Saya mengutuk keras tindak teroris biadab ini yang dilakukan terhadap rakyat Rusia,” kata Obama dalam sebuah pernyataan.

Serangan terhadap bandara Domodedovo ini bukan yang pertam kali. Pada bulan Agustus 2004, dua orang perempuan pembom bunuh diri Chechen meledakkan 2 pesawat yang lepas landas dari bandara tersibuk di Moskow itu, menewaskan 90 orang.
(brk/RN).

Facebook Comments