Industri energi surya di Jerman telah menyetujui usulan pemerintah Jerman untuk mengurangi subsidi industri energi surya hingga 15 persen tahun ini.

Di Jerman, permintaan pasar akan panel-panel tenaga surya telah meningkat pesat, suatu bukti keberhasilan industri tenaga surya di Jerman. Demikian dikatakan oleh Menteri Lingkungan Jerman Norbert Röttgen sebagaimana diberitakan oleh harian Jerman berbahasa Inggris The Local.

Röttgen dan presiden dari asosiasi industri tenaga surya BSW, Günther Cramer, mengumumkan secara bersama kesepakatan itu di Berlin. Pengurangan subsidi itu mulai berlaku bulan Juli tahun ini, 6 bulan lebih awal dari rencana semula.

Besarnya pengurangan subsidi berkisar 3 – 15 persen, tergantung dari berapa banyak panel surya terhubung ke grid mulai bulan Maret hingga Mei. Pengurangan sebesar 15 persen hanya berlaku jika penjualan panel surya mencapai 7.5 gigawatt.

Di Jerman hingga saat ini pemasok daya diwajibkan membeli listrik dari ‘kebun-kebun’ surya dan pemasok energi surya lain pada harga rata-rata 29 sen per kWh di atas harga pasar. Selisih harga ini diteruskan ke konsumen sehingga setiap orang membayar sedikit untuk mensubsidi energi surya yang masih relatif mahal.

Röttgen memuji industri energi surya yang menerima pemotongan subsidi ini yang merupakan isyarat kepercayaan akan semakin matangnya industri energi surya di Jerman.

Pemerintah Jerman mengkuatirkan subsidi surya telah memanaskan pasar secara berlebihan dan menekan harga sel-sel surya secara artifisial.

Panel fotovoltaik adalah perangkat pembangkitan listrik yang terdiri dari sel-sel surya. Keterangan gambar: panel surya di atap sebuah rumah (Sumber: Harian The Local – local.de – foto: wikipedia)

Facebook Comments