Sengketa Pilkada Nisel di MK – KPUD Nisel dan Pasangan Ideal Tolak Semua Tuduhan Pemohon

JAKARTA, Nias Online – Mahkamah Konstitusi (MK) kembali menggelar persidangan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Kabupaten Nias Selatan (Nisel) Tahun 2011. Pada sesi persidangan hari ini (Kamis, 20/1) mengagendakan jawaban Pihak Termohon (KPUD Nisel) dan Pihak Terkait (pasangan Ideal). Pada persidangan tersebut, baik Pihak Termohon, maupun Pihak Terkait, membantah semua dalil empat pemohon yang disampaikan pada persidangan pertama sehari sebelumnya (Rabu, 19/1).

“Pelaksanaan Pilkada Nisel telah sesuai dengan aturan dan perundang-undangan yang berlaku. Pilkada itu juga berlangsung dengan aman dan damai. Tidak seperti pada kegiatan serupa sebelumnya,” jawab KPUD Nisel yang dibacakan oleh tim pengacaranya.

Selanjutnya, terkait pencoretan pasangan Fahuwusa La’ia-Rakmat Alyakin Dachi (Farada) pasangan Hadirat Manaö-Denisman Bu’ulölö (Hadirman), juga dinilai telah sesuai aturan. KPUD menilai, surat keterangan pengganti ijazah (SKPI) yang dimiliki oleh Fahuwusa Laia tidak sah, sehingga menjadi dasar pendiskualifikasian. Sedangkan terkait pencoretan pasangan Hadirman, mengacu pada putusan pidana berkekuatan hukum tetap pada tingkat kasasi yang dikeluarkan oleh Mahkamah Agung. Jawaban serupa juga diberikan oleh Pihak Terkait melalui kuasa hukumnya.

Sementara itu, Pihak Terkait, membantah semua dalil para pemohon. Di antaranya, terkait tuduhan melakukan politik uang (money politics) yang dinilai tidak berdasar dan prematur. Sebab, pemohon tidak menjelaskan siapa yang memberikan dan menerima uang, jumlah uang, penerima dan lokasi pemberian uang. “Petitum, berdasarkan hal-hal yang telah dijelaskan di atas, kami memohon kepada Hakim MK agar menolak permohonan pemohon untuk seluruhnya,” ujar kuasa hukum Pihak Terkait.

Dihubungi usai penutupan persidangan, calon bupati terpilih Idealisman Dachi membantah semua tuduhan yang dialamatkan kepada pasangannya. Dia juga merujuk pada berlangsungnya pilkada secara damai. Menurut dia, seandainya pelanggaran-pelanggaran yang dimaksud benar terjadi, ada Panwaslu dan kepolisian yang bisa memrosesnya. Dia juga mempertanyakan kenapa pihak-pihak yang menuduh tersebut tidak melaporkannya langsung kepada kepolisian. “Itu (tuduhan, red) tidak benar semua. Tapi apapun nanti hasil persidangan ini, kita serahkan semuanya pada keputusan majelis Hakim MK,” kata dia.

Dalam persidangan itu, MK juga meminta keterangan Saksi Ahli dan Saksi dari pasangan Hadirman. Ada pun saksi ahli adalah Dekan Fakultas Hukum Unika St. Thomas, Medan, Sumatera Utara Prof. Maidin Gultom, SH, MH. Sedangkan saksi adalah mantan anggota DPRD Nisel Wartawan Giawa dan warga desa Bawömataluo Memoris Wau. Dalam paparannya, Maidin mengatakan, dengan mengacu pada UU Pemda dan UU Pemilu serta keputusan MK terkait pengujian UU, pendiskualifikasian Hadirat Manaö karena status hukum yang pernah membelitnya, tidak memiliki dasar hukum.

Seperti diberitakan sebelumnya, pelaksanaan dan hasil pilkada Nias Selatan pada 29 Desember 2010, digugat oleh empat pasangan ke MK. Dua pasangan yaitu, pasangan Temazisokhi Halawa-Foluaha Bidaya (Temafol) dengan nomor perkara 7/PHPU.D-IX/2011 dan Fauduasa Hulu-Alfred Laia (Jiwa) dengan nomor perkara 5/PHPU.D-IX/2011 adalah pasangan yang mengikuti Pilkada. Sedangkan dua pasangan lainnya, yaitu Farada dengan nomor perkara 4/PHPU.D-IX/2011 dan Hadirman dengan nomor perkara 6/PHPU.D-IX/2011 merupakan pasangan yang didiskualifikasi oleh KPUD Nisel.

Persidangan berikutnya dengan agenda mendengarkan keterangan saksi baik dari pemohon mau pun termohon, akan dilakukan secara maraton pada Senin, Selasa dan Rabu (24-26 Januari 2011). Ada pun panel Hakim Konstitusi yang menyidangkan gugatan itu dipimpin oleh Hakim Akil Mochtar dengan anggota Hakim Hamdan Zoelva dan Hakim Muhammad Alim. (EN)

Komentari

sifaoma wau says:

semuanya akan menjadi lebih baik apa bila semuanya dipikirkan sesuai dengan cita2 masyarakat. akan hal itu dapat kita ketahui dari amanat pancasila.

DELASIGA says:

selamat dan sukses kepada yang menang semoga program cerdas dan berani yakni
1.ANTI KORUPSI
2.GRATIS UANG KOMITE SMA/SMK DAN UANG KULIAH
3.GRATIS PELAYANAN DASAR KESEHATAN

Ingat rakyat mendukungmu karna program itu dan jangan sampai tidak apalagi hitam di atas putih dan maju terus kalau memang ini terjadi maka nias selatan menetapkanmu 4 periode………….bagi yang kalah jangan sampai berutang dan sakit kalau tidak berhasil gugatanmu karna setahu saya pilkada nisel berjalan dengan damai dan apa yang anda sampaikan di MK fitnah semua dan hanya memojokkan n0 3 dan saya mau katakan mereka dipilih karna mempunya visi, Tuhan bersabda terkutuklah orang yang mengandalkan kekuatannya sendiri dan anggaplah itu kekalahan yang tertunda masih ada 2016 nanti sabar menunggu okey,,,,Tuhan beserta kita

AMIN

netral says:

selamat buat yang menang…………………
Tuhan mempunyai kehendak untukmu

edison sarumaha says:

Wah kalau yang terjadi kecurangan dalam meraih kedudukan atau posisi hal tersebut merupakan kondisi yang tidak bisa dielakkan karena dimana -mana dalam pola permainan siapa yang pandai menipu, siapa yang pandai mengambil simpatik, siapa yang mempunyai koneksi yang baik terhadap penguasa dan penyelenggara, siapa yang mempunyai uang yang banyak, siapa yang mempunyai kekuatan besar biasanya akan menjadi pemenang dalam permainan. Celakanya para penyelenggara tidak independen kemudian masyarakat tidak bisa berbuat apa – apa selain berpasrah bahkan para tokoh politik pun cenderung diam seribu bahasa karena semua bersikap naif tahu ada yang salah tetapi tidak mau berbuat sesuatu karena bila mereka melakukan kritik maka mereka akan terganggu, bahkan bila mereka mengkritik karena ada tujuan lain yang tersembunyi yaitu kepentingan proyek atau jabatan. Malapetaka lain yaitu masyarakat juga bisa terjebak dengan uang yang diberikan pada hari pilkada, jadi kalau dicari siapa yang salah saya pikir semua salah karena baik para calon, penyelenggara dan masyarakat yang ikut berpesta ternyata hanyut dalam permainan para calon. Hal yang paling penting adalah siapa pun yang terpilih harus dikawal dan bila mereka ternyata melakukan kesalahan atau penyimpangan pada saat itu rakyat harus bersatu untuk menggantikan atau menggulingkan pemerintahan yang korup bukan seperti yang sudah pernah terjadi sebelumnya semua demonstrasi yang dilakukan bermotif kepentingan segolongan kelompok ketika keinginannya terpenuhi mereka cenderung diam dan bila kepentingan mereka terancam siap melakukan gerakan untuk menggertak. Jadi siapa pun yang terpilih mari kita perhatikan, kita awasi, kita berikan masukan untuk perbaikan kedepan. okey……………..?

ononiha says:

hey semuanya kenalin saya anak dan putra nias selatan. ya’ahowu kheda yaita fefu!….hadiaguna tafusi-fusige hegeda yaita niha si lumana, so lovo, ba si lohalowo hai na ma tevili ira dania hai nda mbe khou,nda mbe geu,ma nda mbe halowou?… lona kawan yaugo tetap yauge va lona magemaulo ba lona mage toule aila…………..
nias selatan ini tak akan bisa berubah siapapun yang memegangnya karna masih belum duduk makanya semua nya di anggap biasa di kendalikan bahwa sesungguhnya fagele mano ira lavie lavaye fagolo mane ira nisiu ni bezi, tunggu aja tanggal mainya kita masih di nias selatn ini bung dan kita warga nias selatan akan ikut menyaksikan apa yang bakal terjadi kedepan jangan sesali kelak apa yang terjadi,

soalanya :
1.semua pasangan yang maju bukan karna ingin merubah melainkan menghancurkan
2.telah banyak bukti yang telah kita temukan
buktinya:
1.bilik suara yang tidak jelas alias terbuka dan di ketahui oleh orang lain
2.pengakatan kotak suara secara paksa sebelum habis masa limit waktu yang telah di tentukan oleh kpu sendiri di kernakan alasan yang tidak jelas
3.kurang nya sosialisasi antara pihank penyelengara dan pemilih sehinga terjadinya banyak kesalahan dalam memilih sehinga surat suara yang telah di gunakan akhirnya di katakan batal oleh penyelengara
4.latar pendidikan KPPS dan PPS yang di rekrut oleh penyelengara tampa jelas/banyak yang buta huruf
yah masih banyak lagi deh jika mau tau lebih banyak langsug ke lapangan saja oc……
ha..a.a.a.a.
nias selatan ….nias selatan kamu masih akan seperti dulu lagi menjadi bahan ketawaan daerah-daerah lain lagi,sama seperti pemilihan bupati tahun 2005 yang akhirnya bupatinya nga tamat sma katanya pemilihan calon legis latif yang akhirnya ngulang dan kembli lagi terukir apa yang telah terjadi pada pemilihan bupatidan wakil bupati 2011-2016
apa ini yamg bakal berubah
kasihan deh lu
tunggu hinga akhir kiamat…………………………………/