Novel Baru: Manusia Langit

Judul Buku: MANUSIA LANGIT: SEBUAH NOVEL ETNOGRAFIS
Halaman: 210 + xi
Pengarang: J. A. Sonjaya
Penerbit: KOMPAS
Waktu terbit: September, 2010

Mahendra, seorang arkeolog muda, berusaha melepaskan diri dari kungkungan peradaban kampus. Ia menempuh jalan lain di Banuaha, sebuah kampung di pedalaman Nias yang dipercaya penduduknya sebagai tempat turunnya manusia dari langit. Perjuangannya untuk menjadi orang Banuaha sangat sulit. Ia harus melintasi batas-batas kebudayaan yang berbeda, terutama menyangkut identitas, prinsip hidup-mati, pesta, juga soal… perempuan.

Bagaimana sebuah harga diri diperbincangkan oleh dua orang yang berbeda latar belakang budaya? Bagaimana sebuah cinta diperjuangkan oleh dua lelaki yang mempunyai tolok ukur yang berbeda tentang hakikat perkawinan dan cinta? Bagaimana nasib Saita, gadis yang dicintai Mahendra tapi sudah terlanjur ‘dibeli’ pemuda dari kampung tetangga? Bagaimana Mahendra sampai pada kesadaran diri sebagai manusia langit?

Temukan jawabannya pada novel J. A. Sonjaya berjudul MANUSIA LANGIT—sebuah novel yang membawa kita menyelami kultur Nias yang eksotik sekaligus hanyut dalam kehidupan dunia kampus yang penuh romantika. Sebuah cinta yang mengharukan dengan latar beragam budaya yang berbeda.

Balutan fiksi atas realitas etnografis yang ditulis secara dalam tapi mengalir telah membentuk sebuah drama kehidupan yang dapat dinikmati berbagai kalangan. Inilah salah satu cara manusia langit (akademisi) membumikan hasil penelitiannya.

Dapatkan novel ini di Gramedia, di toko-toko buku kesayangan Anda, di Perpustakaan Antropologi FIB UGM, di Perpustakaan Arkeologi FIB UGM, di PSAP UGM, dan melalui belbuk.online.

Komentari

phopo elva says:

sad ending….ga bagus…critanya jg ga bgs2 amat..
masa sayani n saita bunuh diri..
ga mencerminkan adat, kebudayaan , n karakter orang nias sesungguhnya..

esther telaumbanua says:

Selamat atas bukunya ya Mas Jajang/Ama Robi..
Saya sudah baca.

Salam