Jakarta – Bupati Nias yang juga menjadi tersangka dalam kasus dana bantuan bencana tsunami Binahati B Baeha sore ini ditahan KPK. Sebelum ditahan, Binahati mengatakan wakilnya Temazaro Harefa juga turut menerima dana tersebut.

“Menurut pengakuan, dia memang ikut menerima dana,” ujar Binahati singkat, dalam mobil tahanan, ketika ditanya tentang keterlibatan wakilnya, di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (11/1)

Binahati sendiri tidak mengakui kalau dirinya turut menerima dana tersebut. Itulah yang dia pertanyakan kepada penyidik KPK, mengapa menahannya.

“Saya tidak tahu, saya tidak menerima (uang) kenapa ditahan,” ujarnya.

Binahati diduga telah menyalahgunakan dana untuk Bencana Tsunami di Kabupaten Nias pada tahun 2006. Dari Rp 9,48 miliar yang dialokasikan untuk Nias, Rp 3,8 miliar diduga telah disalahgunakan oleh Binahati.

Saat terjadi gempa bumi dahsyat dan gelombang tsunami di NAD dan Nias, pemerintah menggelontorkan dana yang cukup besar untuk kedua wilayah ini. Untuk Nias, ada Rp 9,48 miliar. Bantuan itu disalurkan melalui Bakornas pengendalian bencana. Namun dalam pelaksanaannya, ternyata terjadi penggelembungan harga pembelian barang dan jasa.

Pasal yang disangkakan Binahati adalah pasal 2, pasal 3 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

(fjr/anw)

Sumber: DetikNews 11 Januari 2011: http://us.detiknews.com/read/2011/01/11/165327/1544302/10/bupati-nias-sebut-wakilnya-turut-menerima-dana-korupsi

Facebook Comments